Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#115


__ADS_3

Jenifer pun sudah duduk di tempatnya, dia duduk di bagian tengah di antara teman teman yang lain.


"Heh, kau anak kecil kenapa ada di sini?" tanya anak yang ada di sebelah Jenifer.


Jenifer hanya memandangnya saja, dia terlalu malas untuk meladeni anak itu. Dia ingat kata Om Richard tadi untuk tidak memperdulikan anak anak yang main, dia harus fokus untuk mengikuti olimpiade ini biar menang dan nanti bisa mendapatkan hadiah dari Richard.


Olimpiade pun berlangsung dengan lancar dan Jenifer menjadi juara utama dalam olimpiade ini, semua orang pun kagum dengan Jenifer karena dia dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan rinci.


Bukan hanya orang orang, Richard pun juga bangga pada anaknya, dia merasa kalau kepintaran Jenifer menurun darinya.


"Anak Daddy emang hebat." ucap Richard menatap Jenifer yang sedang tersenyum di atas panggung karena bisa mendapatkan juara satu.


"Untuk tuan Richard Halmiton Ghilbert silahkan naik ke atas panggung untuk memberikan hadiah buat sang juara utama." ucap MC memanggil Richard.


Dengan semangat Richard pun naik ke atas panggung dan memberikan hadiah uang senilai seratus juta, sertifikat dan juga tropi yang berukuran besarnya ukuran Jenifer.


"Selamat Jeni, tunggu nanti hadiah dari Om." ucap Richard pada Jenifer.


"Terimakasih Om, aduh ini berat Jeni gak bisa bawa." ucap Jenifer tidak bisa membawa tropi itu karena ukurannya yang sama dengan tinggi badannya.


"Sini biar Om yang bawa." balas Richard.


Setelah itu Jenifer pun foto bersama dengan Richard, Richard merasa sangat bangga kepada anaknya, Richard juga sudah menyiapkan hadiah yang banyak untuk Jenifer nanti.


Acara pun selesai, Jenifer sekarang sedang bersama ibu Sari, ibu Sari pun sangat bangga kepada Jenifer, karena berkat Jenifer nama sekolahnya jadi melambung dan di kenal banyak orang.


"Ibu bangga sama Jeni, nanti kita akan tidur di sini lagi dan baru besok kita pulang ke rumah ya." ucap ibu Sari pada Jenifer.


"Baik ibu kepala." balas Jenifer.


Kepala Jenifer celingukan mencari seseorang, dia mencari keberadaan Richard, Jenifer ingin menagih janji pada Richard untuk memberikannya pizza dan Berger.


"Kamu lagi nyari siapa Jen?" tanya ibu Sari.


Jenifer tak menghiraukan ibu Sari, pandangannya tertuju pada orang yang berjalan ke arahnya sambil membawa banyak barang.


"Om Richard." pangil Jenifer dan berlari ke arah Richard.


"Jeni." pangil ibu Sari agar Jenifer tidak menghampiri Richard.


Ibu Sari tahu siapa Richard jadi dia takut kalau sampai nanti Richard akan marah gara gara Jeni mengganggunya.


"Halo Jeni, sesuai sama janji Om tadi kalau Jeni jadi juara Om akan kasih Jeni hadiah, nah ini hadiahnya." Richard berjongkok menyamakan tingginya dengan Jenifer.


"Wah ada Barbie cantik." kagum Jenifer karena Richard memberikan hadiah berupa boneka Barbie dan segala printilannya.

__ADS_1


"Ini untuk Jeni om?" tanya Jenifer.


"Iya dong, kan tadi Jeni udah jadi juara, jadi hadiah ini khusus Om berikan pada Jeni." balas Richard.


"Wah terimakasih Om, Jeni suka sama Barbie." ucap terimakasih Jenifer.


"Jeni suka?"


"Suka banget Om, Jeni dari dulu pengen beli tapi mommy gak ada uang, uang tabungan Jeni juga di pinjam sama mommy buat bayar biaya sekolah Jeni." balas Jenifer.


Saking pinginnya beli boneka seperti punya teman temannya, Jenifer sampai menabung uang sakunya ke dalam celengan ayam miliknya, tapi waktu celengan itu udah penuh malah di pinjam oleh mommy nya buat bayar biaya sekolah Jeni karena Diandra belum ada uang buat membayarnya.


Richard yang mendengar itupun merasa sangat bersalah dan sedih, dia hidup enak enakan di Jakarta, sedangkan anak dan wanitanya hidup menderita di sana.


"Sekarang Jeni udah punya jadi Jeni gak usah nabung lagi ya, uang jajannya buat beli jajan aja di kantin ya." balas Richard.


"Tidak om, kalau Jeni udah dapat boneka berarti nanti uangnya Jeni kasih mommy buat beli telur aja, biar bisa makan telur terus." balas Jenifer.


Richard tersenyum kecut mendengar penuturan anaknya, anaknya harus bersikap dewasa di usianya yang masih kecil. Richard janji nanti dia akan membelikan apapun yang Jenifer inginkan.


"Maaf tuan, Jenifer ayo kita pergi." ucap ibu Sari menghampiri mereka.


"Biar kan Jenifer sama saya, besok akan saya kembalikan." ucap Richard datar.


"Tapi tuan...."


"Tapi nanti kalau mommy kamu cari kamu gimana, kamu ingatkan pesan mommy gak boleh ikut sama orang yang tidak di kenal, nanti kalau orang itu jahat sama Jeni gimana?" balas ibu Sari mencoba membujuk Jenifer agar tidak ikut dengan Richard.


"Anda tahu saya kan, saya tidak mungkin berniat jahat pada Jenifer." balas Richard dingin.


"Tapi tuan...."


"Saya janji akan mengembalikan Jenifer tepat waktu." potong Richard.


"Baiklah tuan, saya titip Jenifer kepada anda, tolong jaga dia dengan baik." pasrah ibu Sari, karena dia tidak akan mungkin bisa menang melawan Richard.


"Boleh kah kami pergi?" tanya Richard.


"Iya tuan silahkan." balas ibu Sari mempersilahkan.


"Ibu Sari Jeni pergi dulu ya, nanti Jeni kembali lagi." pamit Jenifer.


"Iya sayang, kamu jangan nakal ya." balas ibu Sari.


"Iya ibu Sari." balas Jenifer.

__ADS_1


"Yuk pergi." ajak Richard pada Jenifer.


"Mau Om gendong gak?" lanjut Richard.


"Mau Om mau." girang Jenifer.


Richard pun langsung membawa Jenifer ke dalam gendongannya, dan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk membawa mainan milik Jenifer yang dia belikan tadi.


...**...


Richard membawa Jenifer untuk mencari pizza dan juga Berger sesuai janjinya semalam pada Jenifer.


"Kamu mau pizza sama Bergernya berapa sayang?" tanya Richard.


"Dua." jawab Jenifer.


"Ya satu untuk Jeni dan yang satunya lagi untuk mommy." lanjut Jenifer.


"Kan Jenifer pulangnya besok, jadinya kalau buat mommy belinya juga harus besok." balas Richard.


"Ya sudah Jeni mau satu, tapi besok mau lagi ya om."


"Iya besok Om belikan lagi buat Jenifer dua." balas Richard sambil mengelus rambut Jenifer.


"Tuan, hasilnya sudah keluar." bisik Ethan yang baru datang menghampiri Richard dan Jenifer.


"Mana?" tanya Richard.


"Ini tuan." Ethan menyodorkan amplop putih dengan ada logo sebuah nama rumah sakit ternama yang ada di Jakarta.


"Jenifer duduk sendiri dulu ya, Om mau baca sesuatu." ucap Richard pada Jenifer agar Jenifer turun dari pangkuannya.


"Iya om." balas Jenifer dan turun dari pangkuan Richard.


Richard pun mulai membuka amplop itu dan mulai membaca isinya, meskipun dia sudah tahu hasilnya akan seperti apa tapi dia tetap membaca surat itu dengan teliti agar tidak ada yang terlewat.


Senyum Richard terbit saat melihat hasil yang tertulis di surat itu kalau memang Jenifer adalah anak kandungnya.


Ya, Richard sudah melakukan tas DNA. Tadi saat Richard mengendong Jenifer pergi ke ruang olimpiade dia mengambil rambut Jenifer dan menyerahnya pada Ethan beserta rambutnya juga agar Ethan langsung membawanya ke rumah sakit.


Sebenarnya hasil lab akan keluar lama, tapi karena uang semuanya jadi bisa.


"Kosongkan jadwal saya beberapa hari kedepan, karena saya akan ikut Jenifer pulang." ucap Richard pada Ethan.


"Baik tuan." balas Ethan.

__ADS_1


"Om om pizza nya datang." ucap Jenifer saat makanan pesanannya datang.


...***...


__ADS_2