
"Ayo tidur.. kurasa ia takan masuk kesini." Steven menarik tangan Eleanor kearah tempat tidur.
Belum sampai ditempat tidur sesuatu yang keras menghantam kaca jendela kamar mereka. Pecahan kaca bertaburan sampai kearah Eleanor dan Steven berdiri.
"Tenang lah..." Steven mencoba mematung ia menggenggam tangan Eleanor.
"Grrr...grr...." makhluk itu mengendus sekeliling ruangan ia menatap dua sosok berwujud manusia yang berdiri mematung.
Eleanor bersiap siap jika makhluk itu menyerang mereka. Tubuhnya sudah dilelilingi hawa panas. Pelan pelan Eleanor dan Steven berubah menjadi srigala.
Eleanor berlari kearah makhluk itu hendak menerkamnya. Tapi tiba tiba berhenti. Steven yang melihatnya pun berhenti melihat kearah Eleanor.
"Ferdinand?"
Eleanor kembali berwujud manusia. Ia menatap makhluk aneh didepannya. Tubuh nya panas. Steven mendekati dan menarik tangan makhluk yang dikira Ferdinand.
"Akhirnya aku menemukan kalian..." Kini wujud Ferdinand telah bisa dikenali kembali.
"Ayah..." Steven memeluk Ferdinand. Telah berpuluh tahun mereka tak bertemu.
"Kau masih mau memeluk ku Stev?" Ferdinand heran dengan tingkah Steven.
"Kami akan mencari cara agar kau kembali lagi Ayah." Steven meyakinkan Ferdinand.
Ketika mereka sedang didalam kamar Eleanor dengan kondisi yang berantakan. Seseorang terlihat menatap dari kejauhan. Ia menikmati moment pertemuan Steven dan Ferdinand.
__ADS_1
Eleanor menyadari ada seseorang yang sedang mengintai mereka. Pelan pelan ia berjalan mundur. Lalu dengan aba aba, ia mengambil gerakan cepat sampai berada tepat disamping orang itu.
"Marcho..."
Marcho yang tau akan kedatangan Eleanor membalikan tubuhnya menatap wanita cantik itu.
"Anakku..."
Tanpa aba aba Eleanor langsung memeluk Marcho. Pria itu terkejut. Tak sengaja ia meneteskan airmata.
"Ibu..." Marcho membalas pelukan Eleanor.
Beginikah rasanya kehangatan saat seorang ibu memeluk anaknya. Aku sangat merasa nyaman.
Steven melihat kearah Eleanor. Ia menghampirinya. Alangkah terkejutnya Steven, putra yang sangat ia rindukan kini hadir didepan matanya.
"Kakek... apa kau baik baik saja?" Marcho menyapa Ferdinand.
"Sudah beberapa malam ini kau tak pernah menemui ku lagi Marc." Ferdinand mengeluh pada Marcho.
Steven menatap hangat putra nya. Ia mendekati Marcho dan langsung memeluknya.
"Ayah..." Marcho membalas pelukan Steven.
"Bagus sekali anggota keluarga sekarang telah berkumpul disini. Jadi aku tak perlu lagi mencari kalian kesana kemari."
__ADS_1
Sesosok bayangan hitam mengelilingi mereka. Ia mulai menampakan diri pada mereka yang ada diruangan itu.
"Roberto... ada apa?"
Eleanor sangat ingin tau apa perihal yang akan disampaikan Roberto. Karena selama ini Roberto kerap kali membantu mereka.
"Kau bisa kembali Ferdinand. Jika kalian bisa mencari keturunan Srigala di gunung Rosten. Ia bernama Juliana. Ia menjaga bunga Rosten berwarna ungu yang hanya tumbuh selama seminggu dalam setahun. Jika Ferdinand memakannya kurasa Ferdinand akan kembali kepada kalian. Tapi aku tak tau selanjutnya..." Roberto menjelaskan panjang lebar.
Semua terdiam mendengarkan. Karena mereka baru kali mendengar gunung Rosten. Dimana tempat nya mereka juga tidak tau. Dan tumbuhan itu bentuk dan rupanya mereka juga tak mengenalnya.
"Aku akan memberi petunjuk. Dia berada diutara dari tempat mu ini Eleanor. Dan ini hari ketiga bunga itu tumbuh, kalian mempunyai waktu 4 hari dari sekarang. Bergegaslah jika kalian tak ingin melihat Ferdinand menjadi debu." Roberto menghilang seperti bayangan yang ditiup angin.
"Aku akan mencarinya demi kakek." Marcho menatap kedua orang tuanya dan Ferdinand.
"Aku tau sayang, kami akan menemani mu. Supaya pencarian kita lebih cepat" uccap Eleanor pada putranya.
"Pergilah berburu, kami akan menunggu mu disini." Steven bicara pada Marcho sambil menyentuh pundaknya.
"Baiklah, aku juga akan bilang pada istriku" Marcho segera keluar dari rumah itu. Ia berlari kencang dengan wujud srigalanya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..