Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#57


__ADS_3

Diandra sudah pergi ke rumah sakit di antar oleh sopir yang dia minta pada Ethan tadi. Sekarang Diandra sudah sampai di rumah sakit, dan akan masuk ke dalam ruangan Rena.


"Selamat pagi." sapa Diandra saat memasuki ruangan Rena.


"Lagi juga kak." balas mereka berdua.


"Mumpung kak Dian udah ada di sini aku pulang dulu ya, mau ganti baju sama mandi." ijin Dito pada Rena.


"Iya, makasih ya sudah mau menjaga aku. Maaf sudah merepotkan kamu." balas Rena.


"It's oke, itu semua belum seberapa." balas Dito.


Cup.


"Dah aku pulang dulu ya." pamit Dito setelah mengecup kening Rena dan di balas anggukan oleh Rena.


"Kak Dito pamit pulang dulu ya, nanti kalau sudah selesai Dito langsung ke sini lagi." pamit Dito pada Diandra.


"Iya kamu hati hati di jalan, ini ada makanan buat kamu sarapan." balas Diandra memberikan satu bungkus makanan untuk Dito.


"Terimakasih kak." balas Dito dan setelah itu dia pergi dari sana.


"Gimana keadaan kamu, apakah pinggangnya masih sakit?" tanya Diandra pada Rena.


"Iya kak terkadang kalau buat gerak masih terasa sakit, tapi sudah tidak sesakit kemaren." jawab Rena.


"Kamu yang sabar ya, kakak akan berusaha mencari obat untuk kamu supaya kami bisa sembuh seperti semula."


"Iya kak, makasih sudah mau merawat Rena." terharu Rena.


"Ssttt... itu sudah menjadi tugas kakak sebagai kakak kamu." balas Diandra.


"Terus uang pengobatan aku kakak dapat dari mana, kata Dito dia gak ada keluar uang sedikit pun waktu aku di sini." penasaran Rena.


"Kakak mendapatkan uang itu dari Richard, dia baik banget sama kakak. Sama seperti Dito yang baik banget sama kamu." jawab Diandra.


Wah ternyata kak Richard naik juga ya orangnya, padahal Rena kemaren sudah menghina kak Richard."


"Makanya itu lain kali kamu kalau ngomong harus di jaga, jangan main asal ceplos aja." pesan Diandra.


"Iya kak." balas Rena.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Diandra.


"Belum kak," jawab Rena.


"Ya udah sini kakak suapin."


Diandra mulai menyuapi Rena, Dan Rena pun dengan senang hati menerima suapan yang Diandra berikan.

__ADS_1


...**...


Andrew baru saja membuka matanya setelah tertidur beberapa jam di apartemen yang baru saja dia beli kemarin.


"Udara di sini bagus juga." gumam Andrew menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya di balkon apartemen miliknya.


Tok tok tok.


"Masuk." balas Andrew dari dalam kamarnya.


Elina pun membuka pintu kamar Andrew dan masuk ke dalam sana.


"Ada apa?" tanya Andrew.


"Ini tuan ada orang yang ingin bergabung dengan bisnis kita." jelas Elina.


"Siapa?" tanya Andrew.


Elina pun membisikkan sesuatu di telinga Andrew hingga membuat bibir Andrew tertarik.


"Suruh menunggu saya beberapa menit lagi saya akan segera turun." balas Andrew.


"Siap tuan." Elina pun keluar dari kamar Andrew untuk memberitahukan kepada orang yang akan bergabung dengan bisnis Andrew ini menunggu sebentar karena tuannya sedang bersiap-siap.


...**...


Richard sudah rapi dengan pakaian formalnya. Bukan untuk pergi ke kantor, tapi Richard akan pergi ke markas miliknya.


"Baik tuan." balas Ethan.


" Gimana, apakah kamu sudah mendapatkan apa yang saya suruh kemarin?" tanya Richard sambil berjalan menuju mobilnya.


"Masih proses tuan, yang pasti adik nona Diandra itu bukan adik kandungnya." jawab Ethan.


"Kalau itu saya sudah tahu, dia kemaren cerita sama saya." balas Richard.


"Saat melihat wajah Rena secara langsung saya merasa tidak asing dengan pandangan matanya." lanjut Richard.


"Apakah tuan merasakan ada sesuatu?" tanya Ethan.


"Sepertinya." balas Richard.


Mereka sudah sampai di parkiran mobil dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana tuan?" tanya Ethan.


"Markas." jawab Richard.


Ethan pun segera melajukan mobilnya menuju markas, entahlah apa yang akan tuannya lakukan lagi di sana. Yang jelas pasti nanti sangat mengerikan.

__ADS_1


...**...


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama." ucap Andrew yang baru menemui orang yang akan bergabung dengan bisnisnya.


"Tidak apa tuan, saya yang seharusnya minta maaf karena sudah mengganggu waktu tuan." balas orang itu.


"Perkenalkan nama saya Andrew dan ini asisten saya Elina." ucap Andrew memperkenalkan dirinya dan Elina pada orang yang berada di depannya.


"Saya Tika tuan, ketua organisasi judi di daerah saya." jawab orang itu yang ternyata adalah ibu Tika, ibu tiri Rena dan Diandra.


"Senang berkenalan dengan anda, semoga kita menjadi partner bisnis yang saling menguntungkan."


"Pasti tuan, saya akan mencarikan anggota yang banyak untuk tuan di negara ini. Saya yakin tuan masih belum mempunyai anggota dari negara ini." tebak ibu Tika.


"Benar, saya memang belum mendapatkan anak buah di sini, karena saya baru datang pertama kali ini di Indonesia." balas Andrew.


"Kalau boleh saya tahu, anda dari mana tahu kalau saya adalah pemilik perusahaan judi yang ada di Amerika?" tanya Andrew heran.


"Itu semua sangat mudah bagi saya tuan, karena saya salah satu penggemar bisnis anda, sekaligus anda menjadi motivasi saya untuk mendirikan organisasi yang ada di daerah saya." jawab ibu Tika.


"Wah saya merasa sangat senang kalau bisa menjadi motivasi untuk anda, lalu apa yang akan anda lakukan sekarang?" tanya Andrew.


"Begini tuan, saya tidak minta apa apa. Saya hanya meminta untuk di berikan tempat yang aman buat menjalankan bisnis ini agar aman dari pihak yang berwajib." pinta ibu Tika.


"Nanti keuntungannya akan saya bagi dua dengan anda. Apakah anda tertarik tuan?" tanya ibu Tika.


"Sepertinya itu penawaran yang sangat menarik, boleh nanti akan saya pikirkan lagi. Nanti asisten saya yang akan menghubungi anda lagi jika saya menyetujui ajakan anda." balas Andrew.


"Baik tuan, saya tunggu kabar baiknya. Kalau begitu saya permisi dulu karena para anggota saya sudah pada menunggu."


"Apakah anda tidak ingin makan terlebih dahulu?" tanya Richard pasalnya mereka ketemuan di tempat makan sedangkan sampai sekarang mereka belum memesan apapun.


"Tidak tuan terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu." pamit ibu Tika dan pergi dari sana.


"Gimana tuan?" tanya Elina setelah kepergian ibu Tika.


"Penawaran yang menguntungkan, nanti kamu tinggal mencarikan tempat yang cocok untuk mereka. Dan kamu tahukah apa yang harus kamu lakukan?"


"Iya tuan, nanti saya akan mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak yang berwajib terlebih dahulu. Tapi saya minta komisi seperti biasa ya tuan." balas Elina.


"Kamu ini kalau soal komisi aja gak pernah lupa, iya nanti akan saya berikan komisi yudisial sangat mengiurkan buat kamu kalau kamu berhasil melakukan perintah saya yang satu ini."


"Bukan hal yang sulit bagi saya untuk meyakinkan mereka tuan." sombong Elina.


"Saya tahu itu Elina." balas Andrew.


"Pesan makanan gih, perut saya sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan Indonesia." suruh Andrew.


"Baik tuan." balas Elina.

__ADS_1


Elina pun memesan makanan untuk mereka berdua. Kali ini makanan yang mereka berdua pesan adalah rendang, karena sedari sebelum berangkat ke Indonesia Andrew sudah mencari di internet makanan apa yang wajib dia coba saat berada di Indonesia nanti. Dan inilah hasilnya, mereka memesan makan yang menjadi salah satu warisan kuliner Indonesia.


...***...


__ADS_2