
Ferdinand terduduk ditepi ranjang Juliana. Ia menghentikan ceritanya. Karena sangat menyakitkan mengalami hal seperti yang ia alami dulu. Dan itu sangat aneh, karna sebuah bunga bisa mengembalikan nya.
"Beruntung Marcho menemukan ku. Karna beberapa saat ia juga mengalami yang seperti ku. Kau tau? Dengan terungkapnya masa lalu ku. Dan cinta yang aku punya untuk Marcho membuatnya kembali lagi.
Begitu juga aku Lian. Apa kau benar benar tak mengerti? Karna sentuhan cinta mu pada bunga itu. Hingga aku disini sekarang.
Lian... aku sepenuhnya milik mu.. Dan takan ada yang akan merebutku dari mu. Kejadian itu takan terulang lagi. Percayalah Lian..."
Ferdinand menjelaskan dengan mengerahkan segala kemampuannya. Supaya wanita yang ia yakinkan bisa mengerti keadaannya.
"Aku tak bisa bersama mu lagi Ferdi... " Juliana membelakangi Ferdinand. Ia mencoba menguatkan dirinya akan ucapan yang ia keluarkan.
Ferdinand mendekati wanita itu langsung menyambar mulutnya dengan sebuah luma..tan luma..tan. Juliana berusaha memberontak. Namun Ferdinand yang lebih dulu menahan perisai Juliana. Hingga ia tak bisa berbuat apa apa.
Dengan cara diam Juliana berharap jika Ferdinand akan melepaskannya. Namun prediksi Juliana ternyata salah. Lelaki itu berpikir diam adalah iya.
Ia melancarkan serangan yang telah lama tak pernah Juliana daatkan lagi. Reflek tubuh nya menerima sentuhan Ferdinand. Mulut dan tubuhnya berkata lain.
Ia juga mulai membalas pautan yang diberikan Fedinand. Tangan lelaki itu kini mulai berani menjelajahi seluruh tubuh Juliana. Hingga tanpa wanita itu sadari beberapa dari pakaian mereka telah terlepas.
__ADS_1
Juliana memejamkan matanya menikmati sensasi sentuhan Ferdinand. Sesungguhnya ia juga merindukan hal ini. Yang telah sangat lama tak pernah ia rasakan dari lelaki manapun. Maksudnya dari srigala manapun.
Ferdinand merasa jika ucapan Juliana hanya untuk membuatnya patah hati. Kenyataan nya Juliana bisa menikmati sentuhan yang ia berikan. Bahkan mulai berani untuk.membalas.
Bukan kah itu artinya bahwa Juliana masih sangat mencintai nya? Karna wanita hanya mau disentuh oleh lelaki yang ia inginkan. Yang ia cintai.
Pergulatan itu menjadi sangat panas. Udara dingin yang menembus masuk dari dinding kayu itu tak lagi mereka rasakan. Hanya keringat yang mulai membasahi semuanya.
Pelan pelan Ferdinand turun kebagian leher Juliana. Ia menuesap lembut tubuh wanita itu. Sementara tangannya sudah terselip diantara dua paha Juliana.
Suara desa..han Juliana memenuhi kamar kecil itu. Bahkan bisa saja sampai terdengar diluar. Semoga saja mereka yang diluar tak menghiraukan hiruk pikuk nafas dan desa..han yang terdengar nyaring dikamar itu.
Desa..han Juliana tertahan karena merasakan kenikmatan yang tiada duanya. Juliana menggenggam kepala Ferdinand dengan kedua tangannya. Sesekali tubuhnya bergetar karena nikmat dan geli yang diberikan lelaki yang ia tolak tadi.
"Ferdii... "
Ferdinand mempercepat laju lidah dan gerakan mulutnya. Hingga Juliana berteriak merasakan pelepasan pertamanya setelah sekian lama. Tubuh nya kembali bergetar. Ia tersandar pada tubuh Ferdinand.
Lelaki itu merapatkan tubuh Juliana kedinding kamar. Sambil berdiri ia menancapkan tombaknya kesemak belukar milik Juliana. Memompa maju dan mundur. Dengan tetap melu..mat bibir ranun merah Juliana.
__ADS_1
Nafas keduanya terasa sesak seperti pembaca sekarang kan? Wkwkwkw....
Mereka merasakan sensasi percintaan dibumbui kerinduan yang mendalam.
Ferdinand mempercepat laju pompanya. Ia memeluk erat tubuh Juliana. Juliana dalam posisi gendongan yang masih menautkan tombak milik Ferdinand. Ia mengangkat tubuh wanita itu dan menghentakan kebawah.
.
.
.
Bersambung..
Waaaah... gerah... panass...
wkwkkwkwkw
Tinggalkan Like and koment nya ya...
__ADS_1
salam cintoooh...