Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#53


__ADS_3

"Salah sendiri kenapa tidak bilang dari tadi, saya jadi lepas kontrol kan." ucap Richard.


"Kenapa saya yang kena, itu semua juga salah tuan sendiri kenapa tidak tanya saya dari tadi." balas Ethan tidak mau kalah.


"Hah, diam. Sekarang cepat kasih tahu saya di mana keberadaan Diandra."


"Huh, bentar tuan saya cari dulu." balas Ethan yang membuat darah Richard mendidih kembali.


"Sabar tuan, kita lacak handphone nona Diandra dulu. Jangan marah marah terus nanti tuan cepat tua. Nanti kalau tuan tua nona Diandra malah gak mau lagi sama tuan." lanjut Ethan sebelum Richard memberikan bogeman lagi pada Ethan.


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi." kesal Richard.


"Lah, kan tuan sendiri yang suruh saya diam." balas Ethan tak terima jika di salahkan.


"Ya itu karena kamu berisik." balas Richard.


"Ya dah terserah tuan saja, saya emang selalu salah di mata tuan." ucap Ethan mendramatisir.


Ethan pun langsung pergi mencari keberadaan laptopnya di ruang tamu meninggalkan Richard yang masih diam di dalam kamar.


"Dasar tuan gila." ucap Ethan setelah keluar dari kamar.


"Ngomong apa kamu Ethan, saya batalkan pengiriman jam tangan hari ini." ancam Richard yang mendengar ucapan Ethan.


"Ehh tidak tuan, itu tadi ada tikus lewat." kilah Ethan.


"Hah, tikus? mana ada tikus di sini?" heran Richard.


"Iya ya tuan, mungkin saya salah lihat." balas Ethan.


Ethan pun mulai menyalakan laptopnya tak lagi memperdulikan tuannya jika nanti mengajak dia ngobrol.


"Saya mau bersih bersih dulu di apartemen kamu. Tolong kamu panggilkan orang buat bersihin apartemen saya." pinta Richard.


"Baik yang mulia." balas Ethan dengan nada yang mengejek.


Richard tak memperdulikan hal itu, dia sudah tenang sekarang karena Ethan akan berhasil mendapatkan lokasi keberadaan Diandra.


...**...


Pintu ruangan Rena terbuka, Dito dan Diandra langsung menghampiri dokter yang bertugas memeriksa Rena barusan.


"Gimana keadaan adik saya dok, penyakitnya tidak semakin parah kan?" tanya Diandra pada dokter itu.


"Untuk sementara kota harus melakukan foto rontgen untuk melihat lebih detailnya. Mohon segera di urus biaya administrasinya agar kami segera bertindak." jawab dokter itu.


"Baik dok, lakukan yang terbaik buat adik saya." balas Rena.


"Baik mbak."

__ADS_1


"Apakah saya boleh menjenguk adik saya dok?" tanya Diandra.


"Untuk sementara jangan dulu ya mbak biar pasien bisa istirahat dengan tenang. Nanti setelah foto rontgen mbaknya bisa menjenguk pasien." jawab dokter itu lagi.


"Baik dok terimakasih." balas Diandra.


"Sama sama mbak."


Dokter itu pun pergi meninggalkan Diandra dan Dito.


"Dito kakak nitip Rena dulu ya, biar kakak bayaran administrasi dulu." ucap Diandra pada Dito.


"Biar Dito saja kak, kak Dian jaga Rena aja di sini."


"Tidak Dit, kakak sudah banyak merepotkan kamu. Kakak pergi dulu ya." pamit Diandra.


"Iya kak, nanti kalau perlu bantuan kakak bisa bilang sama Dito."


"Iya Dit." Diandra pun pergi dari sana.


Sedangkan Dito pun kembali duduk di tempatnya semula.


Dito berfikir kalau Diandra tidak punya uang banyak untuk biaya pengobatan Rena, makanya itu tadi Dito berencana untuk membayarkannya. Tapi Dito salah, ternyata Diandra mampu untuk membayar semuanya.


"Aku harus kasih tahu kakak nih." monolog Dito.


Dito pun segera mengirimkan pesan pada kakak iparnya perihal keadaan Rena saat ini.


...**...


"Hah rumah sakit, Diandra kenapa. Ayo cepat kita ke sana." ajak Richard panik.


Ethan pun hanya mengikuti Richard saja. Dia bertugas mengikuti kemanapun tuannya pergi, dan yang paling penting tugasnya adalah tempat di mana semua kesalahan yang Richard buat itu semua adalah salah Ethan.


Klunting klunting klunting.


Bunyi notifikasi di handphone Richard. Richard pun segera melihat notifikasi apa yang masuk ke dalam handphonenya.


"Diandra mengambil uang sebanyak ini buat apa?" gumam Richard saat melihat ada pengeluaran lima puluh juta dari black card miliknya yang di pegang Diandra.


"Ada apa tuan?" tanya Ethan.


Richard diam saja tak menjawab pertanyaan Ethan.


"Tuan ya gitu, untung aja gajiku mahal, coba kalau enggak. Udah aku bejek bejek dia." batin Ethan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah sakit tepat dimana Diandra berada.


Richard langsung turun dari mobil setelah Ethan menghentikan mobilnya di depan pintu masuk rumah sakit dan langsung berjalan cepat memasuki rumah sakit. Sedangkan Ethan harus pergi mencari tempat parkir mobilnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Diandra yang sudah menyelesaikan masalah administrasi pun beranjak pergi menuju ruang Rena berada. Sampai di sana dia langsung mengambil tempat duduk di samping Dito.


"Gimana kak?" tanya Dito.


"Sudah, tinggal menunggu Rena di pindahkan ke ruang rawat aja." jawab Diandra.


"Emang Rena mau di pindahkan ke ruangan yang mana kak, bukannya ini sudah bagus?" heran Dito.


"Kakak mau yang terbaik buat Rena, jadi kakak minta mereka untuk membawa Rena ke ruangan yang lebih baik." jelas Diandra.


"Dito setuju kak kalau gitu, nanti kalau kakak ada kekurangan biaya kakak bilang saja sama Dito biar Dito yang tanggung semuanya." balas Dito.


"Selama kakak masih mampu, kakak akan memberikan yang terbaik buat Rena." balas Diandra sedu.


"Makasih ya kamu sudah baik banget sama Rena." ucap Diandra.


"Sudah menjadi tugas aku kak." balas Dito.


"Bolehkah kakak memeluk kamu?" tanya Diandra karena sekarang dia sedang membutuhkan sandaran.


"Boleh kak." jawab Dito.


Bukan pelukan sih, tapi lebih tepatnya tempat bersandar. Diandra menyadarkan kepalanya di pundak Dito.


"DIANDRA." pangil seseorang dari belakang Diandra yang membuat Diandra menoleh ke asal suara tersebut.


"S1alan."


Bug.


"Richard stop, kamu apa apaan sih." geram Diandra karena Richard main memukul orang tanpa jelas.


"Apaan, oh sekarang kamu punya selingkuhan lagi. Belum cukup yang kemaren Hah." matahari Richard, karena menurut Richard Diandra lebih membela selingkuhannya dari pada dirinya.


"Cukup, terserah kamu mau nuduh aku apa. Lebih baik kamu pergi dari sini." usir Diandra.


"Dasar tuan bodoh." maki Ethan yang melihat dari kejauhan.


"Oh kamu lebih belain dia dari pada aku. Di kasih uang berapa kamu sama dia Hah." tuduh Richard.


"Kalau iya kenapa, dia kasih uang lebih banyak dari yang kami kasih ke aku." balas Diandra menggebu-gebu.


Pikiran Diandra saat ini sudah puyeng memikirkan keadaan Rena, ehh ini malah Richard datang marah marah gak jelas. Bikin tambah pusing aja.


"Ooh bagus, dasar wanita murahan." hina Richard yang membuat hati Diandra seperti di hujami beribu-ribu anak panah.


"Tuan jaga bicara anda, ini rumah sakit jangan ribut di sini. Sebaiknya tuan tanyakan kebenarannya sebelum nanti tuan menyesal." sela Ethan agar Richard tidak berbicara semakin jauh lagi.


Bisa gila nanti Richard kalau Diandra meninggalkannya, dan ujung ujungnya nanti siapa juga yang repot. Pasti Ethan lah, emang siapa lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2