
Hi Dear...
Kenalin novel pertama othor... Wanita Tersayang
simak ceritanya ya...
Diantar Ketos
Mereka saling bertatapan, kemudian memasuki ruangan OSIS. Suasana sedikit canggung karna disana banyak senior OSIS.
Tapi tidak dengan Anin. Dia duduk ditempat yang kosong dan menyapa semua senior dengan senyumnya. Sementara Avi yang masih berdiri dekat pintu sesekali melirik Arash yang sejak tadi melihatnya.
"Jadi ini yang mau jadi anggota OSIS?" Tanya seorang senior yang bernama Tara.
"Iya, ini Avi dan yang disebelah lo Anin." jelas Arash pada temannya.
"Kenalkan kak, nama saya Anin." Anin mengulurkan tangannya pada teman Arash tadi.
"Oh, gw Tara." balas Tara menjabat tangan Anin.
"Nanti deh kenalannya, lo ga bisa lihat yang bening ya Tar" ucap Dinar.
"Gw Dinar, yang tadi Tara, ini candy, itu Roy, lalu Arkan, Zaki sebelahnya Luna, yang pake kacamata Cika dan yang disamping Arash ,putri. karna kita sekarang satu OSIS, jadi panggil nama saja ya. Palingan juga beda setahunan." Jelas Dinar kepada Avi dan Anin.
"Ya ka, eh dinar." jawab Avi.
Sebagai Ketos Arash menjelaskan bidang bidang temannya masing masing. Dua jam berlalu. Saatnya mereka pulang.
"Bey semua... " ucap Cika pada teman temannya.
Disahuti dengan anggukan dan senyuman oleh temannya.
"Avi, aku antar ya?"
"Eh kak Arash, ga usah deh. Avi sama Anin aja."
"Aninnya mana"
"Lagi ditoilet"
"Bukannya dia tadi bareng sama Tara?" ucapan Arash membuat Avi kesal dan melihat kiri dan kanan.
"Vi... aku duluan ya, diantar sama kak Tara.. dadaaah" ucap Anin sumringah kearah Avi.
"Awas lo besok Nin, nyebelin tu anak" gumam Avi, yang tentunya terdengar oleh Arash.
"Udah yuk aku yang antar" Avi mengangguk dan mengikuti Arash berjalan ketempat parkir.
"Pake helm nya ya." Avi mengambil helm yang diberikan Arash. Tak berapa lama Arash melajukan motornya.
Canggung yang Avi rasakan saat duduk diatas motor Arash.
Duh.. kalau mama lihat gawat nih, dikira aku pacaran lagi. batin Avi
"Kenapa kak Arash ga tanya dimana rumah aku" tanya Avi spontan memecah ketegangan antara mereka.
"Aku sudah tau" jawab Arash singkat.
__ADS_1
Mungkinkah waktu dia ikuti aku diatas angkot ya? sehingga dia tau dirumah ku. Tapi kok ga kelihatan... aneh ni orang. batin Avi
"Disini aja kak, udah dekat kok" kata Avi sambil mukul mukul pelan pundak Arash.
"Bukannya masih dekat? ngapain berhenti disini. Udah sekalian aja ya!" jawab Arash.
Avi hanya bisa diam tak berani membantah kata kata Arash lagi.
Tak lama motor pun berhenti didepan warung mama Lena, karna Avi menyuruh berhenti disana.
"Makasi ya kak" ucap Avi sambil menyodorkan helmnya pada Arash.
"Ga disuruh mampir dulu nih..." goda Arash
"Eh... i-iya.. mampir dulu kak" Avi terpaksa mengajak Arash turun.
Diwarung mama ternyata ada Rahman yang sedang bertamu. Mama melihat Avi datang dengan seorang pemuda pun buka suara.
"Sudah pulang nak?" Tanya mama pada Avi. Dan Avi memghampiri mama.
"Sore buk" Sapa Arash sopan.
"Sore juga nak. Teman Avi ya?" Tanya mama pada Arash.
"Ini kak Arash ma, Ketua OSIS disekolah Avi." dia mengenalkan Arash pada mama.
"Kenapa pulangnya telat sayang? dua jam lho" kata mama sambil mengajak mereka duduk.
"Maaf buk, Avi telat pulangnya. Karna sekarang Avi jadi anggota OSIS. Tadi perkenalan sekaligus menerima jabatan dibidang masing masing, sambil menggantikan posisi kakak kelas yang sudah lulus, maaf ya buk" jelas Arash panjang lebar.
Avi tersenyum melihat Arash menjelaskan kepada mama.
Deg...
"Ooo... seperti itu...." jawab mama singkat seperti adegan tukang ojek pangkalan.
"Lain kali kabari mama ya, biar ga cemas." melihat kearah Avi.
" Makasi nak Aras udah mau ngantar Avi. Sekalian aja makan siang dulu ya, pasti belum makan kan?"
"Makasi buk, saya pulang saja" jawab Arash pada mama, dan melihat pada Avi supaya Avi juga ikut mengajaknya tetap tinggal.
"Ga pa apa kak, Makan dulu aja. Nasi soto mamaku terkenal endang disini." Kata Avi senyum pada Arash.
Deg...
deg...
Ya Allah, nikmat mana lagi ini... batin Arash
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata melihat kejadian ini dan dia merasa kesal. Tak lain adalah Rahman. Pemuda yang sepertinya menaruh hati pada anak mama Lena. Dia seperti mendapatkan saingan untuk memikat hati gadis manis tersebut.
.
.
.
__ADS_1
Disekolah
"Vi, maaf ya.. kemaren aku pulang sama kak Tara. Habis dia ganteng sih, jiwa jomblo ku ga bisa nolak bebih.." Kata Anin sambil menggandeng tangan Avi menuju kelas.
"Iya sayang kuh... santai ajah." jawab Avi simple.
"Tunggu dulu... wait, kemaren kamu pulang sama siapa? kok anteng anteng aja. Biasanya marah aku tinggal pulang. Tidak seperti biasanya" kata Anin meletakan telujuknya didagunya.
"Jadi? Aku perlu marah marah? guling guling kasur gitu?" jawab Avi asal.
"Yee... syukur deh. makasi suamikuh.." jawab Anin sambil memonyongkan bibirnya kearah Avi.
"Iya istrikuh bawel...." jawab Avi senyum.
.
.
Ruang OSIS
"Roy... dimana data anggota baru kemaren?" tanya Candy
"Nih... ga lihat lo ada disini." jawab Roy sambil menyodorkan kepada Candy.
"Idih... bilang aja kalee" jawab Candy lagi.
" Nanti sepulang sekolah kita meeting ya. Karna disini masih banyak posisi yang kosong. Sambil membahas sesuatu yang perlu." ucap Arash tegas.
Mereka semua mengangguk. Dan kembali kekelas masing masing. Masih tertinggal Avi Anin dan Arkan.
Yah.. pulang telat lagi. batin Avi
Arash yang melihat Avi sedikit keberatan. Kemudian mendekatinya.
"Ga bakalan lama kok vi, palingan telat sejam. Nanti aku yang izinin ke mama." Avi kaget karna Arash sepertinya bisa mendengar pikirannya.
"Iya kak, makasi." jawab Avi.
"Kyaaa..... ada yang udah ketemu camer nih..ahahahah" Teriak Arka tiba tiba mereka sontak tertawa.
"Apaan sih lu... diem" Arash memerah dan keluar dari ruangan OSIS.
"Yee... dia malu... dasar Arash ahahha...
Ya udah sampai ketemu nanti ya..." ucap Arkan pada Avi yang Anin yang masing bingung melihat tingkah kedua seniornya itu.
.
.
.
Bersambung...
kepoin kuy...
salam Cintooooh..
__ADS_1
Calisa Ardi πβΊοΈππππππ