Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#104


__ADS_3

Elina tak membalas ucapan Ethan lagi, dia pergi ke kamar mandi untuk berganti baju dan setelah itu dia dengan ragu langsung bergabung bersama Ethan du atas ranjang.


Tanpa rasa canggung Ethan langsung membawa Elina masuk ke dalam pelukannya dan kepalanya dia taruh di dada bidangnya yang telanjang.


"Yang." pangil Ethan.


"Hmm." balas Elina dengan tangan yang mengukir abstrak di dada Ethan yang telanjang.


"Kamu kangen gak sama aku?" tanya Ethan.


"Ya kangen lah, kamu pikir selama ini buat apa aku sampai berubah menjadi seperti sekarang kalau bukan untuk mengalihkan perhatianku dari memikirkan kamu terus." balas Dea.


"Terus kalau kangen kenapa dulu gak dengerin penjelasan aku dulu?"


"Ya kan aku udah terlanjur marah sama kamu, udah ah kenapa jadi mengingat masa lalu lagi sih, kan tadi udah sepakat kalau tidak akan mengingat masa lalu lagi."


"Ya kan aku penasaran aja yang." balas Ethan dan tak lagi mendapatkan balasan dari Elina.


"Sayang tangan kamu jangan nakal dong, kamu mau aku makan sekarang hmm?" goda Ethan.


"Iya aku mau, aku kangen sama burung kamu." jawab Elina frontal sambil menatap Ethan.


"Hah kamu serius?" cengoh Ethan tak percaya.


"Iya sayangku, kamu tahu gak kenapa aku pakai pakaian seperti tadi waktu ke tempat kamu kerja, itu semua aku lakukan buat godain kamu, ehh taunya malah sikap kamu biasa aja." cemberut Elina.


"Kamu seriusan tadi emang mau goda aku?" tanya Ethan tak percaya.


"Iyalah, emang kamu kira aku ngapain." kesal Elina.


"Kalau tahu gitu seharusnya tadi aku langsung bawa kamu ke kamar aja gak usah pakai makan siang."


"Ngaco kamu." memukul dada Ethan tapi tangan Elina langsung di tahan Ethan dan di tariknya ke atas kepala Elina.


"Kamu tahu, selama aku tidak sama kamu aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun." ucap Ethan berbisik.


"Iya aku tahu, karena kamu hanya akan melakukannya denganku." balas Elina.


Cup.

__ADS_1


Ethan sudah tidak tahan lagi, dia langsung mencium bibir ranum Elina dengan penuh cinta dan naf5u. Tak sampai di sana, tangan Ethan juga menjalar kemana-mana mencari mainan yang selama ini dia rindukan.


"Emhh...." Elina menahan des4h4nnya.


"Jangan di tahan sayang keluarkan, aku suka mendengar suaranya seksimu." ucap Ethan melepaskan ciumannya.


Ethan masuk ke dalam selimut dan hal itu membuat Elina mengerakkan tubuhnya tidak jelas, entah apa yang Ethan lakukan di sana hingga lama dia berada di sana dan setelah setengah jam barulah Ethan keluar dari sana.


"Aku masukin ya yang?" Ethan meminta izin pada Elina dan hanya di balas anggukan saja oleh Elina kerena dia juga sudah tidak tahan lagi.


Ethan mulai memasukkannya dan rasanya sangat susah, mungkin efek karena Elina tidak pernah main selama beberapa tahun ini jadi menyusahkan Ethan untuk masuk.


Lama mereka melakukan itu hingga menjelang pagi barulah Ethan mengakhirinya karena sudah tidak tega lagi kepada Elina yang sudah tertidur.


Efek lama berpuasa membuat Ethan berbuka dengan ganasnya, entah menyalurkan semua naf5u nya yang selama ini dia tahan kepada Elina sang kekasih hati.


Selesai melakukan itu Ethan tidak melepaskan p3nyatu4n mereka berdua, dia menarik Elina ke dalam pelukannya dan dia mulai ikut pergi ke alam mimpinya.


...**...


Sementara itu di Indonesia Richard senang menemui Dito saat ini, Dito berada du hadapannya dengan pandangan yang menunduk takut menatap Richard.


"Aku ingin menyerahkan diri pada bang Richard." jawab Dito.


"Kenapa kau melakukan itu, apa kau gak takut mati?" tanya Richard.


"Tidak, karena ini adalah konsekuensi atas apa yang sudah aku perbuat." balas Dito.


Richard menarik sudut bibirnya, dia menelisik penampilan Dito dari tempatnya.


"Kalau kau emang ingin menyerahkan diri, aku tidak akan membunuhmu, tapi aku akan memberikan tugas untukmu." ucap Richard pada Dito.


"Kenapa, kenapa bang Richard tidak membunuhku?" tanya Dito.


"Aku tidak mungkin membunuh seseorang yang adikku sayangi, aku tidak akan membuat adikku merasakan apa saat ini aku rasakan. Kehilangan orang yang di cintai untuk selama lamanya itu lebih menyakitkan." balas Richard mengingat kalau sekarang Diandra sudah tidak ada di sisinya.


"Apakah kau benar benar sudah menyesali semua perbuatanmu?" tanya Richard.


"Iya bang, aku menyesal sudah melakukan ini semua pada Rena." balas Dito yakin.

__ADS_1


"Apakah kau menyesalinya karena kau baru tahu kalau kau hanya du manfaatkan oleh kedua kakak tirimu itu?"


"Tidak kak, sebelum aku mengetahui kebenaran itu aku sudah menyesali semuanya." balas Dito.


"Lalu maukah kau membantuku untuk membalaskan semua dendamku pada mereka?" tanya Richard.


"Iya aku mau, asal bang Richard tidak memberitahukan ini semua pada Rena, karena aku takut nanti Rena akan semakin membenciku."


"Oke nanti aku akan memberikan tugas untukmu dan soal Rena kamu tenang aja, dia tidak bakal tahu tentang hal ini." balas Richard yakin.


"Baik bang."


"Emm bang, bolehkah aku minta tolong untuk menyembunyikan semua yang sudah aku lakukan di perusahaan agar tidak ada yang mengetahuinya sampai nanti waktunya tiba."


Dito meminta tolong agar Richard menutup semua akses agar tidak ada yang tahu tentang apa yang sudah Dito lakukan pada perusahaannya sendiri.


"Kamu tenang saja, aku akan membereskannya. Lagian juga kenapa kamu malah melakukan itu pada perusahaanmu sendiri?" tanya Richard tak habis pikir dengan jalan pikiran Dito.


"Karena aku tahu tak lama lagi pasti mereka berdua akan mengambil semuanya dariku bang." jawab Dito yang mengetahui rencana kedua kakaknya.


"Seharusnya kau tidak perlu melakukan itu, karena aku sendiri tidak akan membiarkan mereka berdua bergerak dengan bebas."


"Sudah terlanjur kak, lagian juga aku memberikannya pada Rena." balas Dito.


"Ya sudah, pergilah dari sini sebelum nanti ada yang mengetahui keberadaanmu, dan ingat jangan mengkhianatiku atau kau akan tahu akibatnya." usir Richard sekaligus memberikan ancaman buat Dito.


"Tidak bang, aku tidak akan mengkhianati kalian." balas Dito yakin.


"Aku tunggu buktinya." balas Richard.


Setelah itu Dito pergi dari markas Richard dan Richard pun pergi juga dari sana.


Richard akan pulang ke apartemen lamanya, mungkin dengan berada di sana Richard bisa mengurangi rasa kangennya dengan Diandra.


Richard sangat merindukan Diandra, sebenarnya Richard ingin pergi menyusul Diandra tapi itu tidak memungkinkan karena masih banyak orang yang dia sayangi nanti akan menangis dan bersedih dengan apa yang sudah dia perbuat.


Sampai di apartemen, Richard langsung masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung melihat ada foto Diandra yang dia letakkan di atas meja samping tempat tidurnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2