Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#62


__ADS_3

Esok hari pun tiba, sekarang Diandra sudah pulang ke kontrakannya karena dia harus berganti pakaian. Sedangkan di rumah sakit ada Dito yang tadi baru datang saat Diandra hendak pergi pulang.


Drrtt drrtt drrtt.


Handphone Diandra berdering, Diandra pun langsung melihat siapa yang menelfonnya dan ternyata itu adalah kekasihnya yang amat mesum, siapa lagi kalau bukan Richard.


'Halo sayang.' sapa Richard


'Iya ada apa?" balas Diandra.


'Kok cuek banget sih, lagi PMS ya?'


'Kalau iya emang ada masalah sama kamu.' sensi Diandra.


'Ya ada dong, kalau kamu PMS nanti aku gak bisa minta jatah dong.'


'Jatah aja terus yang di pikirin. Udah ahh ada apa kamu telfon aku, aku mau mandi nih?' tanya Diandra, pasalnya tadi dia memang hendak masuk ke kamar mandi tapi harus dia urungkan karena ada telfon dari Richard.


'Kamu ada di kontrakan kan? Nanti aku akan ke sana saat jam makan siang.' jawab Richard.


'Mau ngapain?' tanya Diandra.


'Ya mau ngajak kamu makan siang lah. Sekalian nanti aku mau kasih kamu sesuatu.' jawab Richard.


'Mau kasih apa?' tanya Diandra penasaran.


'Ada deh, nanti kamu juga bakalan tahu. Udah dulu ya sayang aku mau meeting dulu. Sampai jumpa nanti, jangan lupa dandan yang sexy.' goda Richard dan langsung mematikan sambungan telepon sebelum Diandra mengomelinya.


"Dasar." dengus Diandra dan meletakkan handphonenya kembali baru setelah itu dia pergi ke kamar mandi.


...**...


Sementara di tempat lain, Andrew tengah memandangi jalanan ibu kota dari dalam mobilnya.


"Apakah kamu sudah menyiapkan semuanya?" tanya Andrew pada Elina yang duduk di depan samping sopir.


"Sudah tuan, nanti malam tuan Richard menyetujui ajakan kita sekalian makan malam." jawab Elina.


Ya, semalam Andrew membuat rencana untuk bertemu dengan Richard. Dan dia pun langsung memerintahkan Elina untuk mengirimkan undangan makam malam kepada Richard dan Richard pun menyetujuinya.


"Bagus." balas Andrew.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang setelah apa yang papamu lakukan dulu." batin Andrew sambil tersenyum licik.


"Apakah ada yang perlu saya siapkan lagi tuan?" tanya Elina.


"Tidak ada, kamu cukup temani saya makan malam saja nanti." jawab Andrew.


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka, hingga mobil yang mereka naiki berhenti di depan sebuah tempat yang terlihat seperti tempat makan jika di lihat dari luar.


"Apakah ini tempatnya?" tanya Andrew mengamati sekeliling tempat itu.


"Benar tuan, tempatnya berada di paling belakang sendiri." jawab Elina.


Andrew pun turun dari mobil dan di ikuti Elina.


"Mari silahkan masuk tuan." ucap Elina mempersilahkan Andrew untuk masuk ke dalam tempat itu, karena Andrew sedari tadi hanya diam saja.


Andrew pun mulai melangkahkan kakinya memasuki tempat itu. Di dalam sana banyak pembeli yang tengah asik menyantap pesanan mereka.


Banyak juga dari mereka yang menatap kedatangan Andrew karena penampilan Andrew sangatlah menarik bagi mereka. Andrew memakai pakaian formal dan juga ada kaca mata hitam yang ada di matanya.


Tak lupa dengan ketampanan dan aura yang dia pancarkan sehingga membuat semua orang memperhatikan Andrew. Kebanyakan dari mereka adalah kaum hawa, mereka terpesona oleh ketampanan dan penampilan Andrew.


Andrew tak memperdulikan tatapan mereka, dia tetap berjalan masuk mengikuti instruksi yang Elina berikan hingga mereka sampai di tempat yang akan mereka datangi.


"Hmm." balas Andrew menatap sekeliling tempat itu yang mana banyak orang yang tengah melakukan aktivitas mereka.


"Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Andrew pada orang itu.


"Iya tuan, semuanya berjalan dengan lancar seperti apa yang kita harapkan. Dan nanti keuntungannya akan langsung saya berikan kepada anda." jawab orang itu yang tak lain adalah ibu Tika.


Andrew mengajak Elina untuk melihat keadaan tempat yang sudah Elina siapkan untuk melakukan perjudian. Dan Andrew ingin melihat dengan sendiri setelah tempat itu sudah di resmikan.


"Saya tunggu itu, nanti kamu langsung kirim ke asisten saya saja." balas Andrew.


"Baik tuan." balas ibu Tika.


Andrew pun mulai melangkahkan kakinya untuk mengelilingi tempat itu untuk memastikannya lagi sudah aman apa belum.


"Ini mereka masuknya lewat mana?" tanya Andrew pada ibu Tika yang mengekor di belakangnya.


"Kita bagi tuan, ada yang masuk lewat belakang ada juga yang lewat samping kanan dan kiri, dan ada juga yang lewat pintu depan dengan pura pura menjadi pelanggan agar tidak ada yang curiga tuan." jelas ibu Tika.

__ADS_1


"Kerja yang bagus, saya suka dengan cara kerja kamu. Nanti kalau pendapatan yang saya terima dari kamu lebih dari yang lainnya, maka kamu akan saya kasih bonus." puji Andrew.


"Terimakasih tuan, saya masih terus belajar di sini. Saya janji akan memberikan yang terbaik buat tuan." balas ibu Tika.


"Saya menunggu itu." balas Andrew.


"Elina ayo kita pergi sekarang." ajak Andrew pada Elina.


"Baik tuan." balas Elina.


"Saya pergi dulu karena masih ada pekerjaan yang lain, nanti kalau ada apa apa kamu bisa langsung menghubungi asisten saya." ucap Andrew pamit pada ibu Tika.


"Iya tuan hati hati di jalan." balas ibu Tika.


Andrew dan Elina pun pergi dari sana. Sedangkan ibu Tika yang tadi mendapatkan pujian dari Andrew pun semakin semangat dalam menjalankan bisnis judi yang dia kelola sekarang.


"Pokoknya aku harus mencapai target biar nanti bisa mendapatkan bonus dari tuan Andrew." ucap ibu Tika pada dirinya sendiri.


"Aku harus mencari anggota baru lagi yang lebih banyak." lanjutnya.


Ibu Tika pun langsung pergi dari sana dan mulai memainkan handphonenya untuk mencari anggota baru.


...**...


Jam makan siang pun tiba, Richard pergi dari perusahaannya tanpa pamit dulu dengan Ethan. Richard malas kalau harus berpamitan dengan Ethan karena pasti nanti akan di kasih banyak pertanyaan yang malah akan membuang waktunya.


Tin tin.


Richard membunyikan klaksonnya setelah sampai di depan kontrakan Diandra. Tak berapa lama menunggu di sana akhirnya Diandra pun keluar dari dalam kontrakannya.


Richard memelototkan matanya saat melihat penampilan Diandra. Apalagi saat Diandra sudah masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping dirinya.


"Kenapa liat aku seperti itu, apakah ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Diandra heran sambil mengamati penampilannya.


"Enggak kok gak ada yang aneh." lanjut Diandra setelah mengamati penampilannya.


"Kenapa kamu pakai pakaian kurang bahan seperti itu, mau goda aku hmm?" tanya Richard dengan tangan yang sudah mulai nakal.


"Lah kan tadi kamu sendiri yang suruh aku pakai yang sexy, emang ini masih kurang ya?" balas Diandra.


"Iya ini masih kurang, tapi kalau di kamar sama aku aja."

__ADS_1


...***...


__ADS_2