SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
46. Hidup berdampingan


__ADS_3

"Aku mendengar banyak mulut dari kisah ini. Jika bisa membantumu, akan kukatakan." Jawab Steven berlagak tidak tau apa apa.


Ia sempat mendengarkan kabar, jika pria bertubuh besar bernama Samson mewarisi dua keturunan kedua orang tua nya.


Dan Steven harus bisa mendekati anak itu dengan cara baik baik. Agar tak terjadi lagi pembalasan dendam yang tak masuk akal.


"Terimakasih atas bantuan anda Tuan." Jawab Samson ramah. Ia membantu Steven membawa tumpukan daging untuk dibawa kekediaman mereka.


Aku akan mendekatkan kau pada keturunan Tores yang sangat dibenci ayah mu nak, memberikan kehangatan sebagai keluarga agar dendam dihatimu memudar...


Steven terlihat senang hari ini. Setelah sampai dirumah mereka. Steven menemui keluarganya dengan membawakan daging.


Sementara Samson duduk di kursi halaman mereka. Steven memberitahu keluarga mereka agar tak menyebutkan nama belakang mereka pada pria bertubuh besar yang sedang memandang bunga bunga indah Juliana.


"Maafkan aku lama. Istriku tertidur. Jadi aku harus membangunkannya." Alasan Steven keluar dengan membawa dua cangkir kopi.


"Aku menyukai rumah anda Tuan..." Puji Samson tersenyum menerima secangkir kopi dari Steven.


"Ini rumah peninggalan keluargaku.. kakek ayahku yang membangun. Kami hanya menjaga dan merawat nya." Kata Steven merendah.


Mereka menyesap kopi hitam buatan Steven. Sementara itu Juliana dan Eleanor melihat mereka dari jendela.


"Anak itu benar benar mempunyai dua kekuatan keturunan orang tuanya. Eli... Sebaiknya kau temui dia. Aku akan panggil Lyodra sebentar."


Eleanor berjalan kehalaman depannya. Ia menyapa Samson dan berkenalan. Mereka terlibat obrolan hangat.


"Lyo... Kemari sayang... Kau lihatlah dari jendela kamar mu.." senyum Juliana saat menghampiri Lyodra sedang mengetik sesuatu dilaptopnya.


"Ada apa Mom?"

__ADS_1


Ia juga mengikuti perkataan Juliana dan dengan rasa penasaran yang tinggi ia melihat kearah pria yang bertubuh besar dan kekar.


"Siapa dia?" Tanya Lyodra masih menatap pria itu.


"Dia Samson... Keturunan srigala dan phyton. Lelaki impian mu sayang .." goda Juliana yang juga mendekati jendela.


"Impian Lyodra kecil mom..." Jawab Lyodra tersenyum.


"Dia tampan..." Puji Juliana.


"Apakah kau ingin menjodohkan ku dengan nya?" Tanya Lyodra tercengang.


"Jika bisa mendamaikan keluarga... Kenapa tidak?" Jawab singkat Juliana berjalan meninggalkan kamar Lyodra.


"Mommy .." teriak Lyodra manja.


"Aku tunggu dibawah sayang.... Bergabunglah." Ajak Juliana kemudian menutup pintu kamar Lyodra.


"Aku menyukai seorang bocah..." Lyodra terkekeh sendiri. Ia meneruskan pekerjaannya. Tanpa menghiraukan ajakan Juliana untuk berkenalan dengan Samson.


Juliana juga menyusul Eleanor. Ia menyapa ramah tamu mereka yang bukan manusia biasa kali ini.


"Panggil aku Gemma sayang .. aku sudah mempunyai cucu dan cicit." Jawab Juliana menepuk pelan lengan Samson.


"Aku Samson Gemma. Tadi tak sengaja bertemu dengan Tuan Steven dan kami berburu bersama." Jelasnya ramah.


"Berburu? Kami sangat jarang menemukan bangsa keturunan nak. Jadi dia mungkin sangat senang Sampai mengajak mu kesini..." Ucap Juliana dan duduk dikursi yang kosong.


"Aku hanya senang bertemu anak muda yang bertubuh besar ini. Sayang sekali ... Aku tak mendapatkan tubuh idaman para pria seperti ini." Keluh Steven diiringi canda tawa.

__ADS_1


"Bagiku kau sudah hebat sayang..." Puji Eleanor pada suaminya.


Juliana mengetahui maksud Steven membawa Samson. Jadi mereka ingi memberikan rasa kehangatan keluarga yang tak pernah anak itu dapatkan.


"Jadi kalian semua keturunan srigala?" Tanya Samson dengan wajah sumringah.


"Masih ada beberapa lagi Anggota keluarga kami nak, sekarang mereka sedang bekerja. Aktivitas sebagai manusia." Jawab Eleanor lembut.


"Dan kalian benar benar berburu hewan untuk bertahan hidup?" Tanya nya lagi penasaran.


"Semua ada aturannya sayang. Walaupun sebenarnya manusia lebih lezat. Tapi kami ingin hidup dalam damai. Berdampingan dengan manusia lainnya. Melakukan aktivitas rutin juga seperti mereka. Jadi keberadaan bangsa kita tak terlalu mencolok sayang, walaupun mereka tau.. tak ada ketakutan dalam hidupnya." Jelas Juliana dengan lemah lembut.


"Rupanya begitu...


Apa aku boleh mencoba?" Tanya nya antusias.


"Kenapa tidak? Cobalah daging rubah yang kau buru tadi nak..."


Steven meletakan seporsi besar daging diatas meja kecil yang baru saja ia bawa dari dapur.


.


.


.



Jangan lupa Dukungannya ya bebs... 😘😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih .. cintoh


__ADS_2