Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#87


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Ethan sedang kelimpungan mencari keberadaan Richard di apartemen Richard.


"Nih si tuan kemana sih bikin riweh aja." bingung Ethan.


Ethan sudah memeriksa seluruh apartemen Richard tapi tak menemukan keberadaan Richard di sana, bahkan Ethan sudah mengulangi kedua kali pergi ke seluruh apartemen Richard takut takut ada yang terlewat, tapi belum juga dapat menemukan Richard.


"Awas aja nanti kalau sampai ketemu akan saya gorok." kesal Ethan.


Ethan mencoba menghubungi Richard lagi karena tadi dia menghubungi Richard tapi tak aktif, Ethan berfikir mungkin sekarang handphone Richard sudah aktif, tapi nyatanya sama aja seperti tadi.


"Tuan anda di mana sih, kalau sakit hati itu jangan bikin orang puyeng dong." gruntu Ethan kesal.


Ethan mencoba melacak keberadaan mobil yang di naiki Richard tadi, dan dalam map yang ada di handphone Ethan menunjukkan kalau mobil yang Richard kendarai berhenti di suatu tempat.


"Aku harus segera ke sana sebelum tuan pergi lagi." ucap Ethan dan langsung pergi dari apartemen Richard untuk mencari Richard.


Sampai di tempat yang di tuju itu ternyata adalah sebuah bengkel, Ethan pun masuk ke dalam bengkel itu dan menemukan ada mobil Richard di dalam sana.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya pekerja bengkel.


"Ahh itu aku cuma cari majikan saya, ini mobilnya." balas Ethan sambil menunjuk mobil yang Richard pakai tadi.


"Ooh ini mobil punya majikan anda, maaf tuan kami tidak bisa membenarkan mobil ini karena ini bukan mobil sembarangan jadi kami takut salah dalam menanganinya." balas pekerja bengkel yang malah membuat Ethan bingung.


"Lah, emang yang punya mobil ini kemana?" tanya Ethan bingung.


"Kami tidak tahu tuan, karena tadi ada orang yang menelfon bengkel ini dan kami pun segera datang ke sana tapi di sana sudah tidak ada orang." balas pekerja bengkel itu.


"Aiss... tuan ini bikin pusing aja." decak Ethan.


"Ya udah pak nanti akan ada orang saya yang bakal ambil mobil ini, kalau begitu saya permisi dulu nanti mereka yang akan urus semua biayanya." pamit Ethan.


"Baik tuan." balas pekerja bengkel.


Ethan pun pergi dari sana, saat sampai di dalam mobil dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengambil mobil Richard di bengkel itu dan membawanya ke bengkel yang khusus.


"Dasar tuan Richard gila, bisa habis nih waktu kerja cuma buat nyari tuan Richard yang entah dimana sekarang." gruntu Ethan dalam mobil.

__ADS_1


Ethan bingung harus mencari Richard kemana lagi, mau lacak handphone Richard tapi tidak bisa karena handphone Richard tidak aktif.


Mau lacak cctv juga percuma karena nanti malah akan membuang buang waktu.


"Apa aku tanya nona Diandra saja ya." lanjut Ethan.


"Iya, sepertinya aku harus kembali ke sana, siapa tahu tuan Richard sudah ada di sana, kan tadi tuan Richard suruh aku cari apartemen di sana, siapa tahukan kalau tuan Richard sudah dapat apartemen sendiri."


Ethan pun langsung melajukan mobilnya menuju apartemen Andrew, Ethan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di sana.


...**...


Saat ini Diandra sedang melamun di dalam kamarnya yang ada di apartemen Andrew. Rena sudah tidur sedari tadi karena dia harus banyak banyak istirahat, sedangkan Diandra dia tidak bisa tidur karena terus kepikiran masalahnya sama Richard.


"Apa aku pergi aja ya." gumam Diandra.


"Rena kan sekarang sudah menemukan kakak kakaknya, aku yakin mereka bisa menjaga Rena dengan baik." lanjut Diandra.


"Benar, sepertinya aku harus pergi dari sini, tapi... bagiamana caranya." bingung Diandra.


"Aku tahu aku harus apa." Diandra pun langsung bersiap, Diandra menuliskan sesuatu di kertas dan meninggalkannya di meja samping Rena tidur.


Setelah selesai Diandra keluar dari kamar itu tanpa membawa apapun selain tas selempang yang dia bawa untuk tempat handphone dan dompetnya.


"Mau kemana nona?" tanya Elina yang berpapasan dengan Diandra saat baru keluar kamar.


"Ini aku mau pulang ke kontrakan dulu, soalnya Richard sudah menunggu aku di sana." balas Diandra bohong.


"Kalau gitu mari saya antar, saya juga sudah tidak ada pekerjaan." tawar Elina.


"Ahh tidak usah, soalnya di bawah sudah ada bodyguard Richard yang menjemput aku." bohong Diandra lagi.


"Baiklah kalau begitu nona hati hati di jalan." balas Elina.


"Iya terimakasih, kalau begitu aku pergi dulu ya, titip salam buat Andrew dan juga Rena nanti kalau sudah bangun."


"Baik nona."

__ADS_1


Diandra pun pergi dari apartemen Andrew, sampai di depan pintu lift untuk turun ke lantai bawah Diandra menyempatkan diri untuk memakai masker yang sudah dia siapkan di dalam tas.


Diandra masuk dan langsung memencet tombol lantai satu untuk turun di sana.


Saat baru beranda di lantai 7 ternyata lift terbuka dan masuklah seorang wanita dan anaknya, orang itu memencet tombol lantai 5 dan lift pun berjalan turun kembali.


Sampai di lantai 5 wanita itu dan anaknya keluar dari lift, dan Diandra pun memutuskan untuk ikutan keluar dari sana, dan langsung berpindah ke lift yang satunya.


Diandra berfikir mungkin ada saja anak buah Richard yang memantaunya, jadi dengan begini dia bisa mengecoh anak buah Richard.


Sampai di lantai satu Diandra langsung berjalan menuju toilet, dan saat berada di dalam toilet dia diam dan memaksa otaknya untuk berfikir bagaimana caranya dia keluar dari sini tanpa ada yang tahu.


"Harus gimana ini keluarnya." Diandra memutar otaknya.


Tak berapa lama masukkan seorang wanita yang tengah membawa koper, dan sebuah ide brilian masuk ke otak Diandra, Diandra pun langsung menghampiri orang itu.


"Permisi mbak." ucap Diandra menghampiri wanita itu.


"Iya ada apa ya?" balas wanita itu.


"Mbaknya bawa baju banyak gak?" tanya Diandra.


"Iya ini ada banyak, kebetulan saya mau pulang kampung." jawab wanita itu.


"Emmm... boleh gak kalau saya beli bajunya satu." pinta Diandra.


"Maksud mbaknya gimana ya, saya ini tidak berjualan baju." bingung wanita itu.


"Jadi saya ini mau kabur dari kejaran pacar saya mbak, pacar saya itu jahat karena udah kurung saya di dalam kamar dengan waktu yang lama, jadi saya ingin kabur dari dia." jelas Diandra mengarang cerita.


"Terus sama beli baju saya apa hubungannya?" bingung wanita itu.


"Jadi di luar itu ada anak buah pacar saya mbak, jadi saya mau menyamar ganti baju mbaknya." jelas Diandra.


"Ooh begitu, ya udah ini kamu ambil aja, gak usah beli aku kasih gratis." wanita itu pun membuka kopernya dan menyuruh Diandra untuk memilih baju mana yang cocok untuk Diandra kenakan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2