
"Dih kok maksa." goda Ethan.
"Iih kamu ngeselin." Elina mencubit pinggang Ethan.
"Auw, sakit yang." ringis Ethan tapi itu hanya sebuah kebohongan saja, karena cubitan Elina tidak ada rasanya sama sekali buat Ethan.
"Permisi...."
"Maaf kami sudah mengganggu, ini pesanan anda." lanjut pelayan itu merasa bersalah karena sudah mengganggu kegiatan tamunya.
"Letakkan di meja." balas Ethan dingin.
Sedangkan Elina yang malu malah semakin menenggelamkan kepalanya di dada Ethan, Elina merasa sangat nyaman berada di sana karena memang dia sudah lama tidak mendapatkan pelukan seperti ini.
Setelah meletakkan pesanan mereka, pelayan itu pun pergi, tak lupa mereka menutup pintu ruangan VIP itu kembali.
"Makan yuk, kamu pasti belum makan kan?" tanya Ethan sambil mengelus rambut Elina dan di balas Elina dengan gelengan kepalanya.
"Suapin." manja Elina setelah melepaskan pelukannya dari Ethan.
"Manja banget sih, sini aku suapi." balas Ethan mencubit hidung Elina gemas.
"Biarin, udah lama aku gak manja manja sama kamu." balas Elina.
"Salah sendiri kenapa pakai acara marah segala." balas Ethan.
"Aa...." Ethan menyuapi Elina dengan telaten, terkadang Ethan juga membersihkan sisa makanan yang ada di sudut bibir Elina.
"Kamu tidur di mana?" tanya Ethan setelah mereka berdua selesai makan.
"Di hotel." jawab Elina.
"Nanti ikut aku tidur dan di apartemen aku ya." ajak Ethan."Gak mau ah, enakan dia hotel." tolak Elina.
"Oke kalau itu mau kamu, Aku ikut kamu pergi ke hotel." balas Ethan.
"Mana bisa seperti itu, kamu ya harus tidur di tempat kamu, sedangkan aku ya di tempat aku."
"Kamu gak kangen sama aku hmm, lagian kamu'juga harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan singa yang sudah lama tertidur." balas Ethan yang membuat bulu kuduk Elina berdiri.
"Jalan jalan yuk." ajak Elina menggalakkan pembicaraan, karena dia takut kalau Ethan akan menerkam dirinya di sana.
"Yuk, kamu mau jalan jalan kemana?" tanya Ethan.
__ADS_1
"Terserah kamu aja, yang pasti ke tempat tempat yang belum pernah aku datangi." balas Elina.
"Ya sudah kita pergi ke markas saja."
"No, aku gak mau kalau ke sana, aku mau lihat tempat tempat yang indah, dengan udara yang sejuk." tolak Elina.
"Emmm... sepertinya aku tahu harus membawa kamu kemana." balas Ethan.
mereka berdua pun pergi dari sana menuju tempat yang ingin Ethan tunjukkan pada Elina.
...**...
Sementara itu di Indonesia Richard sudah menyiapkan segala hal untuk menangkap musuh musuhnya, dia tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang di dunia ini.
Setelah mendapatkan email dari Ethan tadi rahang Richard mengeras, dia merasa marah karena mereka membuat masalah dengan dirinya di saat dia sedangkan tertimpa masalah.
Maka dari itu Richard tidak akan membiarkan mereka hidup berkeliaran di dunia ini lagi, dia akan membasmi mereka semua.
"Andrew apakah kau sudah menyekap si nenek lampir?" tanya Richard pada Andrew.
"Sudahlah, malah seharusnya dia sudah ada di neraka kalau kau tak menghentikan ku." balas Andrew.
"Tidak semudah itu, Kuta harus menyiksa mereka terlebih dulu. Apa kau rela membiarkan orang yang sudah membuat hidup adik kita hancur mati dengan mudah hmm?" balas Richard yang membuat Andrew berfikir.
"Lalu mau kau apakan dia?" tanya Andrew.
"Kasih obat ini pada tuh orang, buat dosis yang lebih besar agar efeknya lebih bagus. Nanti dia akan merasakan sakit yang amat luar biasa di bagian pinggangnya, karena obat ini akan langsung menyerang kedua ginjalnya." jelas Richard memberikan satu botol obat pada Andrew.
"Terus habis itu buat dia bekerja menggunakan tenaga yang banyak, seperti mencuci gosok ataupun membersihkan suatu tempat." lanjut Richard.
"Wah, aku tidak menyangka kalau pembalasan dendam seorang psikopat itu sangatlah mengerikan." balas Andrew kagum sekaligus ngeri dengan tindakan Richard.
"Dan semua itu akan aku lepaskan setelah masalah ini selesai." balas Richard sambil tersenyum menatap ke langit.
Dia membayangkan kalau Diandra tengah melihatnya dari atas sana.
"Apakah kamu yakin akan melepaskan ini semua?" tanya Andrew.
"Iya, aki sudah berjanji dan aku akan membuktikan pada Diandra yang sudah berada di sana kalau aku bisa menuruti perintahnya untuk meninggalkan dunia gelap ini." balas Richard.
"Aku kagum sama kamu, karena kamu dapat mencintai wanitamu dengan tulus bahkan sampai dia tidak ada sekalipun." kagum Andrew.
"Dia adalah hal yang paling indah yang aku punya." balas Richard.
__ADS_1
"Segera laksanakan perintah ku, dan aku juga akan mengurus kedua kurcaci itu." lanjut Richard tak ingin membuang-buang waktu lagi.
"Baiklah, aku pergi dulu." pamit Andrew dan langsung pergi dari sana.
Richard juga pergi dari ruangannya, dia akan memerintahkan anak buahnya untuk memantau pergerakan dua orang yang takkan lain adalah Doni dan Fia.
Untuk Dito Richard sendiri yang akan melakukannya.
...**...
Saat ini Dito sedang berada di perusahaannya, dia menggambil semua data perusahaan yang dia punya untuk dia simpan sendiri.
Dito juga menggambil semua uang yang ada di perusahaan tanpa sepengetahuan orang lain, bahkan kedua kakaknya pun tidak ada yang tahu.
Setelah mendapatkan semuanya Dito langsung pergi ke suatu tempat, dia pergi ke apartemen Andrew, tepat dimana Rena ada di sana.
Tanpa Dito ketahui, ternyata pergerakannya tengah di pantau oleh seseorang dari kejauhan.
Sampai di apartemen Andrew Dito langsung mengetuk pintu apartemen Andrew.
"Iya sebentar." ucap seseorang dari dalam.
Ceklek.
Pintu terbuka dan Rena langsung mematung ditempatnya.
Dia lupa pesan Andrew untuk tidak membukakan pintu apartemen kalau ada tamu yang datang, dan sekarang dia harus bagaimana.
Rena akan menutup pintu kembali tapi langsung di tahan oleh tangan Dito, Dito menerobos masuk ke dalam apartemen Andrew dan mengunci pintu itu dari dalam.
"Kamu mau apa di sini, keluar sebelum nanti kak Andrew tahu dan akan menghabisi kamu." ucap Rena mengusir Dito.
"Tenang, aku gak akan berbuat jahat sama kamu, aku hanya akan memberikan sesuatu buat kamu." balas Dito agar Rena tidak panik.
"Aku minta kamu terima semua ini, mungkin ini pemberian terakhir aku sebelum nanti aku pergi." ucap Dito memberikan tas kerjanya pada Rena.
"Apa itu isinya?" tanya Rena takut menerima tas itu.
"Kamu jangan takut, di dalamnya hanya ada berkas berkas dan ada beberapa kartu ATM yang di dalamnya ada beberapa jumlah uang." jelas Dito.
"Nanti pin ATM nya sama, tanggal jadian kita waktu itu." lanjut Dito.
...*** ...
__ADS_1