
"Jangan, jangan bawa Becca." teriak seorang anak laki laki yang berusia sekitar lima belas tahun.
"Abang tolongin Becca, Abang." balas anak perempuan yang berusia sekitar lima tahun.
"Becca jangan tinggalkan Abang." teriak anak laki laki itu lagi.
"ABANG." teriak anak perempuan sebelum dia di bekap mulutnya dan di masukkan ke dalam mobil.
"Lepas, lepaskan saya." berontak anak laki-laki itu kepada orang orang berotot yang tengah memeganginya.
Orang orang itu pun melepaskan anak laki laki itu karena mereka melihat mobil yang membawa anak perempuan itu sudah pergi.
"BECCA."
Huh huh huh....
"Ternyata cuma mimpi." ucap Richard.
Ya anak laki laki itu adalah Richard, dia tengah memimpikan sebuah kisah masa lalu yang selalu menghantui dirinya ketika malam hari. Mimpi mimpi itu selalu hadir dalam tidurnya, dan hanya Ethan lah yang tau akan hal itu.
Tok tok tok.
"Tuan, apakah anda sedang bermimpi lagi?" tanya Ethan dari balik pintu kamar Richard.
Richard pun segera bangun dan membukakan pintu untuk Ethan.
Ceklek.
"Apakah tuan baik baik saja?" tanya Ethan khawatir.
Pasalnya tadi Ethan mendengar teriakkan dari kamar tuannya ini dengan menyebutkan nama seseorang yang sering Ethan dengan.
"Seperti malam malam sebelumnya, kalau saya tidak minum obat tidur pasti mimpi itu selalu datang." jawab Richard sambil mengambil air minum di atas meja samping tempat tidur.
"Apakah tuan masih berharap kalau nona Rere masih hidup?" tanya Ethan penasaran.
"Ya, aku selalu menanti kehadirannya. Karena sekarang hanya dia yang aku punya setelah kepergian kedua orang tua kami."
Ya, Becca atau Rebecca tapi Richard lebih suka memanggilnya Becca sedangkan orang orang akan memanggilnya dengan Rere. Dia adalah adik kandung Richard. Usia mereka terpaut sepuluh tahun.
__ADS_1
Dulu adiknya di culik oleh musuh dari kedua orang tuanya setelah mereka menghabisi nyawa orang tua Richard di depan mata Richard dan Rebecca langsung. Dan hal itu yang membuat Richard menjadi psikopat.
Richard memang sudah membalas semua perbuatan orang orang di masa lalunya dengan menghabisi nyawa mereka. Tapi hal itu tak kunjung membuat adiknya kembali juga.
Richard selalu mencari keberadaan adiknya itu, tapi tak ada satu pun petunjuk di mana keberadaan adiknya hingga saat ini.
"Saya janji sama tuan, saya akan berusaha untuk mencari nona Rere sampai ketemu." Janji Ethan.
"Terimakasih kamu sudah banyak membantu saya."
Wow, ini momen yang sangat langka, seorang Richard Halmiton Ghilbert mengucapkan terimakasih pada Ethan. Bahkan Ethan sudah sering membantu Richard dan sudah beberapa kali juga Ethan memenangkan tender untuk perusahaan Richard tapi Richard tak pernah sekalipun mengucapkan terimakasih kepadanya.
Tapi tadi, hanya mengucapkan itu saja Richard sudah berterimakasih kepada Ethan. Apalagi kalau Ethan berhasil menemukan Rebecca langsung, bisa bisa perusahaan Richard akan langsung di berikan kepada Ethan.
"I-iya tuan." tuh kan, Ethan aja sampai gagap karena saking kagetnya.
"Kamu kenapa?" heran Richard, pasalnya dia merasa tidak melakukan hal yang ekstrim kenapa Ethan bisa gagap gitu.
"Eh, itu anu, tuan mau sarapan apa pagi ini?" Ethan mengalihkan pertanyaan Richard.
"Saya mau roti saja." jawab Richard.
"Hmm." balas Richard.
Ethan pun pergi untuk menyiapkan sarapan buat mereka berdua.
Sedangkan Richard, diam termenung di dalam kamarnya. Hal ini lah yang jarang orang tahu, hanya Ethan saja yang mengetahui perilaku Richard saat ini.
"Kamu di mana Becca, Abang kangen sama kamu." monolog Richard.
Richard mengambil sebuah bingkai foto yang dia letakkan di dalam laci dan mencium foto itu. Di dalam bingkai foto itu terdapat foto keluarga Richard saat masih utuh dulu. Ada kedua orang tua Richard dan adik Richard yang tak lain adalah Rebecca.
Richard rindu masa masa kecilnya dulu, di mana dia bermain bersama adiknya di temani mamanya, sedangkan papanya duduk di bangku tak jauh dari mereka sambil memangku laptopnya.
"Pasti mama sama papa juga rindu sama kamu." lanjut Richard.
Tak mau larut dalam kesedihan lagi, Richard mengembalikan bingkai foto itu ke dalam laci dan dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...**...
__ADS_1
"Uwow, banyak banget Panggilan tak terjawab dari Richard. Kerjain ahh...." ucap Diandra saat melihat notifikasi di handphonenya yang banyak Panggilan tak terjawab dari Richard.
Diandra mencari foto di pint*r*st foto kaki seorang yang seperti tengah berboncengan motor dan menguploadnya menjadi instastorynya dengan caption
Terimakasih sudah menemaniku semalam.
Tak lupa Diandra juga menambahkan emoticon love di akhir kalimatnya.
Setelah memastikan semuanya beres, Diandra pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum nanti dia mulai mencari uang lagi dari calon calon orang yang akan dia tipu.
...**...
"****." umpat Richard saat melihat postingan Diandra.
"Berani beraninya dia main main dengan wanitaku. Tak akan ku biarkan dia hidup." marah Richard pada laki laki yang entah wajahnya seperti apa, karena yang ada di foto ada kakinya saja.
"Ada apa tuan?" tanya Ethan setelah meneguk habis minumnya.
Ya, mereka baru saja menyelamatkan sarapan dan Richard menyempatkan diri untuk membuka handphonenya untuk melihat apakah ada pesan dari Diandra. Tapi yang dia dapat bukannya pesan, tapi sebuah instastory yang membuat darahnya mendidih.
"Kamu cari siapa lelaki itu, dan bawa dia ke markas." perintah tak masuk akal lagi dari Richard.
Ethan membuka handphonenya untuk melihat foto apa yang sudah Richard kirimkan kepadanya.
"Tuan gak salah nyuruh saya nyari seseorang yang wajahnya saja saya tidak tahu?" tanya Ethan tak habis pikir.
"Saya gak mau tahu, pokoknya kamu harus bawa dia ke markas. Paling lambat nanti malam, kalau sampai nanti malam kamu belum juga menangkapnya maka mobil yang kemaren saya kasih bakal saya jual lagi." ancam Richard membuat mata Ethan melotot.
Tuannya ini semakin hari semakin gila saja, masak mobil baru dia pakai satu kali udah mau di jual. Woy tuannya ini orang kaya loh, masak iya mobil yang harganya tak seberapa aja harus di jual. Apakah tuannya ini sudah melarat? pikir Ethan.
"Baik tuan." jawab Ethan meskipun tak tahu harus mulai mencarinya dari mana.
"Hmm, ayo kita berangkat." ajak Richard berdiri dan merapikan jas nya.
Ethan pun dengan cepat menyusul langkah tuannya yang sudah hampir keluar dari apartemen. Mereka akan pergi menuju perusahaan yang baru saja Richard rebut kemaren.
Hari ini Richard berencana mengumumkan pemilik perusahaan itu saat ini dan mengesahkan nya menjadi cabang RH'G company yang ada di Indonesia.
...***...
__ADS_1