
Puluhan phyton mendekati mereka berdua. Marcho merasakan hawa ditubuhnya semakin panas. Seperti tak bisa ia kendalikan.
Tatapan menajam bisa melihat beberapa orang yang bersembunyi untuk penyerangan selanjutnya.
"Kenapa sayang..? Ini bukan apa apa bagi kita"
"Ibu... tubuh ku sangat panas seakan mau meledak."
"Ikuti kata hatimu. Nalurimu... kau akan rasakan perubahannya."
Marcho mengerang, tubuhnya memerah seperti api menyala. Eleanor sedikit menjauhI Marcho dan tetap mengawasi gerakan ular ular itu. Memperhatikan putranya. Apa yang ia dapat kan dalam dirinya. Itu akan keluar sekarang.
Sementara itu dari kejauhan keluarga mereka melihat dengan serius kejadian ditempat itu. Mereka akan ikut menyerang jika Marcho dan Eleanor melemah.
Marcho menjelma menjadi seekor srigala yang bertubuh lebih besar dari biasanya. Warna bulunya seakan memerah.
"Marcho... tubuhnya tak lagi putih. Dan rahang itu terlihat lebih besar. Ia keliatan lebih ganas." Gumam Juliana yang berdiri bersama Loli dan Lyodra dibelakang Steven dan Ferdinand.
Marc... berjuanglah... aku selalu disisimu.. aapaun yang terjadi.
Loli menatap Marcho ia berharap suami dan ibu mertuanya tak terluka sama sekali.
"Auuuuu......
Aauuuuu....."
Lolongan panjang dari Marcho. Membuat setiap yang mendengarkan bergidik ngeri. Beberapa orang Mayana terlihat ketakutan. Tapi mereka menguatkan hati demi sebuah perintah dari Maku.
__ADS_1
"Lian.. kau tetap disini. Jaga Loli. Aku akan kesana. Membantu mereka."
"Tetaplah disini Daddy, kurasa Marcho bisa melenyapkan mereka semua."
Lyodra melarang Ferdinand untuk turun tangan membantu cucu dan menantunya.
Eleanor menyahuti lolongan Marcho. Sangat mengejutkan beberapa ekor srigala keluar dari semak semak hutan. Mereka mendekati Marcho. Mencoba berkomunikasi. Sepertinya mereka siap membantu.
Beberapa orang Mayana mencoba menyerang, hanya dengan satu terkaman mereka mati satu persatu.
Perkelahian pun terjadi. Puluhan ular keluar menyerang mereka. Tak segan segan Marcho menerkam tubuh ular yang besar itu hingga terpotong dua.
Para kumpulan srigala lainnya pun melumpuhkan satu persatu orang orang Mayana.
Eleanor yang tak tinggal diam, ia menerkam ular yang menyerangnya. Pergulatan terjadi hingga seorang berkuda masuk ketengah tengah pertempuran.
Semua berhenti bertempur. Kuda yang dikendarai nya pun bergeliat tak tentu. Merasa kehadiran Marcho merupakan ancaman bagi nya.
Dengan cepat Marcho dan Eleanor berubah wujud kembali menjadi manusia. Beberapa kumpulan srigala yang datang menolong mereka pun berubah wujud menjadi manusia.
Mereka serentak menunduk kearah Marcho memberi hormat, seakan Marcho adalah seorang raja.
Akhirnya... Marcho benar benar mendapatkannya...
Eleanor tersenyum puas.
Petinggi Mayana, Maroyu turun dari kudanya. Ia mendekati Marcho. Mencoba berbicara secara baik baik.
__ADS_1
"Tuan.. maafkan kelancangan kami telah menyerang keluarga tuan. Ini bukan kemauan ku. Tapi putra ku Maku. Ia tak terima dengan kepergian adiknya Ishi." Maroyu menghampiri Marcho dan Eleanor.
"Ular itu menyerang istri ku saat kami sedang beristirahat. Aku hanya menerkamnya. Jika dia bisa memilih mangsa mungkin aku takan membunuhnya." Marcho mencoba menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Kami akan pergi. Dan takan memgganggu kehidupan tuan lagi." Maroyu mulai berbalik hendak meninggalkan Marcho dan Eleanor.
"Satu hal tuan... kau mengorbankan seribu orang untuk membalas kematian satu orang. Itu sungguh sangat bodoh."
Tanpa menoleh Maroyu tetap berjalan ingin meninggalkan tempat itu segera.
Terdengar derap langkah kuda semakin mendekat ketempat mereka. Sebuah anak panah mendarat cantik dipaha Eleanor.
Tubuh Wanita itu langsung terjatuh ketanah. Dari kejauhan nampak Steven yang sudah berwujud srigala berlari menghampiri orang yang telah memanah istrinya.
Kurang ajar.. kau bunuh istriku dengan cara curang.. aku akan menghabisimu..
Steven melompat kearah Maku yang terkejut karna seekor srigala besar melompatinya hingga jatuh dari kuda. Mencoba melawan. Namun kepala Maku berhasil dilepaskan dari tubuhnya oleh Steven. Sebelum ia berwujud menjadi ular.
"Makuu...."
.
.
.
Bersambung
__ADS_1