
Setelah meminum air itu ibu Tika melihat ke segala arah untuk mencari pintu keluar dari lapangan itu.
"Ini di mana ya pintu keluarnya?" tanya ibu Tika lagi pada dirinya sendiri.
"Nah itu pintunya ada di sana." ucap ibu Tika yang melihat ternyata pintu keluar dari lapangan itu ada di samping pintu masuk ke dalam ruangan yang tadi.
"Kenapa tadi aku main jalan jalan ke sini aja, kenapa aku tidak lihat lihat sekeliling dulu."
Ibu Tika yang tenaganya mulai kembali pun berjalan menuju pintu keluar itu, baru jalan beberapa meter dia merasakan rasa sakit yang ada di pinggangnya semakin menjadi.
"Auw ini kenapa semakin sakit, ringis ibu Tika menahan rasa sakit yang ada di pinggang kanan dan juga kirinya.
"Hai Tika." ucap seseorang dari pengeras suara yang entah ada di mana tempatnya.
"Kamu tahu apa kesalahan yang sudah kamu perbuat?" tanya orang itu yang dari suaranya ibu Tika yakini itu suara Andrew.
"Lihatlah ke belakang." perintah Andrew pada ibu Tika.
Ibu Tika menuruti perintah Andrew, dia melihat ada foto Rena di sana.
Sekarang ibu Tika tahu kenapa dia ada di sini, ternyata ini semua karena mereka ingin balas dendam sama dia.
Dan rasa sakit yang ada di pinggangnya juga itu di sebabkan oleh ginjalnya yang sudah mulai rusak akibat dari air minum yang dia minum tadi.
"Bunuh aku sekalian Andrew, kenapa kau masih membiarkan aku hidup." ucap ibu Tika yang sudah tidak kuat lagi untuk bertahan hidup.
"Tidak semudah itu Tika, kamu sudah membuat hidup adikku hancur, dan aku juga akan membuat hidupmu hancur di sini." balas Andrew dari pengeras suara.
"S1alan, aku harus melakukan sesuatu agar mereka cepat cepat membunuhku, aku sudah tidak mungkin lagi bisa hidup, jadi untuk menyingkat rasa sakit ini aku harus bunuh diri." gumam ibu Tika.
Ibu Tika melihat sekeliling untuk mendapatkan benda yang bisa dia gunakan untuk mengakhiri hidupnya.
Anak buah Andrew yang tahu akan hal itupun segera menghampiri ibu Tika dan membawanya kembali masuk ke dalam ruangan.
Mereka kembali merantai kaki dan tangan ibu Tika dan membiarkan ibu Tika duduk di atas lantai.
"Lepaskan aku, ayo bunuh aku, pasti kalian nanti akan mendapatkan bayaran yang besar dari tuan kalian." ucap ibu Tika seperti orang gila.
Mereka semua yang ada di sana hanya menonton pertunjukan tingkah ibu Tika saja, mereka di suruh Andrew untuk menjaga ibu Tika agar tidak bunuh diri saja.
__ADS_1
Andrew tidak menjalankan perintah Richard yang satunya lagi, dia sudah terlalu cukup menyiksa ibu Tika seperti ini.
Dia bukan Richard yang tega melakukan segala hal untuk menyiksa musuhnya.
Seperti ini saja bagi Andrew sudah cukup dan sudah mengerikan, apalagi kalau Richard yang turun tangan, mungkin ibu Tika tidak akan betah dengan rasa sakitnya.
...**...
Ethan dan Elina berada di atas perahu yang berlayar mengelilingi kota new York.
Mereka berdua di temani orang yang sudah berpengalaman di sana.
"Gimana kamu suka gak?" tanya Ethan yang duduk di belakang Elina.
"Suka banget, dari dulu aku ingin banget naik ini tapi tidak kesampaian karena tidak ada waktu untuk datang ke sini." balas Elina senang.
"Nanti kapan kapan lagi kita datang ke sini harus sudah dengan keluarga yang lengkap ya." pinta Ethan.
"Maksud kamu?" tanya Elina.
"Aku tahu kamu mengerti dengan apa yang aku maksud sayang." balas Ethan.
"Iya aku memang aneh, Dan itu semua karena kamu." balas Ethan.
"Kamu tahu gak dulu waktu kamu tidak mau ketemu sama aku selama berbulan bulan hidup aku terasa sangat hancur, bahkan lebih hancur dari pada tuan Richard yang sekarang." ucap Ethan menceritakan kehidupannya dulu setelah Elina tinggalkan.
"Kenapa sampai seperti itu?" tanya Elina.
"Ya kamu pikir aja, gimana rasanya di tinggal oleh orang yang kita cintai, hanya tuan Richard yang tahu bagaimana aku hancurnya dulu." jawab Ethan.
"Maaf ya, gara gara aku kamu jadi seperti itu." ucap Elina merasa bersalah.
"It's oke tidak masalah, asal setelah ini kalau aku ada salah kamu dengerin dulu penjelasan aku biar tidak terjadi kesalahpahaman seperti sekarang." balas Ethan.
"Iya, nanti aku akan menunggu kamu sampai kamu menjelaskan semuanya." balas Elina.
Mereka berdua berpelukan di atas perahu, orang yang memandu mereka berdua pun pura pura tidak tahu atas apa yang mereka berdua lakukan du atas perahu.
"Besok pagi kita pulang ya, aku tidak tega kalau harus membiarkan tuan Richard menyelesaikan masalahnya sendiri." ucap Ethan mengajak Elina pulang.
__ADS_1
"Iya, aku juga tidak enak sama mereka yang ada di sana, apalagi kabar nona Diandra juga belum jelas." balas Elina setuju.
Selesai menaiki perahu Ethan langsung membawa Elina pergi ke apartemen miliknya, tidak jadi pergi ke hotel tempat Elina menginap, Ethan malas kalau harus tidur di hotel karena nanti banyak banyak orang yang ingin mencari tahu tentang dirinya.
"Aku tidur di mana?" tanya Elina pada Ethan.
"Ya di sini." jawab Ethan.
"Terus kamu?" tanya Elina lagi.
"Kamu juga di sini." balas Ethan lagi.
"Kita tidur seranjang gitu?"
"Jangan pura pura polos deh yang, aku tahu otak kamu juga sudah tahu apa yang aku maksud." balas Ethan yang gemas dengan tingkah Elina.
"Tahu apa, aku tidak tahu apa apa kok." elak Elina.
"Oke lah terserah kamu saja, ayo tidur aku udah ngantuk, nanti saja kalau mau main main kalau sudah ada di Indonesia." balas Ethan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Hei kamu gak ganti baju?" tanya Elina.
"Tidak, aku kalau tidur tidak suka pakai baju." balas Ethan melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer pendek yang sangat ketat hingga tercetak jelas benda punya Ethan.
"Kamu gila ya, pakai bajumu." suruh Elina.
"Ayo lah sayang, kamu juga sudah pernah lihat punyaku." balas Ethan santai.
"Tapi ini beda Ethan, kita melakukan itu sudah lama dan sekarang kita baru bersama lagi." kesal Elina.
"Ya sudah lah, toh biar kamu terbiasa juga, aku gak bisa tidur kalau pakai baju." balas Ethan santai.
"Taulah terserah kamu aja, aku mau pinjam baju kamu buat tidur." pasrah Elina dan mengobrak-abrik lemari Ethan untuk mencari baju yang pas dengan tubuhnya.
"Kenapa semua baju kamu besar besar?" tanya Elina yang tak menemukan yang sama dengan ukurannya.
"Lah kamu kira aku segede apa, orang tubuhku aja seperti ini berarti ya sudah jelas baju aku besar besar." balas Ethan.
...***...
__ADS_1