Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#18


__ADS_3

"Sayang?" pangil Richard lagi karena Diandra tak menanggapinya.


"Hah, iya." cengoh Diandra.


"Kamu kenapa?" tanya Richard.


"Eng-enggak kok."


"Ya udah kamu mau pesan apa?" tanya Richard lagi.


"Aku mau Kepiting saos Padang sama minumannya greentea aja." jawab Diandra menyebutkan pesanannya.


"Udah itu aja?" tanya Richard memastikan.


"Emmm nambah nasi boleh gak mbak?" tanya Diandra pasalnya perutnya ini tidak bisa kenyang kalau tidak memakan nasi.


"Boleh mbak, berarti ini nambah nasi satu ya mbak?" balas pelayan cafe sambil memastikan pesanan Diandra lagi.


"Iya mbak."


"Kalau saya samain aja cuma gak pakai nasi terus minumnya ganti es cappucino." ucap Richard menyebutkan pesanannya.


"Saya ulangi lagi, kepiting saos Padang dua, nasi satu, greentea satu, sama es cappucino satu ya mbak, mas?" ucap pelayan itu membacakan ulang pesanan mereka.


"Iya mbak." balas Diandra ramah, sedangkan Richard hanya diam saja.


"Kamu habis ini mau ke mana?" tanya Richard.


"Gak kemana mana sih, palingan cuma pulang terus tiduran nanti di rumah." jawab Diandra.


"Ooh, gimana kalau kita jalan?"


"Mau jalan ke mana?"


"Ya kemana aja yang penting jalan."


"Ya udah terserah kamu aja."


Saat mereka tengah asik berbincang bincang, pesanan mereka pun datang.


"Selamat menikmati, semoga puas dengan cafe ini." ucap pelayan yang mengantarkan makanan untuk Richard dan Diandra.


Diandra pun membalasnya dengan senyuman manis, sedangkan Richard hanya cuek bebek saja.


"Ya udah yuk di makan." ajak Richard dan di angguki Diandra.


Pertama-tama Diandra Diandra memakan nasi dengan bumbu saos Padang dari kepiting dan tidak memakan kepitingnya dahulu. Nanti kepitingnya akan Diandra makan bagian akhir saja.


Richard yang melihat itu pun tersenyum, Diandra yang dia lihat adalah perempuan yang sangat sederhana. Lihat saja makan nasi pakai tangan dan tak mengunakan lauk sama sekali hanya mengunakan bumbu saos saja.

__ADS_1


"Nih kamu makan aja jadiin lauk." ucap Richard menyodorkan piringnya.


"Hah, gak usah ini aku udah ada." kaget sekaligus menolak.


"Udah gapapa kamu makan aja, dari pada kamu makan cuma sama saos aja. Nanti saya biar pesan lagi." Richard menuangkan kepiting itu ke tempat makan Diandra.


"Dah makan yang banyak biar gede." lanjut Richard sambil tersenyum.


"Iiisss aku udah gede loh." kesal Diandra.


"Iya gede dadanya." balas Richard sambil tangannya melambai memangil pelayan cafe.


"Kamu...." Diandra yang akan protes pun mengurungkan niatnya karena ada pelayan yang menghampiri mereka.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya pelayan itu ramah sekaligus tersenyum senyum genit.


"Saya mau nambah kepiting saos Padang nya satu lagi ya mbak." balas Richard.


"Baik tuan silahkan di tunggu sebentar." pelayan itu pun pergi mengambilkan makanan yang Richard pesan.


Diandra yang merasa tidak enak pun menyodorkan makanannya yang tanpa nasi kepada Richard.


"Nih sementara kamu makan, dari pada aku makan sendiri." ucap Diandra.


"Ya udah nanti yang saya pesan buat kamu aja." balas Richard menerima makanan itu.


Tak berselang lama makanan yang Richard pesan pun datang. Dan itu tepat nasi milik Diandra habis. Diandra pun langsung menyantap makanan yang baru saja datang itu.


"Hehehe aku belum makan dari tadi. Pagi tadi cuma sarapan roti." cengir Diandra dan melanjutkan kegiatan makannya.


Diandra tak ada kata jaim di depan Richard. Bahkan sehabis makan Diandra menghabiskan satu gelas greentea itu hingga tandas. Richard yang melihat itu pun hanya tersenyum saja.


"Udah?" tanya Richard yang sedari tadi memperhatikan Diandra.


"Hehehe." cengir Diandra.


"Mau bungkus gak?"


"Enggak deh, udah kenyang banget." tolak Diandra.


Setelah mereka pun beranjak pulang, saat berada di meja kasir Diandra akan membayar makanannya sendiri tapi langsung di cegah oleh Richard.


"Biar saya saja." ucap Richard dan menyodorkan beberapa lembar uangnya.


Jika kalian bertanya kenapa Richard tidak mengeluarkan black card sedangkan Richard kan kaya? Itu semua karena Richard tidak mau Diandra mengetahui jati dirinya terlebih dahulu. Richard mau Diandra menerima dirinya apa adanya bukan karena ada apanya.


"Ya udah makasih ya." balas Diandra.


Dalam hati Diandra pun bersorak senang karena uangnya tidak jadi berkurang buat makan siang. Ada untungnya juga dia tadi menerima ajakan Richard.

__ADS_1


"Kita naik taksi ya, soalnya tadi saya numpang sama temen ke sini nya." ucap Richard saat mereka sudah keluar dari cafe.


"Hah, oh iya gapapa kok. Naik apa aja gapapa yang penting jalan." balas Diandra.


"Ya udah yuk, saya tadi sudah pesan taksi online." ajak Richard.


Tanpa ragu Richard menggandeng tangan Diandra. Dan Diandra pun hatinya dag dig dug ser.


"Tenang Diandra, jangan bawa hati. Ingat lo cuma butuh uang aja dari Richard." batin Diandra sambil memandang tangannya yang di tarik oleh Richard.


Dug.


"Aduh." adu Diandra karena tubuhnya menabrak benda yang cukup keras.


"Kamu gak papa?" panik Richard memeriksa kening Diandra.


"Gak papa, cuma agak sakit aja." jawab Diandra.


"Maaf ya saya tadi tiba tiba berhenti." ucap Richard mengelus kening Diandra.


"Bukan kamu kok yang salah, tapi aku kan aku gak lihat jalan." balas Diandra.


"Ya udah yuk." ajak Richard saat mobil taksi yang dia pesan sudah berhenti di depan mereka.


Mereka pun memasuki mobil itu. Kening Diandra mengernyit heran melihat mobil yang mereka naiki. Baru kali ini Diandra melihat taksi online tapi pakai mobil Pajero sport.


"Kenapa?" tanya Richard yang tahu raut wajah Diandra yang tidak biasa.


"Enggak, aku cuma heran aja. Kamu gak salah ajak naik aku kan, ini mobil bagus loh, masak iya di pakai buat narik taksi?" bingung Diandra.


"Ya mungkin ini orang kaya yang lagi gabut." balas Richard seadanya.


"Mungkin juga sih, soalnya aku pernah lihat di toktok." balas Diandra yang percaya percaya saja.


"Ayo pak jalan." suruh Richard.


"Ba-baik tuan, ehh mas." gagap sopir taksi itu.


Diandra yang mendengar itu pun semakin merasa aneh. Tapi melihat tingkah Richard yang biasa saja membuat pemikiran Diandra tak berlanjut lagi.


"Kita mau ke mana?" tanya Diandra.


"Kamu maunya ke mana?" balik tanya Richard.


"Aku ngikut kamu aja."


"Ya udah kita ke mall aja." putus Richard dan di angguki Diandra.


Dalam hati Diandra bersorak senang, dia menduga pasti nanti Richard akan membelikan sesuatu buat dia. Diandra harus memikirkan apa yang akan dia beli nanti mumpung ada yang mau membelikannya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka pun sampai di mall. Diandra dan Richard pun segera turun dan masuk ke dalam mall.


...***...


__ADS_2