Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#16


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah perkukuan, Richard menelfon Ethan untuk menanyakan jadwal dia selanjutnya.


'Halo tuan.' sapa Ethan.


'Apa jadwal saya selanjutnya?' tanya Richard.


'Untuk sekarang ini masih kosong, nanti malam anda ada jamuan makan malam bersama nona Marisa.' jawab Ethan.


Tut.


Richard langsung memutuskan sambungan telepon, Richard pun menghubungi Diandra untuk menanyakan keberadaannya. Richard tidak sabar ingin bertemu Diandra.


Sementara itu di tempat Ethan, dia tengah menggerutu kesal.


"Untung aja taun uangnya banyak, coba kalau tidak, udah aku potong lehernya." gruntu Ethan yang meskipun itu hanya candaan tapi bagi orang yang mendengarnya mungkin itu sangat mengerikan.


...**...


Diandra saat ini tengah bersiap akan keluar mencari makan, karena perutnya sudah keroncongan. Tadi Diandra tidak sempat memasak gara gara sibuk mencari uang.


"Enaknya makan apa ya?" gumam Diandra sambil menunggu ojek online yang sudah dia pesan.


Diandra pun mencari makanan yang enak di internet. Tapi saat dia tengah sibuk mencari nama toko makanan yang akan dia beli tiba tiba ada sebuah Panggilan telfon masuk.


Melihat nama kontaknya membuat Diandra panas dingin.


Panggilan pertama Diandra biarkan begitu pula panggilan ke dua. Dan saat panggilan telfon ke tiga barulah Diandra mengangkatnya itu pun Diandra diam saja.


'Halo.' sapa orang dari sebrang sana yang tak lain adalah Richard.

__ADS_1


'Hmm.' balas Diandra.


'Maaf buat yang semalam, saya lupa memberi tahu kamu kalau saya ada meeting yang tidak bisa di batalkan.' bohong Richard.


'Ya.' cuek Diandra.


'Plis kamu jangan marah ya, aku minta maaf.' mohon Richard.


'Ya.'


'Dian sayang.' pangil Richard yang membuat pertahanan Diandra hampir goyah.


'Ya?'


'Saya minta maaf ya, plis....' mohon Richard.


'Hmm.'


'Hmm.' balas Diandra.


'Kok cuma hmm, hmm aja sih.' protes Richard.


'Ya.'


'Ya udah kamu sekarang ada di mana biar saya jemput?' tanya Richard.


Richard untuk sekarang membiarkan Diandra cuek kepadanya, tapi tidak untuk nanti saat bertemu. Richard bersumpah nanti dia akan langsung mengklaim Diandra sebagai miliknya dan tak menerima penolakan.


'Dian sayang, kamu ada di mana biar saya jemput?' tanya Richard lagi karena Diandra hanya diam saja.

__ADS_1


Belum apa apa aja udah sayang sayangan, apalagi kalau nanti sudah jadi miliknya. Mungkin Richard akan memangil Diandra dengan mama atau bunda.


'Di kontrakan.' jawab Diandra cuek.


'Ya udah kamu share lok biar saya langsung ke sana.'


'Gak usah aku udah pesan ojek online. Kita langsung ketemuan di tempat makan aja, nanti aku kirim alamatnya.' tolak Diandra.


'Ya udah langsung kamu share aja biar aku langsung ke sana.'


'Hmm.'


Tut.


Diandra mematikan sambungan telepon dan langsung berjingkrak jingkrak tak jelas.


"Mbaknya sehat?" tanya seseorang yang membuat Diandra langsung menghentikan kegilaannya.


"Ehh, itu tadi ada kecoak."


"Bapak ojol yang saya pesan kan, ayo pak langsung berangkat pacar saya sudah menunggu di sana." lanjut Diandra yang sudah malu karena kepergok bapak ojol yang dia pesan.


"Iya mbak ayo."


Diandra pun langsung naik ke atas motor dan ojek online itu pun langsung menjalankan motornya menuju alamat yang tertera.


Tak lupa Diandra dalam perjalanan mengirimkan alamat kepada Richard agar dia langsung ke sana.


Sementara itu Richard yang sudah menerima pesan dari Diandra pun langsung menjalankan mobilnya menuju alamat yang Diandra kirimkan kepadanya.

__ADS_1


Richard sudah tidak sabar ingin bertemu langsung dengan Diandra. Dia nanti juga berencana memberikan Diandra hukuman karena sudah membuat Richard cemburu tadi.


...***...


__ADS_2