SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Seorang anak


__ADS_3

"Aku hanya tak ingin kecewa Ferdi. Setelah apa yang kita lalui dulu... menjadi berat bagiku mengucapkan kata pernikahan. Aku masih dihantui kegagalan itu."


Juliana tak menatap Ferdinand. Ia meminum kopi latte yang ia seduh tadi.


"Sayang... sekarang aku disini. Kita akan benar benar bersama. Aku telah kembali. Aku seperti terlahir kembali dan menemukanmu. Tak akan ada yang mengambil ku dari mu."


Ferdinand meyakinkan Juliana untuk bisa menerimanya. Namanya juga wanita mereka butuh kepastian dan alasan mengapa dirinya layak untuk dipersunting. Karna itu akan menjadi latar sebuah hubungan. Dan mereka akan terus mengingat hal itu.


"Kau tau? Itu terasa sangat menyakitkan. Aku masih merasakan sakitnya Ferdi. Puluhan tahun aku tersiksa olehnya. Dan kini ... dengan hadirnya dirimu lagi.. apakah ada sesuatu yang lebih menyakitkan akan datang pada kita? Aku sangat takut. Bahkan aku lebih memilih mati jika aku bisa."


Bulir bulir bening perlahan menetes dari mata Juliana. Ia benar benar terpukul akan kepergian Ferdinand beberapa puluh tahun yang lalu.


"Lyodra... dia belum mengetahui tentang dirimu. Entah ia bisa menerima atau tidak. Kau harus meluluhkan hatinya dulu.. jika ingin memiliki ku lagi seutuhnya."


Tangisan Juliana pecah menyebut nama anaknya. Lyodra gadis srigala yang tak lagi tinggal bersamanya karena mengetahui kenyataan pahit tentang masa lalu ibunya.


"Lyodra? Siapa dia?" Ferdinand sangat penasaran dengan nama yang disebut Juliana.


"Dia anak mu.. seorang gadis yang cantik.."


"Lian... aku benar benar minta maaf. Aku bahkan tak tahu jika memiliki anak bersama mu. Bagaimana aku bisa sebodoh itu..."


Suasana menjadi hening. Ferdinand sangat merasa bersalah pada Juliana yang berjuang sendirian untuk menjaga Lyodra. Ia merutuki dirinya.


Ia sendiri tak mengenal dan mengetahui dimana keberadaan putrinya. Dan tekadnya membulat akan berjuang untuk menemukan putri yang belum pernah ia temui.


Lyodra... tunggu ayah sayang. Dimana pun kau berada. Ayah akan menemukan mu.

__ADS_1


»»»»»»»»»»»»»


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"


Marcho mengelus kepala Loli yang masih terlihat lemas. Wajah nya pucat dengan mata yang terus terpejam.


"Istri anda baik bak saja Tuan... hanya butuh perawatan untuk beberapa hari ini. Agar kondisinya normal kembali. Tapi... dalam waktu dekat ini.. anggota keluarga anda mungkin akan bertambah. Selamat Tuan Marcho."


Dokter menyalami Marcho dan menyerahkan sebuah amplop putih. Dokter pun meninggalkan ruangan mereka.


Dengan tak sabar Marcho membuka amplop yang diberikan dokter itu. Matanya berkaca kaca membaca isi tulisan didalam sebuah kertas putih itu.


Terimakasih Tuhan... aku akan menjadi seorang ayah... aku seorang Daddy.. terimakasih Tuhan.


Marcho mendekati Loli yang masih terlihat lemas. Ia menciumi pipi dan kening istrinya berulang ulang kali.


"Marc...."


"Sayang... aku akan menjadi Daddy..."


Marcho memeluk Loli yang masih terbaring.


"Marc... aku hamil?"


Mata Loli berkaca kaca. Setelah lebih setahun mereka menikah Tuhan akhirnya sudi mempercayakan seorang malaikat kecil dalam rahimnya.


"Ya sayang... aku sangat bahagia Loli. Terima kasih sayang... aku mencintai mu..."

__ADS_1


Marcho kembali memeluk Loli lagi. Airmata nya ikut berjatuhan karena tangis bahagia mereka akan memiliki seorang nak.


"Sebentar, aku akan memanggil ibu dan ayah..."


Marcho segera berlari keluar ruangan rawat Loli. Ia melihat Steven dan Eleanor yang cemas duduk diruang tunggu.


"Ayah.. ibu.. Masuklah... Loli ingin bicara"


Mereka segera beranjak dari tempat duduknya. Masuk keruangan Loli.


"Bagaimana hasilnya sayang?" Eleanor mendekati Loli. Menunggu jawaban dari menantunya.


"Kalian akan menjadi grandpa and grandma.."


Loli tersenyum menjawab pertanyaan Eleanor. Mereka sangat senang mendapatkan berita bagus dari Marcho dan Loli.


"Syukurlah sayang.. aku sudah menduganya. Jaga dirimu baik baik sayang... ada nyawa dirahimmu... dan itu sangat melegakan rasanya "


Eleanor memeluk Loli yang masih terbaring ditempat tidur perawatan.


"Selamat Loli. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Akan menyenangkan ada bayi kecil diantara kita."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2