SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
15. Mendapatkan hatinya


__ADS_3

"Rubi... Aku benar benar..." Ucapan Ares terpotong.


"Menyesal?" Lanjut Rubi.


"Bukan itu maksudku..." Jelas Ares.


"Lalu apa?" Tanya Rubi.


"Aku hanya takut kau marah padaku..." Lanjut Ares


"Aku hanya terkejut dengan pergerakan mu.." jawab Rubi tanpa menoleh pada Ares.


"Benarkah...?"


Ares merasa sedikit senang dengan pernyataan Rubi padanya barusan.


"Ya... " Jawab Rubi singkat.


"Apa kau menerima ku Rubi?" Ares membalikan tubuhnya menatap Rubi.


Rubi menatap lama Ares yang mengharapkan penuh menerimanya. Dengan pelan ia mengangguk dengan wajah tersipu.


"Kau tak bercanda bukan?" Ares memastikan.


"Aku harap ini menjadi awal yang indah untuk kita."


Ares terbelalak mendengarkan jawaban Rubi. Ia tak tau harus mengekspresikan kebahagiaan nya seperti apa.


Sebuah pelukan bagi mereka mungkin sangat pas dengan momen baru ini. Namun Ares menahan dengan sekuat tenaga. Ia tak ingin membuat kesalah pahaman lagi.


"Apa yang kau pikirkan Ares? Kenapa hanya diam?"

__ADS_1


Rubi ingin menggali isi pikiran Ares saat ini. Ia melihat wajah tampan lelaki yang baru saja ia terima hatinya.


Dirinya juga ingin melakukan sesuatu untuk memperlihatkan Kebahagiaan mereka.


Keduanya sama sama berjibaku dengan pikiran mereka masing masing.


Mereka kini telah saling pandang. Aura kabut saling mengasihi telah menyelimuti hati masing masing.


Sekilas pikiran Ares tentang perkataan Roberto mengenai Rubi. Saat mereka bersatu mereka akan mendapatkan hal yang sesungguhnya.


Apakah Rubi juga sama dengan ku?


Aku akan bertanya disaat kami telah resmi bersama. Aku akan segera menikahi nya.


Untuk saat ini hanya saling memandang. Ia telah menemukan alasan untuk mencintai Rubi. Yakni Rubi sendiri.


"Ares.... "


Lirih suara Rubi seakan memintanya untuk mendekatinya. Tanpa ragu Ares mendekati Rubi dan memeluknya mesra.


Tanpa sadar Rubi semakin mengencang kan pelukannya. Tampak senyuman dibalik bibir Ares.


"Rubi.."


Ares melonggarkan pelukannya dan menunduk menatap Rubi. Dia mendekati wajah cantik wanita yang sekarang resmi menjadi kekasih nya.


Menyatukan kedua bibir mereka, Ares memperdalam ciuman nya saat tau tak ada penolakan dari Rubi.


Nafas kedua nya terengah engah. Ares melepaskan pagutannya sejenak. Dan kembali melanjutkan nya. Rubi bagai candu baginya.


Selama wanita itu tak menolak ia akan anggap itu sebagai lampu hijau baginya. Dan ia takan menyiakan hal ini lagi.

__ADS_1


"Ares .. hentikan"


Ares yang mulai menjelajahi leher jenjang nya hanya berhenti sejenak. Ia tersenyum saat melihat Rubi memejamkan mata menikmati sensasi yang ia berikan.


Tangan nya menyusuri pinggang Rubi dan masuk kedalam kemeja yang digunakan Rubi.


De..sahan lembut keluar dari mulut Rubi. Ia meremas lengan kekar Ares.


"Cukup .. Ares... Hentikan!"


Rubi menatap wajah Ares yang tersenyum padanya. Ia telah meraba bukit kembar Rubi dari balik bra.


"Menikahlah dengan ku... Aku ingin kau menjadi milik ku seutuhnya Rubi."


Ares langsung mengutarakan maksudnya dan melihat Rubi merapikan dirinya lagi.


Tanpa segan ia kembali memeluk Rubi. Agar wanitanya itu tidak malu.


"Kau bersungguh sungguh Ares? Kau bahkan belum tau siapa aku." Sanggah Rubi.


"Aku sudah semua tentang mu Rubi. Kita akan sama sama menyimpannya. Karna aku juga bagian dari mereka." Jelas Ares sedikit membuat Rubi bingung.


"Maksudmu?"


Kali ini Rubi serius dengan ucapan Ares. Ia sama sekali tak menyangka jika Ares bisa berkata seperti itu.


Apakah dia juga keturunan srigala?


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2