Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#99


__ADS_3

Tok tok tok.


Pintu ruangan Ethan di ketuk, Ethan yang masih sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruangannya.


"Iya masuk." ucap Ethan menyuruh orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk segera masuk.


Ceklek.


"Ada apa?" tanya Ethan dingin.


"Apakah aku mengganggumu?" ucap seseorang yang suaranya sangat tidak asing buat Ethan.


Dengan cepat kepala Ethan melihat siapa orang yang masuk ke dalam ruangannya.


"Elina." kaget Ethan dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Sesibuk itu ya, sampai aku datang ke sini aja kamu tidak tahu." ucap Elina berjalan menghampiri Ethan.


"K-kok kamu bisa ada di sini, apakah di Jakarta masalahnya sudah selesai?" tanya Ethan gagap.


Lihatlah penampilan Ethan saat ini, rambut yang acak-acakan dasi yang sudah tidak berada di tempatnya dan lengan kemeja yang dia gulung sampai sikutnya.


Tapi semua itu tak ayal membuat Ethan semakin terlihat tampan, apalagi dua kancing kemeja bagian atasnya yang dia buka membuat Elina bisa melihat dada bidang Ethan yang banyak di tumbuhi bulu bulu tipis.


"Masalah di Jakarta sudah tuan Richard selesaikan sendiri, dan dia menyuruh aku untuk datang membantu kamu di sini." jawab Elina.


"Ngapain sih kamu pakai turuti kemauan dia segala, padahal ini masalahnya udah mau selesai."


"Oh ya, apakah kamu menjalankan ide yang aku kasih kemaren?"


"Iya, dan benar apa yang kamu katakan kalau aku bisa menyelesaikan semuanya."


"Wah bagus dong, berarti nanti aku jadi dapat traktiran makanan dari Sabang sampai Merauke." canda Elina.


"Hahaha... ternyata kamu mengingatnya, baiklah nanti akan aku traktir kalau aku mendapatkan jadwal libur dari tuan Richard."


"Oke del, aku tunggu waktunya." balas Elina.


"Iya kamu tunggu saja, bentar aku masih mau mencari tahu siapa pelaku dalang dari semua ini." ucap Ethan kembali duduk di kursi kerjanya.


"Kenapa kamu masih mencari tahu, tanpa kamu cari tahu juga sudah jelas siapa pelakunya." ucap Elina membuat Ethan yang tadi menatap ke arah laptop kembali menatap Elina lagi.


"Siapa?" tanya Ethan.

__ADS_1


"Apakah kamu lupa, siapa musuh keluarga Ghilbert yang masih suka mengusik kehidupan tuan Richard?"


"Doni?"


"Iya lah mereka, mau siapa lagi." balas Elina yakin.


"Tapi untuk lebih jelasnya kamu bisa mencari tahu agar tidak ada kesalahpahaman nantinya." lanjut Elina.


"Baiklah kamu bisa tunggu aku sebentar di sofa sana biar aku selesaikan ini dulu." suruh Ethan.


Elina melihat sofa yang Ethan tunjuk, dia tidak tertarik dengan tempat itu. Elina malah berjalan sampai di samping Ethan.


"Sini aku bantu." ucap Elina dan menunduk untuk membantu Ethan.


"Ehh gak usah, biar aku saja. Kamu pasti juga kan butuh istirahat sehabis perjalanan dari Indonesia ke sini." tolak Ethan.


"Udah sini biar aku saja, lagian aku lihat lihat kamu juga pasti belum mandi kan dari kemaren, mending kamu mandi biar aku yang selesaikan ini semua." balas Elina membuat Ethan malu.


"Ya sudah aku pergi mandi dulu." pamit Ethan berdiri kembali dari tempat duduknya.


Ethan pergi dan Elina pun menduduki tempat duduk Ethan tadi.


Ethan belum menyadari bagaimana pakaian Elina, karena tadi waktu melihat Elina pikirannya sedang bercabang kemana mana memikirkan banyak masalah.


"Tuh kan benar apa kataku tadi, kalau semua ini emang perbuatan mereka." ucap Elina menatap layar laptop yang ada di depannya.


Ceklek.


Pintu ruangan yang ada di dalam ruangan Ethan terbuka, Ethan keluar dari sana menggunakan celana kain ketat serta kemeja yang dia masukkan ke dalam celana, dan rambut Ethan yang sudah rapi membuat Ethan terlihat semakin gagah.


"Gilak sekarang Ethan ganteng banget, mana tubuhnya makin hot lagi." batin Elina yang melihat Ethan.


"Apakah kamu sudah menemukannya?" tanya Ethan berjalan menghampiri Elina.


"Su-sudah." jawab Elina agak gugup karena takut ketahuan memandangi Ethan.


"Kamu kenapa?" tanya Ethan.


"Tidak aku tidak kenapa-kenapa kok, oh iya ini data datanya kamu bisa menyalinnya langsung." Elina mengalihkan pembicaraan.


Elina bangkit dari tempat duduk kebesaran Ethan dan Ethan pun langsung duduk di sana.


"Ternyata benar apa yang kamu katakan, mereka adalah pelakunya." ucap Ethan setelah membaca data datanya yang ada di depannya.

__ADS_1


"Kan udah sudah bilang, semuanya itu sudah jelas." balas Elina yang berdiri di samping Ethan.


Ethan langsung menyalin data data itu dan mengirimkannya pada Richard.


"Apakah tuan Richard sudah baik baik saja?" tanya Ethan penasaran.


"Sepertinya seperti itu, tapi gak tahu lagi karena orangkan bisa terlihat baik baik saja di depan kita rapi kita tidak tahu bagaimana hatinya." jawab Elina.


"Iya juga sih." setuju Ethan.


"Oh iya kamu sampai sini kapan, kok gak ada hubungi aku sih, kan aku bisa jemput kamu di bandara?" tanya Ethan.


"Kemaren malam, aku gak mau ganggu kamu, lagian juga sudah banyak anak buah tuan Richard yang menjemput aku di bandara." jawab Elina.


"Ya meskipun aku sibuk pasti aku akan luangin waktu buat jemput kamu ke sana." balas Ethan.


"Kamu baik banget sih." puji Elina pada Ethan yang masih fokus pada layar laptop di depannya.


"Apakah kamu baru menyadarinya hmm?" balas Ethan menoleh ke arah Elina.


"Oh shi...t." umpat Ethan dalam hati saat melihat pakaian yang Elina kenakan.


"Kenapa dia mengenakan pakaian yang seperti ini sih, biasanya dia juga menggunakan celana panjang." batin Ethan lagi heran.


"Kenapa kamu melihat aku seperti itu?" tanya Elina yang menyadari pandangan Ethan.


"Ah tidak, bentar ya aku selesaikan pekerjaan aku dulu habis itu kita keluar cari makan." balas Ethan dan mengalihkan pandangannya kembali menatap laptop di depannya.


"Oke aku tunggu kamu." balas Elina dan membalikkan tubuhnya.


Tapi tanpa dia sengaja high heels yang dia kenakan tersandung oleh kaki meja Ethan yang membuat tubuhnya oleng.


Ethan yang melihat itu pun ingin menahan tubuh Elina agar tidak jatuh, tapi itu semua terlambat karena dianggap juga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Mereka berdua terjatuh dengan posisi Elina yang ada di bawah dan Ethan yang ada di atas tubuh Elina.


"Ah posisi macam apa ini." batin Ethan menatap mata Elina yang juga tengah menatapnya.


"Gila ini apaan ya ganjel di bawah." batin Elina yang merasakan ada yang menusuk di daerah bagian bawahnya.


"Ehh, sorry." ucap Ethan bangun dari posisinya.


Ethan bangun dan membantu Elina untuk bangun, mereka berdua merapikan pakaian mereka yang kusut akibat kejadian tadi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2