
Rena sudah sampai di rumahnya, dia tidak melihat keberadaan ibu tirinya di rumah. Entah kemana ibu tirinya itu pergi, yang pasti hal ini malah membuat Rena senang karena dia bisa beristirahat dengan bebas tanpa tekanan ibu tirinya di rumah.
"Huh, akhirnya pulang juga." lega Rena.
Rena merebahkan dirinya di ranjang. Belum sempat mata Rena terpejam, sudah terdengar teriakkan ibu tirinya yang dapat membuat sakit telinga orang yang mendengarnya.
"RENA."
"RENA DI MANA KAMU."
Ibu Tika memanggil manggil nama Rena.
"Iya Bu, Rena ada di kamar." jawab Rena.
Rena pun memutuskan untuk bangun dari pada nanti dia mendapatkan siksaan lagi dari ibu tirinya itu kalau terus terusan tiduran di kamar.
"Bagus ya baru pulang udah enak enakan tidur di kamar. Sana pergi ke pasar, barang barang sudah pada habis." suruh ibu Tika memberikan uang dan keranjang belanjaan buat Rena.
"Iya Bu, tapi Rena mau istirahat dulu." jawab Rena menerima uang serta keranjang belanjaan dari ibu Tika.
"Halah gak usah malas malasan kamu, cepat sana pergi. Saya sudah lapar dari pagi belum makan." paksa ibu Tika mendorong Rena untuk segera pergi.
"Iya bu sabar, Rena ambil jaket dulu."
"Cepat sana."
Akhirnya Rena mau tak mau harus pergi ke pasar untuk mencari barang barang yang sudah habis. Rena pergi ke pasar dengan berjalan kaki karena untuk menghemat ongkos juga.
Sebenarnya jarak dari rumah dan pasar sangatlah jauh, tapi Rena melewati jalan pintas. Sehingga jarak yang seharusnya di tempuh tiga puluh menit untuk jalan kaki jadi lima belas menit karena dia melewati jalan pintas.
Sampai di pasar Rena langsung mencari barang barang yang dia cari, setelah selesai Rena merasakan tubuhnya lelah. Dia pun memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu di sebuah bangku pinggir jalan.
"Huh, capek banget. Mana panas banget lagi." keluh Rena sambil mengelap keringat yang membasahi dahinya.
"Semoga saja kak Dian cepat pulang, agar aku tidak susah susah begini." doa Rena berharap Diandra cepat pulang.
Setelah di rasa cukup, Rena pun memutuskan untuk menyebrangi jalanan yang ramai karena nanti di sebrang sana dia akan menaiki ojek untuk pulang. Rena merasa tubuhnya tak kuat lagi jika harus berjalan pulang, alhasil dia memutuskan untuk menaiki ojek.
Saat Rena sedang menyeberang, dia hanya melihat ke arah kiri saja tidak melihat ke arah kanan. Sedangkan dari arah kanan ada sebuah mobil mewah yang tengah melaju ke arahnya.
"AWASSS...." teriak orang orang yang melihat Rena hampir tertabrak oleh mobil mewah itu.
__ADS_1
Ciiittttt....
"Aaaaa...." teriakkan Rena dan suara rem mobil saling beradu, sehingga membuat semua orang juga syok dan kaget melihat itu.
Rena berjongkok dan menutupi wajahnya karena takut, tapi Rena tak merasakan sakit sama sekali di tubuhnya.
Apakah dia sudah di surga? pikir Rena.
Rena termenung di sana, hingga suara berat seseorang mengembalikan kesadarannya.
"Apakah kamu baik baik saja?" tanya orang itu khawatir.
Rena mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang tengah berjongkok di hadapannya.
Ganteng.
Satu kata yang terlintas di otaknya saat melihat orang itu yang berjenis kelamin laki-laki.
"Hei, apakah kamu baik baik saja?" tanya lelaki itu lagi karena Rena tak kunjung menjawabnya.
"Hah, iya saya tidak apa apa." jawab Rena setelah sadar akan terkagumannya.
"Lain kali hati hati ya kalau mau menyebrang, jangan lupa lihat kanan kiri." ucap lelaki itu sambil membantu Rena berdiri dan mengambilnya barang belanjaan Rena yang berada di atas jalanan.
"Iya tidak apa apa tapi jangan di ulangi lagi. Oh iya kamu mau kemana?" tanya lelaki itu.
"Saya mau pulang." jawab Rena.
"Maaf mas, kalau mau berbincang bincang jangan di tengah jalan, tolong mobilnya di pinggirin dulu." ucap seseorang yang mengganggu percakapan mereka berdua.
"Oh iya pak, maaf." balas lelaki itu.
"Kamu tunggu di sana ya, tungguin aku." lanjutnya menyuruh Rena untuk menepi lebih dulu.
Rena pun menurut saja, sedangkan lelaki itu langsung memarkirkan mobilnya di tempat yang lebih luas untuk parkir mobil agar tidak menggangu penguna jalan yang lain.
"Nih minum dulu."Ucap lelaki itu yang belum di ketahui namanya oleh Rena.
Lelaki itu datang menghampiri Rena sambil memberikan satu botol air mineral pada Rena.
"Terimakasih." balas Rena menerima air mineral itu karena tenggorokannya juga sudah mulai haus.
__ADS_1
"Oh iya kita belum kenalan, nama kamu siapa? Kalau aku Dito." ucap lelaki itu bertanya pada Rena dan memperkenalkan namanya.
"Aku Rena." balas Rena.
"Nama yang cantik, seperti orangnya." ucap lirih Dito tapi samar samar Rena mendengarnya.
"Apa?" tanya Rena.
"Ehh enggak, nama kamu bagus." kilah Dito.
"Iya, kata kakakku dulu nama itu pemberian dari ayah sama bunda." balas Rena yang percaya percaya saja dengan Dito.
"Tapi sayang mereka sekarang sudah tidak ada." lanjut Rena dengan wajah sedunya.
"Maaf, aku jadi buat kamu sedih."
"Gak papa kok, lagi itu juga udah lama."
"Terus sekarang kamu jadi pulang apa enggak, biar aku antar." tawar Dito.
"Ehh gak usah, aku bisa naik ojek kok." tolak Rena secara halus.
"Udah ayo gak papa, kan biar hemat ongkos juga." paksa Dito.
Dito menarik tangan Rena sambil tangan yang satunya lagi membawa barang belanjaan Rena. Dito membawa Rena menuju mobilnya, dan tak lupa juga di membukakan pintu mobil buat Rena.
"Kamu tunjukin jalannya ya, soalnya aku gak tahu daerah sini." ucap Dito dan mendapatkan anggukan dari Rena.
Dito baru saja mendarat pagi ini di Indonesia. Dia baru menyelesaikan masa studi kuliahnya di luar negeri. Dia pulang ke Indonesia untuk melanjutkan memimpin perusahaan orang tuanya.
Biasanya yang memegang perusahaan adalah kakaknya, tapi karena sekarang kakaknya sudah mempunyai perusahaan sendiri jadi kakak Dito menyuruh Dito untuk melanjutkannya, biar kakak Dito bisa fokus mengelola perusahaannya sendiri.
-
Diandra kali ini mendapatkan tiga mangsa. Tapi saat dia melihat postingan orang lain di grup reseller RH bag ada sebuah postingan yang menyebarkan nomor teleponnya sebagai penipu.
Diandra marah melihat itu karena nanti bisa tidak ada lagi yang dapat dia tipu. Diandra berniat untuk meneror orang yang sudah menyebarkan nomornya itu yang tak lain adalah mantan costumer yang beberapa hari lalu dia tipu.
"Berani beraninya sebarin nomor ku, tak akan ku biarkan lo hidup tenang." gumam Diandra.
Diandra pun langsung memesan banyak tas dengan harga yang sangat fantastis, tapi dia menggunakan alamat, nomor telepon serta atas nama mantan costumer yang sudah menyebarkan nomornya ini.
__ADS_1
Tak hanya satu pesanan saja, melainkan Diandra langsung membuat tiga pesanan sekaligus. Dan itu semua sistemnya cod.
...***...