
"Maksud kamu?" tanya Andrew tidak mengerti.
"Jadi...." Richard pun menjelaskan dengan sejelas jelasnya kepada Andrew tentang bagaimana ibu Tika menyiksa Rena.
Andrew yang mendengar itupun mengeraskan rahangnya. Dia berjanji akan membalaskan semuanya yang sudah ibu Tika perbuat kepada adiknya dengan lebih kejam.
"S1alan berani beraninya dia membuat adikku menderita." geram Andrew.
"Makanya kau cepet sembuh biar nanti kita lancarkan aksi kita berdua." balas Richard.
"Oh iya, ada satu orang lagi yang aku tak suka di sekitar Rena." ucap Andrew.
"Siapa?" tanya Richard penasaran.
"Sini." Andrew menyuruh Richard untuk mendekati dirinya.
Richard pun mendekatkan telinganya kedepan mulut Andrew dan setelah itu Andrew membisikkannya sesuatu.
"Tapi kau diam diam aja, jangan tunjukin muka curigamu." lanjut Andrew setelah membisikkan sesuatu kepada Richard.
"Kenapa lo bisa gak suka sama dia?" tanya Richard heran.
"Kau akan tahu nanti, yang pasti mulai sekarang kau harus hati-hati sama dia." jawab Andrew.
"Kalau kau penasaran kau bisa menyelidikinya sendiri, bukankah kau pandai soal itu. Apalagi sekertaris mau itu." lanjut Andrew.
"Nanti lah akan aku coba."
"Oh iya gimana keadaan Rena?" tanya Andrew, dia lupa menanyakan keadaan adiknya sedari tadi gara gara Richard terus mengajaknya ngobrol.
"Kata dokter sih tadi tinggal menunggu reaksi tubuhnya, semoga saja Rena cepat sembuh agar nanti dia bisa main seperti teman sebayanya yang lain." jawab Richard.
"Semoga saja begitu, adikku sudah terlalu banyak menderita selama ini. Jadi aku tidak akan membiarkannya hidup menderita lagi. Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan Rena." balas Andrew.
"Kalau keadaanmu gimana?" tanya Richard.
"Seperti yang kau lihat, aku tidak kenapa kenapa, mungkin hanya tinggal menunggu lukanya mengering aja." jawab Andrew.
"Syukurlah kalau begitu."
"Boleh minta tolong gak?" tanya Andrew hendak meminta tolong pada Richard.
"Minta tolong apa?" tanya Richard.
"Tolong bawa aku untuk menemui Rena, aku ingin melihat keadaannya." pinta Andrew.
"Bentar aku cari kursi roda dulu." balas Richard dan segera pergi mencari kursi roda buat Andrew.
Saat akan keluar dari kamar rawat Andrew, Richard berpapasan langsung dengan dokter yang menangani keadaan Andrew.
__ADS_1
"Nah kebetulan dokter ada di sini, saya mau sekalian minta izin sama dokter untuk bawa teman saya jalan jalan pakai kursi roda." ucap Richard pada dokter itu.
"Boleh tuan, tapi untuk keamanannya saya mau periksa keadaan tuan Andrew terlebih dahulu." balas dokter itu memberikan izin.
"Baik dok, kalau begitu saya mau pamit cari kursi roda dulu dok." pamit Richard dan Lang menyelonong pergi dari sana.
"Selamat sore tuan, bolehkah saya memeriksa tubuh anda?" tanya dokter itu pada Andrew.
"Hmm." balas Andrew cuek.
Dokter pun langsung memeriksa keadaan Andrew secara menyeluruh.
"Keadaan tuan sudah membaik, dan kalau tuan hendak beraktivitas di mohon untuk lebih hati hati lagi tuan, karena bekas operasi anda belum kering." jelas dokter itu.
"Baik dok." balas Andrew.
"Kalau begitu saya permisi pergi dulu tuan." pamit dokter itu dan pergi di ikuti asistennya yang selalu mengekor sambil membawakan barang barangnya di belakangnya.
Tak berapa lama Richard pun datang sambil membawa kursi roda yang dia dorong.
"Gimana kata dokter?" tanya Richard setelah berada di depan Andrew.
"Tinggal tunggu bekas operasinya kering aja."
jawab Andrew.
"Ooh, ya udah ayo, kau bisa bangun sendiri kan?" tanya Richard.
Tanpa membalas ucapan Andrew, Richard langsung membantu Andrew bangun dan berpindah duduk di kursi roda.
Setelah memastikan semuanya aman, Richard pun mulai mendorong kursi roda itu menuju ruangan tempat dimana Rena di rawat.
...**...
Sementara itu di posisi Elina dan Ethan yang sedari tadi menghilang, mereka berdua tengah asik menikmati makanan mereka karena perut mereka sudah keroncongan sedari tadi.
"Gimana enak gak?" tanya Ethan pada Elina.
"Heem enak." balas Elina dan menghabiskan satu mangkok bakso jumbo.
"Berapa satu porsi gini?" tanya Elina penasaran.
"Gak mahal kok, cuma dua lima aja." jawab Ethan.
"Hah, makanan seenak dan sebanyak tadi cuma dua lima. Lo bohong ya?" tak percaya Elina.
"Ya terserah kalau gak mau percaya, yang pasti gw udah ngomong jujur." balas Ethan.
"Masak sih?" gumam Elina yang masih tidak percaya.
__ADS_1
Ethan tak lagi menghiraukan pertanyaan pertanyaan yang keluar dari mulut Elina, dia terlalu malas kalau harus berdekatan dengan Elina seperti ini, karena itu membuat dia jatuh cinta lagi.
Flashback on:
Tadi setelah menghantarkan Andrew dan Richard ke rumah sakit. Ethan dan Elina di perintahkan untuk pergi meninggalkan Richard dan Andrew di sana berdua agar lebih akrab kata Richard tadi.
Karena bingung mau ngapain, akhirnya tadi Ethan menggajak Elina untuk menonton film di bioskop yang tengah booming saat ini. Dan setelah menonton film, perut mereka kelaparan alhasil di sinilah mereka sekarang.
"Lin boleh gak aku minta kalau kita seakrab dulu?" tanya Ethan penuh harap.
"Maaf tapi itu gak bisa." tolak Elina.
"Kenapa, apakah kamu sudah ada cowok lain?" tanya Ethan.
"Tidak, saya tidak memiliki pasangan karena saya mau fokus mengejar karir dulu." jawab Elina.
"Kalau kita memang tidak bisa bersama maka setidaknya bisa kan kalau kamu tidak lagi menggunakan bahasa formal saat kita hanya berdua seperti ini?" pinta Ethan.
"Akan saya coba." balas Elina.
Dan dari situlah percakapan mereka tadi hingga bikin mereka berdua akrab.
Flashback off.
"Terus kita habis ini mau ke mana?" tanya Ethan pada Elina.
"Lah kamu kok tanya aku, aku aja masih baru di sini."balas Elina.
"Oh iya aku lupa."
"Kita jalan jalan ke taman aja gimana?" lanjut Ethan.
"Boleh deh, dari pada sepi." setuju Elina.
Ethan pun akhirnya membawa Elina menuju taman terdekat. Sampai di sana mereka langsung mengambil tempat duduk yang kebetulan kosong karena yang menempatinya tadi baru saja beranjak pergi.
"Kamu tunggu di sini bentar ya, aku mau pergi dulu." ucap Ethan dan langsung melenggang pergi tanpa menunggu persetujuan dari Elina.
"Lah aku kok di tinggal." cengoh Elina menatap punggung Ethan yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi oleh mata.
Ethan pergi menuju toko bunga yang kebetulan berada di samping taman.
"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya penjual bunga pada Ethan.
"Emm... saya mencari bunga matahari mbak, apakah masih ada?" tanya Ethan.
"Ada mas, kebetulan bunga mataharinya baru saja di panen jadi masih fresh." jawab penjual bunga.
"Ya udah mbak, kalau gitu saya pesan satu ikat ya mbak. Nanti jangan lupa di bentuk yang indah." pesan Ethan.
__ADS_1
"Baik mas, silahkan di tunggu sebentar." balas penjual bunga dan langsung pergi untuk membuatkan pesanan Ethan.
...***...