Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#90


__ADS_3

"Anggota kami yang berada di Bandung sedang melakukan pencarian tuan, kami juga mendapatkan sinyal dari handphone milik nona tuan." jawab anak buah Richard.


"Bagus, cari nona sampai dapat, kalau kalian tidak bisa mendapatkan nona Diandra maka saya tidak bisa menjamin kalau umur kalian akan lama." balas Ethan sambil tersenyum mengerikan yang dapat membuat bulu kuduk anak buah Richard merinding.


"Ba-baik tuan." balas anak buah Richard.


Tanpa mengatakan apapun lagi Ethan langsung pergi dari sana, dia pergi menuju ruangan Richard untuk memberikan kabar kalau Diandra sebentar lagi akan di temukan.


"Permisi tuan." ucap Ethan menghampiri Richard yang keadaannya masih sama seperti tadi.


"Anak buah tuan sudah mendapatkan sinyal handphone milik nona Diandra dan keberadaan nona Diandra berada di Bandung tuan." jelas Ethan karena Richard diam saja tak membalas ucapan yang tadi.


Mendengar itu seketika kepala Richard menoleh ke arah Ethan.


"Ayo kita ke sana." ucap Richard berdiri dari duduknya di lantai.


"Maaf tuan tapi ini udah malam, tidak baik kalau kita melakukan perjalanan jauh di saat keadaan tuan yang seperti ini." balas Ethan mencoba untuk menghentikan Richard.


"Kalau kamu tidak mau ya terserah, saya akan pergi ke sana sendiri." balas Richard dan langsung pergi meninggalkan Ethan.


"Tuan, tunggu saya." teriak Ethan dan segera menyusul Richard.


"Tuan tuan, apakah anda tidak ingin membersihkan tubuh anda terlebih dahulu, saya lihat kalau penampilan tuan tidak memungkinkan untuk bertemu dengan nona Diandra, nanti nona Diandra malah tidak suka berada di dekat anda." ucap Ethan menahan Richard.


Ethan mengunakan kata kata seperti itu agar Richard mau membersihkan tubuhnya, bagiamana mungkin Ethan akan membiarkan tuannya pergi keluar dengan keadaan yang belum mandi, Richard hanya mandi tadi pagi saja dan setelah itu dia belum mandi sama sekali.


"Benar juga apa katamu, ya sudah saya mau mandi dulu, siapkan penerbangan kita berangkat ke Bandung sekarang juga." suruh Richard.


"Baik tuan." balas Ethan.


Richard pun langsung pergi ke kamarnya mandi dan berganti baju dengan baju yang terbaik yang dia punya agar nanti saat bertemu Diandra, Diandra akan semakin terpesona dengan Richard.


Dan setelah selesai mereka pun langsung menuju bandara dan terbang menuju kota Bandung.


Richard sudah sampai di Bandung, dia langsung menemui anak buahnya yang sudah menemukan handphone Diandra.


"Bagiamana, mana nona Diandra?" tanya Ethan mewakili Richard.

__ADS_1


"Maaf tuan tapi yang kami temukan hanya handphone nona Diandra sana, karena kata pemilik handphone yang nona Diandra jual tadi nona Diandra langsung pergi entah kemana." jelas salah satu anak buah Richard.


"Apa kalian bilang, Diandra menjual handphonenya?" tanya Richard tak percaya.


"Benar tuan, bahkan nona Diandra juga menjualnya dengan SIM card nya juga." balas anak buah Richard dan memberikan handphone Diandra yang tadi mereka beli kembali, yang pastinya dengan harga dua kali lipat.


"Berarti Diandra memang benar ada di sini, lalu kenapa kalian masih ada di sini, kenapa kalian tidak mencarinya Hah?" bentak Richard.


"Banyak anggota kami yang ada di sini sudah menyebar mencari nona Diandra tuan, mungkin besok pagi mereka akan memberikan kabar, karena ini sudah terlalu malam jadi kita sulit untuk mencari keberadaan nona Diandra." jelas anak buah Richard.


"Saya gak mau tahu, pokoknya kalian harus mencari wanita saya sampai dapat." ucap Richard dan langsung pergi menuju mobilnya kembali.


"Bagaimana tuan, apakah kita akan kembali ke hotel?" tanya Ethan yang sedang mengendarai mobil.


"Kamu saja yang pulang, saya mau mencari Diandra." balas Richard.


"Tapi ini sudah malam hari tuan, lebih baik kita istirahat agar besok kita bisa mencari keberadaan nona Diandra kembali." balas Ethan mencoba membujuk Richard agar mau istirahat.


"Istirahat lah jika kamu mau istirahat, tapi saya akan tetap melanjutkan pencarian Diandra." balas Richard yang tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Tidak tuan, saya akan menemani anda." balas Ethan.


"Apakah aku harus memberikannya obat tidur?" batin Ethan.


Ethan pun langsung menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan semuanya.


"Maaf tuan apakah saya boleh berhenti untuk mencari minum terlebih dahulu?" tanya Ethan meminta izin pada Richard.


"Hmm." balas Richard.


Mendapatkan izin dari Richard Ethan pun langsung menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket, dia keluar dari mobil dan langsung pergi membeli minuman.


Di dalam minimarket itu Ethan bertemu dengan anak buahnya yang sudah menyiapkan apa yang Ethan minta.


Ethan memberikan obat tidur di salah satu minuman kemasan yang nantinya akan dia berikan kepada Richard.


"Maaf sudah membuat tuan menunggu lama." ucap Ethan setelah masuk ke dalam mobil kembali.

__ADS_1


"Hmm, ayo jalan." perintah Richard.


"Baik tuan, ini mungkin kalau tuan ingin minum." balas Ethan memberikan botol minuman kepada Richard dan langsung di terima oleh Richard.


Mereka terus menyelusuri jalan berharap kalau Diandra ada di sana, bahkan mereka tadi juga sudah bertanya pada orang orang yang ada di jalan tapi tak satupun dari mereka yang melihat Diandra.


Mungkin karena sudah merasa haus Richard meminum minuman yang Ethan berikan dengan jumlah yang sangat banyak, dan tak berapa lama Richard sudah tertidur di tempatnya.


"Hufft... akhirnya tuan tidur juga." lega Ethan.


"Maaf tuan sudah melakukan ini pada anda, tapi ini demi kebaikan anda juga." lanjut Ethan.


Ethan mengendarai mobilnya menuju hotel dan setelah sampai di sana dia memapah Richard untuk keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel.


...**...


Pagi hari Diandra sudah berada di Surabaya, dia berjalan menuju dermaga untuk masuk ke dalam kapal.


"Aduh." tak sengaja ada orang yang menabrak bahu Diandra yang membuat Diandra terjatuh.


"Maaf maaf, saya tidak sengaja." ucap orang itu merasa bersalah.


"Iya tidak apa apa, saya juga salah tadi karena tidak melihat jalan." balas Diandra.


Orang itu membantu Diandra bangun dan mereka pun saling melihat satu sama lain.


"Loh, kamu bukannya Diandra ya?" tanya orang laki laki itu.


Ya, orang yang menabrak Diandra itu lelaki, pantesan saja terasa sangat keras, orang tenaga laki laki kan lebih besar dari pada tenaga perempuan.


"Kamu kenapa aku?" tanya Diandra yang tidak mengenal orang yang ada di depannya.


"Iya aku Dion, orang yang pernah menjadi pacar kamu." jawab Dion.


Mendengar itu membuat mata Diandra melotot, Diandra bangun dan akan segera pergi dari sana, karena orang yang di hadapannya ini adalah salah satu orang yang berhasil dia tipu semasa dulu.


"Mau kemana hmm?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2