
"Halo perkenalkan nama aku Jenifer Halmiton G." ucap Jenifer memperkenalkan dirinya.
"Namanya hampir sama kayak anda tuan." bisik Ethan di telinga Richard.
Richard tak membalas, dia sibuk memperhatikan anaknya yang ada di atas panggung itu.
"G? G-nya itu siapa Jenifer?" tanya MC lagi.
"Emm... siapa ya Jeni lupa, karena ngomongnya susah, kalau kata mommy sih Ghilbelt." jawab Jenifer yang lagi lagi bikin orang ketawa.
"Hahaha dasarnya bocil." tawa anak anak peserta olimpiade.
"Gilbert ya Jenifer, berarti kalau di gabungin nama kamu jadi Jenifer Halmiton Ghilbert. Wah hampir sama seperti nama tuan Richard." ucap MC itu membuat Richard langsung tersadar dari lamunannya.
"Benar tuan, namanya mirip seperti nama anda." ucap Ethan pada Richard.
"Tidak mungkin ini hanya kebetulankan, nama aku bukan nama pasaran." balas Richard.
"Benar tuan, nama belakang anda sangat jarang orang yang memakainya." setuju Ethan.
"Cari tahu tentang dia Ethan." perintah Richard.
"Baik tuan." balas Ethan.
"Terus cita cita kamu apa?" tanya MC lagi.
"Cita cita aku pengen jadi orang yang sukses biar aku sama mommy bisa makan Berger sama pizza." jawab Jenifer polos.
"Ya ampun sayang kamu manis banget sih, itu bukan cita cita tapi itu keinginan sayang." balas MC itu.
"Itu cita cita Tante." kekeh Jenifer.
"Iya itu cita cita, kamu umur berapa sih kok imut banget?" tanya MC itu.
"Emm... satu dua tiga tujuh, iya Jenifer umur tujuh tahun." balas Jenifer.
Lagi dan lagi semua orang di buat tertawa oleh tingkah polos Jenifer, bahkan Richard yang sudah lama tidak pernah tertawa setelah delapan tahun pun menyunggingkan senyumnya.
"Gilak umur tujuh tahun dah ikut olimpiade, gak salah apa itu." komentar Ethan.
"Tidak ada yang salah, saya dulu juga sama seperti dia, di umur yang masih tujuh tahun melawan anak yang berumur tiga belas tahun di olimpiade." balas Richard tanpa menatap Ethan.
__ADS_1
"Wah, jangan jangan dia anakmu lagi." ceplos Ethan membuat Richard langsung menatap Ethan.
"Hehehe sorry, habisnya kalian berdua mirip." cengir Ethan.
"Kamu berasal dari Surabaya ya?" tanya MC itu pada Jenifer.
"Gak tahu Jeni lupa." balas Jenifer.
Dan setelah itu Jenifer pun turun dari atas panggung di bantu MC tadi karena Jenifer kesusahan saat menuruni anak tangga.
Acara pun selesai, sekarang mereka semua tengah melakukan makan malam di tempat yang sudah di sediakan.
Seperti sebelumnya tempat peserta olimpiade dan para pembimbing di bedakan jadi lagi dan lagi Jenifer harus sendirian karena tidak ada yang mau bersama Jenifer.
Kata mereka sih Jenifer itu masih bocil jadi tidak pantas kalau harus bersama mereka, dasar anak anak.
Di saat yang lain memesan makanan enak, Jenifer memilih untuk memakan bekal yang mommy nya bawakan, sayang kalau tidak dia makan nanti nasinya menangis, kata Diandra pada Jenifer.
Tak jauh dari tempat Jenifer ada Ethan dan juga Richard yang hendak pulang ke rumah mereka, tapi Richard mengurungkan niatnya saat melihat Jenifer ada di sana sendirian.
Nalurinya membawa dia melangkah mendekati Jenifer.
"Hai cantik, kok gak gabung sama yang lain?" tanya Richard duduk di samping Jenifer.
"Om kenapa bisa ada di sini, katanya di sini hanya untuk peserta saja?" tanya Jenifer.
"Om kan yang mengadakan acara ini, jadinya ya Om bebas mau di mana saja." balas Richard.
Ya, acara olimpiade ini memang Richard lah yang mengadakan, jadi dia adalah salah satu orang yang penting dalam keberlangsungan acara tersebut.
"Ooh pantes." balas Jenifer.
"Kamu makan sama apa, kenapa gak pesan makanan seperti yang lain?" heran Richard saat melihat Jenifer malah makan makanan yang ada di dalam wadah.
"Ini nasi goreng yang mommy bawain buat Jeni, kan sayang kalau gak di makan om, lagian juga ini makanan paling enak ya paling Jenifer suka." jawab Jenifer.
"Masak sih, padahal di sini ada makanan yang enak enak loh." balas Richard.
"iya Jeni tahu, tapi bagi Jeni ini makanan paling enak karena Jeni juga jarang makan nasi goreng sama telur ceplok."
"Lah terus kamu biasanya makan sama apa?" tanya Richard penasaran.
__ADS_1
"Kalau gak sayur bening ya gorengan tempe." jawab Jenifer sambil menatap Richard dan tersenyum manis.
Tiba tiba saja hati Richard merasa sangat damai melihat senyuman itu.
"Kamu tiap hari hanya makan itu?" tak percaya Richard.
"Iya Om, karena yang ada di sekitar rumah hanya itu."
Richard merasa iba mendengar jawaban Jenifer, semalang apa sih keluarga Jenifer sampai sampai dia harus makan setiap hari dengan sayur bening.
"Emang orang tua kamu kerja apa hmm, kenapa dia gak belikan kamu makanan yang enak?" tanya Richard penasaran.
"Mommy kerja di sawah bantu orang orang panen, terus nanti uangnya buat bayar sekolah Jeni, dan kalau buat makan biasanya ada orang orang baik yang ngasih mommy beras atau nasi sisa seperti tadi."
"Nasi sisa?"
"Iya Om nasi sisa kemaren, ini buktinya, nasi goreng ini tadi mommy dapat nasi sisa dari tetangga yang baik mau kasih nasi pada kita." jelas Jenifer sambil memakan nasi goreng yang ada di hadapannya.
Richard menelan ludahnya kasar, dia tidak tahu lagi semalang apa nasib anak ini, sampai sampai makan nasi goreng sisa nasi orang saja dia sesenang ini.
Ehh tunggu, tadikan dia bilang mommy, terus kalau Daddy-nya kemana.
"Tadi Jenifer bilang kan itu mommy yang kerja, terus kalau Daddy Jenifer kerja apa?" tanya Richard.
"Gak tahu, kata mommy sih Daddy kerja jauh dan gak pernah pulang. Jenifer aja gak tahu wajah Daddy seperti apa." jawab Jenifer.
"Astaga jahat sekali laki laki itu." batin Richard.
"Jenifer mau pesan apa gak biar Om yang beliin?" tanya Richard menawari Jenifer.
"Kalau sekarang Jeni gak mau karena Jeni sudah makan, tapi kalau besok Om mau beliin Jeni mau." balas Jenifer.
"Iya besok Om beliin." balas Richard.
"Terimakasih om, nanti kalau Jenifer mau pulang boleh gak minta beliin lagi biar bisanya buatan oleh oleh mommy?" tanya Jenifer.
"Iya boleh, nanti Om beliin yang banyak buat Jenifer. Emang Jenifer mau makan apa hmm?" tanya Richard.
"Jeni mau makan pizza sama Berger, soalnya setiap minta sama mommy, mommy selalu bilang nanti kalau punya uang, tapi mommy gak punya punya uangnya jadi sampai sekarang Jenifer belum pernah makan pizza sama Berger, padahal teman teman sekelas Jenifer sudah pada nyobain." pinta Jenifer.
Richard yang mendengar itu semua pun berniat nanti untuk pergi ke rumah Jenifer dan membantu keuangan keluarga Jenifer agar mereka tidak kesusahan lagi.
__ADS_1
...***...