
"Permisi tu...an, maaf saya tidak melihat apa apa." Ethan langsung berbalik badan memunggungi mereka berdua.
Sedangkan Richard dan Diandra pun langsung melepaskan tautan bibir mereka. Richard langsung menatap tajam ke arah Ethan, sedangkan Diandra langsung berlari menuju kamar yang ada di dalam ruangan kerja Richard karena dia malu udah kepergok ciuman oleh Ethan.
"Ada apa?" tanya Richard dengan nada yang tidak enak.
"Eemm... itu tuan, saya mau mengambil berkas yang ada di meja anda." jawab Ethan masih dengan posisi berbalik karena dia mengira mereka berdua masih melakukan itu.
"Berbalik kamu, kita sudah tidak melakukannya." ucap Richard dan langsung di laksanakan oleh Ethan.
Tapi Ethan tidak langsung berani menatap ke arah Richard, dia hanya menundukkan pandangannya.
"Kalau bicara sama orang tuh tatap wajahnya." tegur Richard.
Dengan perlahan Ethan pun mengangkat pandangannya dan menatap Richard.
Hufft....
Nafas lega Ethan saat tidak menemukan Diandra di sana.
"Sana ambil dan cepat pergi. Mulai sekarang kalau saya lagi ada Diandra kami kalau mau masuk ketuk pintu dulu." suruh Richard.
"Baik tuan." balas Ethan dan langsung mengambil berkas berkas yang ada di meja kerja Richard.
Saat Ethan akan keluar dari pintu ruangan Richard, dia berhenti dan berbalik menatap ke arah Richard.
"Lain kali kalau mau main pintunya di kunci, untuk saja cuma saya yang lihat." ejek Ethan dan langsung berlari dari sana sebelum nanti mendapatkan siraman rohani dari Richard.
"Si*alan." umpat Richard.
Richard pun bangkit dari sofa dan menutup pintu ruangannya, tak lupa pula dia menguncinya agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi. Setelah memastikan semuanya aman, Richard pun pergi menghampiri Diandra yang berada di kamarnya.
...**...
Dito dan Rena sudah sampai di apartemen milik Dito. Dito langsung mengajak Rena masuk ke dalam.
"Ini apartemen kamu?" tanya Rena mengamati apartemen yang ukurannya sangat besarnya kalau hanya untuk di tinggali satu orang saja.
__ADS_1
"Iya ini punya aku, kenapa kamu mau?" balas Dito.
"Eehh, enggak cuma tanya aja. Btw apartemennya nyaman dan rapi untuk ukuran cowok." puji Rena.
"Hahahaha kamu belum tahu aja aslinya gimana, ini mah Ema karena aku semalam gak tidur di sini."
Ya memang Dito itu orangnya sangatlah tidak disiplin. Seperti kebanyakan laki laki, pasti mereka ada saja yang di lakukan yang dapat membuat ruangan berantakan.
"Masak sih?" tak percaya Rena.
"Hmm, kalau kamu gak percaya ikut aku ke kamar deh pasti di sana belum aku beresin soalnya lupa." balas Dito dan menarik tangan Rena menuju kamarnya.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka lebar dan mereka berdua pun berdiri menatap bagian dalam kamar Dito.
Dito diam saja menunggu reaksi dari Rena, hingga tak sengaja pandangannya jatuh pada ****** ******** serta boxer Doraemon yang berserakan di lantai.
Dito langsung berlari dan mengambil ****** ***** serta boxernya agar tidak di lihat oleh Rena. Tapi semua itu sudah telat, Rena sudah melihatnya sedari tadi. Bahkan saat pintu kamar terbuka pandangan Rena sudah tertuju pada kedua benda itu.
"Anu, ini sebenarnya yang beliin kak Doni. Dia sengaja kado aku waktu ulang tahun boxer Doraemon." terang Dito meluruskan agar dirinya tidak di cap yang tidak tidak oleh Rena.
"Beli sendiri pun tak masalah, toh kamu sendiri yang lihat bukan orang lain." balas Rena.
Rena pun berjalan menghampiri Dito dan mulai memunguti baju baju yang berserakan di lantai.
"Ini kenapa semua baju ada di lantai sih?" tanya Rena heran, pasalnya bukan hanya ada satu dua baju, melainkan banyak lebih dari sepuluh buah.
"Hehehe itu aku bingung mau pakai yang mana jadi waktu pilihan baju langsung aku lempar gitu aja belum aku rapiin kembali." cengir Dito.
Rena pun mengambil semua pakaian yang berserakan bahkan tak sungkan Rena mengambil pakaian dalam Dito dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor.
Setelah itu dia berencana akan merapikan tempat tidur Dito, tapi Dito langsung melarangnya.
"Ehh kamu mau ngapain?" Dito menahan tangan Rena yang akan mengambil selimut.
"Aku mau rapiin tempat tidur kamu, biar nanti kalau kamu mau tidur tinggal tidur aja." jawab Rena.
__ADS_1
"No, aku gak izinin. Aku ajak kamu ke sini agar kamu bisa istirahat bukan untuk bersih bersih. Udah kamu duduk dulu di sana biar aku yang bersihin ini semua baru setelah itu kamu bisa istirahat di sini." Dito membawa Rena dan mendudukkannya di sofa yang ada di dalam kamarnya.
"Duduk yang manis di sini, jangan kemana-mana." peringat Dito dan setelah itu dia mulai mengerjakan kerjaan rumahnya.
Dimulai dengan Menganti seprai dan selimut di lanjut dengan membawa keranjang pakaian kotor ke luar dari kamarnya. Dan setelah itu dia menyapu kamarnya yang sudah berserakan banyak bekas makanan.
Rena menatap Dito dengan lembut, memang Dito orangnya tidak rapian seperti apa yang dia kira tadi. Tapi setidaknya Dito bisa bertanggung jawab dengan membersihkan semuanya sendiri tidak meminta bantuan orang lain. Mungkin hanya cuci baju saja yang dia bawa ke tukang laundry dan selebihnya akan dia kerjakan sendiri di saat waktu senggang.
"Dah sana kamu tidur biar badan kamu kembali fit." suruh Dito setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Terus kamu?" tanya Rena.
"Aku masih ada berkas kantor yang harus aku periksa dulu. Udah sana kamu istirahat aja, nanti kalau aku udah selesai aku bakal nyusul." suruh Dito dan di angguki Rena.
Rena pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size milik Dito. Dan tak berapa lama dia pun sudah tertidur dengan nyenyak, mungkin efek dari cuci darah tadi.
Setelah memastikan Rena tidur, Dito pun pergi keluar dari kamar agar tidak menggangu tidur Rena.
...**...
Diandra tidur di kamar yang ada di kantor Richard. Sedangkan Richard, dia tengah menyelesaikan pekerjaannya yang masih menggunung.
Tok tok tok.
"Masuk." suruh Richard dari dalam.
"Permisi tuan, saya membawa informasi tentang nona Rere." ucap Ethan yang langsung menarik perhatian Richard.
"Gimana, cepat katakan." tak sabarlah Richard.
"Dulu ada sepasang suami istri yang menemukan anak kecil di pinggir sungai tuan, dan saya sangat yakin kalau anak kecil itu adalah nona Rere.
"Terus sekarang mereka ada di mana?" tanya Richard.
"Itu yang lagi kami cari tuan. Ternyata dulu setelah seseorang mengambil nona Rere dari panti asuhan orang itu malah membuang nona Rere tuan. Dan saya curiga mungkin orang itu adalah salah satu musuh keluarga tuan." ucap Ethan panjang lebar.
...***...
__ADS_1