SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
29. 'Dia' yang misterius


__ADS_3

Dengan segera Marcho membakar habis kedua tubuh srigala itu. Dan hanya tersisa abu disekitar semak belukar.


"Aku pasti bisa menemukan Dia.. walaupun tanpa bantuan kalian.."


Marcho memperhatikan semua disekitarnya. Ia menandai tempat ini. Tak jauh dari Marcho berdiri memang terdapat sebuah rumah dari kayu yang terletak di perbukitan yang tinggi.


Marcho bisa melihatnya dengan jelas. Nampak atap bangunan itu sudah tertutupi rumput liar.


Tentu disana mereka bersarang. Aku harus pulang mempersiapkan segala sesuatu nya. Agar tak mengambil keputusan yang gegabah.


"Siapa disana?"


Marcho mendengar jejak kaki berlari tak jauh dari tempatnya. Ia melihat sekelebat bayangan yang berlari kencang.


Sial.. mereka mengetahui keberadaan ku...


Marcho berputar arah, ia berlari kembali ketempat semula sebelum sesuatu yang buruk terjadi padanya. Karna ia hanya seorang diri.


"Daddy..." Ares melihat bayangan Marcho berlari berlawanan arah dengan mereka.


"Cepat ikuti dia!!" Ajak Steven.


Danny juga mengikuti berlari mengimbangi Steven dan Ares. Kini mereka telah sampai diluar hutan. Marcho yang ternyata melihat anggota keluarganya sengaja berdiri menunggu diluar hutan.


"Kau tak apa apa nak?" Tanya Steven saat sampai didekat Marcho.


"Ya... Aku baik ayah... Salah satu dari mereka melihat ku." Jawab Marcho.


"Sebaiknya jangan bicara disini paman.. kita pulang saja." Ajak Danny yang mulai terlihat cemas.


"Danny benar Dad..."


Mereka berlari secepat mungkin untuk menghilangkan jejak. Dan sampai dikediaman Tores lagi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi March?" Eleanor bertanya setelah memberikan mereka secangkir teh masing masingnya.


"Aku mengikuti kedua kawanan itu. Tapi mereka mengetahui keberadaan ku sebelum sampai di sarangnya. Karna tak memberi petunjuk apa apa, aku membakarnya."


Penjelasan Marcho membuat Rubi sedikit terkejut. Ares merangkul pundak Rubi. Berusaha memberikan ketenangan pada kekasihnya.


"Ayahku adalah seekor srigala... Cobalah untuk terbiasa.." bisik Ares dengan senyuman menggoda.


Rubi melihatnya dan mengangguk. Walaupun dalam hatinya sangat takut.


"Lalu salah seorang diantara mereka ternyata mengintai ku" jelas Marcho lagi.


"Jadi kau sudah ditandai oleh mereka March?" Tanya Lyodra dengan nada meledek.


"Pasti mereka telah melihat apa yang kau lakukan pada kedua kawanan itu." Tambah Juliana memprediksi.


"Aku menunggu nya. Siapapun dia... Aku takan menunda lagi." Jawab Marcho penuh semangat.


"Tenanglah nak... Bahkan 10 orang seperti mu masih bisa ku atasi.." balas Marcho tertawa menjawab perkataan Ares yang terdengar meledek baginya.


"Bagaimana dengan mu Danny?" Tanya Steven pada Danny.


Steven sedikit tertarik pada Danny. Ia memiliki kemampuan yang belum pernah ia asah. Steven yakin, bahwa Danny bisa lebih hebat dari sekarang ini.


"Aku baik kek... Dan aku penasaran dengan gerakan kalian. Apakah lain kali aku bisa ikut kalian lagi?" Tanya Danny bersemangat.


"Tentu saja nak... Kami keluarga mu sekarang."


Jawab Marcho sambil menepuk nepuk pundak Danny. Pemuda itu ikut senang. Ia memberikan senyuman tampannya pada Lyodra.


Kenapa dia menatap ku?


Lyodra juga membalas senyuman Danny. Sebagai bentuk semangat dikeluarga ini.

__ADS_1


"Apa ayah kalian tak menyuruh kalian pulang?" Tanya Steven dengan sedikit tergelak.


"Tadi pagi ayah sempat menghubungi ku. Dan mungkin kami akan pamit sekarang." Kata Rubi menjawab pertanyaan Steven.


"Baiklah... Paman, kakek, gemma dan Lyodra. Sebaiknya kami pulang, agar Tuan Samuel tak marah. Sampai bertemu lagi."


Danny berdiri dan diikuti Rubi. Mereka pamit pada keluarga Ares.


Ares mengantarkan Rubi sampai naik kemobil Danny. Ia mengecup kening Rubi.


"Danny hati hatilah menyetir... Kau membawa kekasihku." Tegas Ares pada Danny


"Jangan lupa jika Rubi adalah adikku. Kau harus sopan padaku. Dan jaga Lyodra.. dia masih terpukul..." kata Danny menyombongkan diri.


Mobil Danny melaju ditengah gelapnya malam. Hanya diterangi temaram pencahayaan dari lampu jalan.


Ares kembali masuk kedalam rumah dan menutup pintunya.


"Bagus... Tanpa sengaja aku telah mendekatkan hubungan mereka dengan keluarga srigala ini. Aku harus beritahu pada Dia.."


.


.


.



Dukung Author dengan memberikan Like Vote dan koment menarik kalian. Sebagai Vitamin untuk Author agar semangat lagi dalam menulis karya.


terimakasih ..


salam cintooh

__ADS_1


__ADS_2