
Marcho dan Lyodra berjalan pelan dengan wujud manusia mereka. Karna akan lebih mudah bersembunyi ditengah hutan.
"Benar dugaan mu... Dia atas sana. Dan ayah tepat dibawahnya." Tunjuk Marcho pada Lyodra.
"March... seperti nya dia melihat kita..." Lyodra berdiri diam sambil melirik Marcho.
Marcho langsung melihat kearah pemilik bayangan hitam tersebut. Dia menghilang dan telah berdiri dibelakang Lyodra dengan mencekik leher Lyodra.
"Lepaskan dia!!" Teriak Marcho.
Steven, Juliana dan Eleanor pun memandang kearah Lyodra dan Marcho.
Marcho berwujud srigala mencoba melakukan penyerangan pada bayangan hitam dibelakang Lyodra. Namu ia tetap saja mengelak dengan mengandalkan Lyodra sebagai tamengnya.
'Lyo... Rubah lah dirimu sekarang...' suara Eleanor terdengar ditelinga Lyodra.
Dengan cepat Lyodra merubah wujudnya menjadi seekor Srigala dan langsung mengunci bayangan itu dengan terkamannya.
Steven berlari dan memegangnya.
"Siapa kau?"
"Ahahahahha... Kalian takan bisa menangkap ku..."
Seketika bayangan itu hilang dari pegangan Steven. Mereka cukup geram dengan ancaman yang diberikan bayangan misterius tersebut.
"Ares..."
Mereka berlari kearah Ares yang sedang menggigit daging banteng hutan liar. Kali ini ia benar benar menyantap makanan nya dengan lahap.
"Kau lihat Eli... Dia keturunan Blanco Garnier. Banteng hanya masalah kecil baginya. Dia akan bisa mengalahkan apapun dihadapannya." Juliana bangga akan kemampuan Ares.
"Sayang sekali kita melewatkan bagaimana ia mengalahkan banteng liar itu." Jawab Eleanor dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mu sayang?" Tanya Juliana pada Lyodra.
"Leher ku masih terasa sakit mom.. Ia mencekik dengan tenaga yang besar." Jawab Lyodra memegang lehernya.
"Sebaiknya kita pulang. Seekor Rusa dan banteng sudah cukup hari ini. Nanti akan kita awetkan. Agar tetap segar." Steven menarik rusa yang diburu nya tadi.
"Ares... Cepat selesaikan makan mu, dan segera bawa daging itu pulang." Perintah Marcho pada Ares yang masih makan.
Mereka berjalan ditengah malam menuju kediamannya.
"Mereka pikir akan bisa menangkap ku? Aku yang tak terkalahkan. Bahkan oleh Blanco sendiri. Jika dia masih hidup ahahahha"
Seseorang memperhatikan keluarga Tores sedang memasuki rumah mereka.
"Ternyata mereka hanya 6 orang. Jumlah yang sangat kecil yang telah membakar hangus keluarga ibuku." Gumamnya.
Dia adalah pria tua Samuel. Dengan banyak kemampuan. Sengaja mengikuti dan meneror keluarga Tores. Agar mereka lebih dulu merasakan ketakutan.
Kemudian dia menghilang, kediaman Tores yang terlihat sunyi. Malam semakin larut. Mereka merebahkan tubuh untuk sekedar mencari kenyamanannya lagi.
...****...
"Selamat datang Dokter, Senang anda bisa kembali beraktivitas lagi."
Sapa dari seorang Dokter yang sengaja berbasa basi menyambut kehadiran Lyodra dirumah sakit.
"Terimakasih..." Ucap Lyodra. Lalu meninggalkan beberapa orang Dokter dengan banyak wajah tersebut.
"Dokter Lyodra..." Rubi memanggil Lyodra yang akan memasuki ruangannya.
"Selamat pagi Rubi..." Sapa Lyodra.
"Pagi juga Dokter. Kau baik baik saja? Jangan datang sampai kau benar benar siap..."
__ADS_1
Lyodra mempersilahkan Rubi untuk masuk kedalam ruangannya. Ia tersenyum dengan ramah mendengar perkataan Rubi.
"Tidak apa apa sayang. Aku sudah baik baik saja. Semalam aku makan banyak daging rusa segar. Dan itu memberikan aura positif untuk ku. Jangan khawatir." Jelas Lyodra menyusun berkas berkas yang bertumpuk diatas meja kerjanya.
"Jadi kalian semalam berburu? Pantas saja Ares tak mengangkat teleponku." Gumam Rubi.
"Kau semalam menelpon Ares?" Tanya Lyodra penasaran.
"Benar... Tapi... Apakah daging rusa itu benar benar enak?" Tanya Rubi iseng.
"Tentu saja... Bagi kami keturunan srigala." Jawab Lyodra ramah.
"Syukurlah Dokter baik baik saja. Aku senang mendengarnya." Jawab Rubi senang.
"Tentu saja sayang... Kita boleh bersedih, namun tetap pada kadarnya. Jika berlebihan akan terlihat memalukan. Terdapat kepura puraan didalamnya. Dunia hanya tempat mu berlibur..." Jelas Lyodra menenangkan hatinya juga.
"Benar Dokter. Tapi... Ada sesuatu yang mengganjal dihatiku..." Gusar Rubi.
"Apa itu?" Selidik Lyodra.
"Aku dan Danny kembar, namun kenapa hanya Danny yang mendapat berkah itu... Sedangkan aku, tak merasakan apapun."
Lyodra menceritakan hal yang selama ini ia rasakan.
"Benarkah?"
.
.
.
__ADS_1