
Tok tok tok.
Pintu kamar Richard di ketuk, Richard pun langsung memerintahkan orang itu untuk masuk.
"Masuk." balas Richard.
Orang itu pun masuk menghampiri Richard, meskipun dengan keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya, tapi dia tetap memberanikan diri untuk menghampiri Richard.
"Ada apa?" tanya Richard.
"Mari tuan ikut saya ke sana, kami ada menemukan sesuatu terkait dengan nona Diandra." ucap orang itu yang tak lain adalah anak buah Richard.
"Silahkan tunggu di luar, saya akan bersiap dulu." balas Richard.
"Baik tuan." jawab orang itu dan keluar dari dalam kamar Richard.
Richard pun langsung bersiap untuk pergi ke tempat dimana anak buahnya menemukan sesuatu tentang Diandra, Richard selalu berdoa semoga ada keajaiban Diandra bisa di temukan dalam keadaan selamat tanpa ada luka sedikitpun.
"Semoga kamu tetap selamat sayang, aku menantikan kedatanganmu." ucap Richard berdoa.
Setelah selesai bersiap Richard langsung keluar dari kamarnya dan mereka pun langsung membawa Richard menuju sebuah tempat.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya mereka sampai di tempat di mana kapal punya Richard yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan Diandra.
"Gimana?" tanya Richard setelah sampai di sana.
"Kami menemukan ini tuan, kami curiga kalau ini adalah punya nona Diandra." ucap salah satu anak buah Richard kepada Richard.
Richard melihat ada sebuah tas selempang di sana, dia menggambil tas itu dan memeriksanya.
Richard membuka tas itu dan di dalamnya terdapat sebuah dompet, Richard membuka dompet itu dan menemukan KTP milik Diandra dan ada sebuah kartu kredit yang juga berada di dalamnya.
"Tidak, ini pasti hanya kebetulan. " gumam Richard tidak percaya.
"Ini memang bener tuan, kami menemukannya di sekitar bangkai bangkai kapal yang sudah hancur lebur. Dan rasanya itu sangat mustahil kalau nona Diandra akan di temukan dengan selamat."
__ADS_1
Bug.
"Ngomong apa kamu Hah, Diandra itu orang yang kuat, saya yakin dia masih hidup." marah Richard memberikan pukulan pada anak buahnya yang berbicara kalau Diandra sudah tidak ada.
"Tenang tuan, anda jangan sampai emosi." ucap salah satu anak buah Richard yang berani melerai Richard.
"Lepaskan." ucap dingin Richard meminta untuk di lepaskan dari pegangan anak buahnya.
Orang orang yang memegangi Richard itu pun perlahan melepaskan tangan mereka pada Richard.
"Permisi tuan, kami menemukan ini di sana." ucap salah satu anak buah Richard membawa potongan kain yang bercorak bunga bunga.
Richard menggambil itu, dia teringat kalau waktu anak buahnya mencari Diandra lewat cctv waktu berada di bandara Diandra memakai dress yang corak kainnya seperti itu.
Tidak itu tidak mungkin, mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja, tidak hanya Diandra saya yang mempunyai pakaian itu, pasti banyak orang lain juga, pikir Richard.
"Ayo kita melakukan pencarian lagi sampai Diandra ketemu." suruh Richard yang tak percaya dengan apa yang anak buahnya bawa.
Mereka semua saling pandang sebelum mereka mengiyakan permintaan tuan mereka. Tapi ada salah satu di antara mereka yang mengabarkan bagiamana kondisi Richard saat ini pada Ethan.
Richard keluar dari bagian dalam kapal, dia melihat ke luar lautan lepas. Ingin rasanya dia terjun ke dalam air dan mencari Diandra sendiri, tapi itu rasanya tidak mungkin karena lautan tak seluas sungai dan danau.
"Tuan tuan, kami menemukan ini." teriak anak buah Richard heboh karena mereka berhasil menemukan sesuatu.
Richard pun langsung berlari ke arah anak buahnya untuk melihat apa yang mereka temukan.
Kalau tadi hanya sepotong kain saja, maka kali ini mereka menemukan potongan kain yang sama tapi dengan ukuran yang lebih lebar.
Di tambah lagi di sana ada jari telunjuk manusia yang sudah rusak dan sudah tidak jelas lagi bentuknya.
"Tidak, ini tidak mungkin. Kalian pasti bohong, Diandra tidak mungkin meninggalkan aku." ucap Richard tidak percaya sambil kepalanya menggeleng geleng tidak percaya.
"Tuan yang sabar ya, kita harus mengikhlaskan kepergian nona biar nona tenang di sana." ucap salah satu anak buah Richard agar Richard bisa tenang.
"DIANDRA." Richard berlari menuju pinggiran kapal, dia berniat akan loncat dari sana.
__ADS_1
"Akankan tuan Richard." anak buah Richard yang melihat Richard akan melompat pun tak tinggal diam, mereka menahan Richard yang terus terusan memberontak ingin loncat ke sana.
"Lepaskan aku, aku mau menyusul Diandra, aku mau mencari Diandra." berontak Richard seperti orang gila.
"Tenang tuan tenang, tuan harus ikhlas, mungkin sekarang nona Diandra sudah bahagia di sana." ucap salah satu dari mereka menenangkan Richard.
Tapi itu percuma, telinga Richard seolah tuli untuk mendengarkan omongan orang, Richard tetap memberontak untuk di lepaskan.
Mungkin karena dia belum makan makannya tubuhnya lemas dan tidak bisa melawan banyaknya anak buah Richard, jadi itu tidak terlalu menyulitkan anak buah Richard.
Salah satu anak buah Richard datang yang entah di tangannya membawa apa, dia langsung menyuntikkan sebuah cairan kepada tubuh Richard.
"DIANDRA KAMU DI MANA SAYANG." teriak Richard memanggil manggil nama Diandra.
"Tenang tuan tenang." ucap anak buah Richard agar Richard tenaga.
"Diandra, Diandra...." lama kelamaan tubuh Richard mulai lemas dan perlahan dia mulai tidak sadarkan diri.
"Ayo langsung kita bawa ke Jakarta, tuan Ethan yang memerintahkan ini semua." ucap salah satu dari anak buah Richard kepada anggota yang lainnya.
Ya, Ethan lah yang memerintahkan mereka untuk membius Richard dan membawanya ke Jakarta, karena Ethan juga tidak akan tenang meninggalkan Richard di Surabaya tanpa pantauannya, jadi untuk lebih mudahnya Ethan menyuruh anak buah Richard untuk membawa Richard ke Jakarta.
...**...
"Rena kita langsung pergi keluar tempat Richard aja ya, nanti kami harus bisa menenangkan dia." ucap Andrew.
Tadi Andrew sudah mendapatkan kabar dari Ethan tentang keadaan Richard yang, dan Ethan juga mengabarkan kalau dia akan membawa Richard pulang dengan paksa.
Kebetulan sekali Rena sudah bisa keluar dari rumah sakit, maka dia akan meminta Rena untuk menemani dan menenangkan Richard nanti.
"Iya kak, Rena juga tidak mau kehilangan bang Richard juga, cukup kak Dian aja yang pergi." balas Rena.
"Ayo kita langsung ke sana." ajak Andrew dan di angguki Rena.
Andrew akan membawa Rena ke apartemen dekat dengan apartemennya yang baru saja di beli Ethan sebelum Diandra di kabarkan kabur.
__ADS_1
Tidak mungkin Ethan akan membawa Richard ke apartemen yang biasanya Richard tempati, karena kalau tetap di sana nanti yang ada Richard bakalan terus menerus bersedih dan mengingat Diandra terus.
...***...