
"Apa Loli sudah tidur Marc?" Eleanor berbisik pada Marcho yang baru duduk keluar setelah menemani Loli.
"Ya... siapa dia bu?"
"Dia bibi sekaligus saudara mu.."
"Apa maksud ibu.?"
"Dia Lyodra Tores, putri Juliana dan Ferdinand Tores. Lebih tepatnya kakak dari ayah mu Syeven.. sayang. Karna aku dan Juliana saudara sepupu. Maka Lyodra juga keponakan ku. Jadi dia ada dua hubungan dengan mu dan juga dengan ibu."
Marcho menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal. Akan tetapi bingung dengan penjelasan Eleanor.
"Jadi selama ini kakek tak mengetahui keberadaan Lyodra?" Tanya Marcho berbisik pada Eleanor.
"Begitulah. Karna kakek mu juga mengalami kisah cinta yang rumit. Lebih rumit dari pada ibu dan ayahmu."
Eleanor sedikit tersenyum menatap Marcho dan kembali melihat pertemuan Lyodra dan Ferdinand.
"Steven... kemarilah."
Steven berdiri ia mendekati Ferdinand. Masih menatap tak percaya jika memang benar ia memiliki seorang saudari yang tentunya lebih tua darinya.
"Sekarang kau tak lagi sendiri Stev... ini Lyodra saudarimu. Putri ku dengan Juliana. Dan kalian masih saudara kandung."
Steven mengulurkan tangannya kearah Lyodra. Ia menatap seorang wanita yang terlihat masih seusia dengan Loli. Padahal berumur lebih tua dari nya.
__ADS_1
"Kenapa hanya bersalaman Stev... kau saudara ku. Kemarilah..."
Steven mendekati Lyodra yang langsung memeluknya sebentar lalu melepaskan lagi.
"Aku sangat senang ternyata aku mempunyai seorang saudara yang tampan." Lyodra menghapus air matanya.
Terlihat sebuah senyuman dibibir Steven. Ia juga merasa bahagia. Satu persatu Kemelut dikeluarga mereka telah teratasi.
"Lyo sayang... kau juga punya seorang keponakan. Itu dia... Marcho dia putra bibimu Eleanor dan Steven. Dan tentu kau sudah melihat istrinya Loli."
Juliana mendekati Lyodra merangkulnya. Sepertinya ibu ini masih belum melepas rindu dengan putri nya.
"Jadi apakah kalian sudah menikah?" Tanya Lyodra pada Ferdinand dan Juliana. Kedua nya tampak memerah.
"Tentu saja Daddy... aku sangat ingin mempunyai banyak keluarga seperti kalian, bukan kah begitu Stev?" Lyodra menyenggol lengan Steven yang berdiri disampingnya.
"Kurasa itu jalan yang terbaik..." jawab Steven mengembangakan senyuman diwajahnya.
"Hanya saja kuingin setelah Loli benar benar pulih. Karna aku sangat khawatir dengan keadaannya setelah menghadapi perjalanan jauh dan banyak terhirup asap hutan."
Juliana menatap Eleanor dan Marcho. Ia meminta persetujuan mereka. Karna tak mungkin merasakan bahagia disaat salah satu keluarga sedang sakit.
Beberapa jam yang lalu Off
"Lian bagaimana ini? Kenapa Loli begini setelah meminum ramuan mu." Eleanor mulai panik melihat keadaan Loli. Terlebih ia sedang hamil muda.
__ADS_1
"Tidak apa apa, itu hanya efek sementara. Nanti dia akan kembali segar lagi. Kalian jangan khawatir." Juliana berjalan keluar kamar. Karna diluar masih ada Lyodra dan Steven.
"Syukurlah. . Biarkan dia istirahat Ayah. Ayo kita keluar. Temui putrimu yang menunggu." Eleanor mengajak Ferdinand untuk.meninggalkan Marcho dan Loli.
"Sayang.. apakah mengandung anakku terasa berat bagimu? Aku rela bila harus melepaskannya. Kau begitu tersiksa sayang. Karna janin yang kau kandung bukan janin manusia biasa."
Marcho menggenggam tangan Loli. Ia membelai rambut Loli. Sesekali mengecup kening istrinya.
Berharap semua bisa dilalui Loli. Sebelum Juliana memberikan ramuan pada Loli. Ia sempat berkata pada Eleanor. Diam diam Marcho mendengarkan percakapan mereka....
'Eli.. janin diperut Loli sangat kuat. Ia sama dengan kita. Kurasa Loli takan mampu bertahan jika janin itu tak segera dikeluarkan. Ia akan sering merasakan hal panas dari tubuhnya.'
'Tapi apa Loli juga akan berubah seperti kita Lian?'
'Tidak.. dia akan tetap menjadi manusia biasa. Hanya saja... aku mengkhawatirkan keadaan tubuhnya. Kau lihat saja sekarang. Baru beberapa hari ia tumbuh dirahim Loli, keadaan Loli sudah lemah seperti ini.'
'Ya aku tau Lian. Kurasa juga tak mungkin jika mereka tak mempunyai keturunan bukan.'
.
.
.
Bersambung
__ADS_1