Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#48


__ADS_3

"Gak mau." Diandra merajuk pada Richard.


"Sayang ayo dong jangan marah, aku tadi beneran gak denger loh." bujuk Richard.


"Kamu tuh ngeselin banget sih, aku tuh Mali kalau harus ngomong kayak tadi. Tadi aku sudah berani ngomong kamunya malah gak denger." ucap Diandra panjang lebar mengutarakan isi pikirannya.


"Iya aku minta maaf ya, aku tadi beneran loh gak denger. Coba ulangi lagi ya." pinta Richard.


"Hufft... Aku tuh sudah mulai suka sama kamu." ulang Diandra.


"Apa apa aku masih belum denger, yang kenceng dong biar aku denger." goda Richard.


"Tuh kan kamu emang ngeselin. Udah ahh sana aku marah sama kamu." merajuk Diandra sambil tangannya bersindekap dada.


Jangan lupakan bagian bawah Diandra yang masih terpampang ya.


"Hahahaha... sumpah yang aku seneng banget hari ini. Makasih sayang sudah membalas perasaanku aku, aku janji akan buat kamu hidup bahagia bersama ku sampai nanti maut memisahkan." Richard langsung memeluk Diandra dengan erat sambil memberikan kecupan di kepala Diandra.


"Tapi aku takut." balas Diandra yang membuat Richard langsung melepaskan pelukannya.


"Kamu takut kenapa, bilang sama aku." tanya Richard.


"Aku takut kalau nanti kamu bakal ninggalin aku." jawab Diandra.


"No, aku tidak akan ninggalin kamu, bahkan kalau kamu sendiri yang memilih pergi pun aku tak akan membiarkan itu."


"Kamu gak tahu aku sebenarnya siapa."


"Aku tahu, aku tahu semua tentang kamu." ucap Richard membuat Diandra menatap Richard.


"Kamu tahu kalau aku itu pe...."


"Ya aku tahu kalau kamu itu suka menipu orang. Bahkan aku juga tahu kalau kamu pertama kali deketin aku cuma karena mau memanfaatkan uang aku." potong Richard.


"Kamu bisa pergi, lupain apa yang sudah terjadi. Aku tidak akan menuntut kamu kok." sedu Diandra.


Diandra tidak berani menatap wajah Richard.


"Kenapa aku harus pergi?" tanya Richard.


"Karena aku gak pantas buat kamu."


"Lalu siapa yang pantas buat aku, apakah aku juga pantas buat kamu?" balik tanya Richard.


"Kamu itu lelaki terpandang, kamu kaya, perusahaan kamu ada di mana mana. Jadi kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku." jawab Diandra.

__ADS_1


"Kamu salah kalau menilai aku sama seperti mereka mereka yang ada di luaran sana. Asal kamu tahu, aku tidak sebaik apa yang orang lain kira." balas Richard.


"Tidak, kamu orang baik kamu pantas mendapatkan yang sepadan dengan kamu." kekeh Diandra.


"Kenapa kamu ngomong seperti itu, apakah kamu ada menginginkan sesuatu?" curiga Richard.


"Kalau iya apakah kamu akan meninggalkan aku?" balas Diandra.


"Tidak ada hal yang harus membuat aku meninggalkan kamu, aku cinta sama kamu, sayang sama kamu sejak kita pertama kali ketemu."


"Tapi aku penipu Richard, kamu tahu aku akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang."


"Why not, kita sama sama penipu, jadi tak ada alasan untuk aku benci sama kamu. Dan aku juga akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kamu. Termasuk membunuh orang orang yang berani dekati kamu." balas Richard yang berhasil membungkam mulut Diandra.


"Kamu tahu, aku juga sama seperti kamu bahkan aku lebih parah dari kamu. Kamu mungkin menipu orang hanya akan mendapatkan beberapa lembar uang saja, sedangkan aku."


Richard mengambil tempat di disebelah Diandra dan membawa Diandra ke dalam pelukannya. Tak lupa dia juga merapikan dress Diandra lagi.


"Jadi plis aku mohon sama kamu, jangan suruh aku buat pergi dari kamu lagi. Aku gak bisa, aku udah terlanjur cinta sama kamu." ucap Richard sambil memeluk Diandra dari samping.


"Tapi aku jahat Richard, aku suka nipu orang."


"Kita sama, kamu jahat dan aku jahat jadi kita impas. Kamu cinta kan sama aku?" tanya Richard dan mendapatkan anggukan dari Diandra.


"Kalau kamu cinta sama aku, aku minta sama kamu jangan suruh aku pergi lagi." pinta Richard.


"Maaf." lirih Diandra.


"Sstttt... udah ayo ke kamar kamu pasti lelah kan, nanti aku obatin di kamar aja." ajak Richard mengendong Diandra membawanya masuk ke dalam kamar miliknya.


Sampai di kamar Richard langsung membaringkan Diandra. Setelah itu dia langsung mengobati luka lecet yang ada di inti Diandra.


"Maaf ya sayang gara gara aku kamu jadikan kesakitan gini." ucap Richard setelah mengobati inti Diandra.


"Gak mau, pokoknya kamu harus tanggung jawab." balas Diandra.


"Iya nanti aku akan bertanggung jawab. Lusa kita langsung nikah di KUA." ucap Richard.


"Lah kok nikah."


"La trus kamu maunya apa sayang, kan tadi kamu minta aku tanggung jawab." heran Richard.


"Maksud aku tuh bukan gitu. Aku tuh pengen tidur sambil di peluk kamu." jelas Diandra.


"Ooh aku kira apa, ya udah sini aku peluk." Richard berbaring di samping Diandra.

__ADS_1


"Kaosnya lepas dulu, aku mau main main di dada kamu." suruh Diandra.


"Baiklah sayangku, kali ini kamu ratunya." balas Richard.


Richard pun melakukan apapun yang dilakukan perintahkan oleh Diandra. Mulai dari tidur di peluk, kaos di lepas. Dan yang terakhir yang bikin Richard bergidik ngeri adalah Diandra meminta izin untuk memegang adiknya.


"Boleh ya." pinta Diandra.


"Nanti kalau aku gak bisa kontrol gimana, kan itu kamu masih sakit?" balas Richard.


"Tali aku mau pegang adik kamu." memelas Diandra.


"Huh ya udah sini tangannya."


Richard menuntun tangan Diandra untuk masuk ke dalam celana jeans nya.


Richard tadi belum berganti pakaian, dia hanya melepaskan kaos serta kemejanya saja. Jadi sekarang Richard masih mengenakan celana jeans ketat.


"Kok gak gede kayak tadi?" tanya Diandra heran.


"Iya kan belum bangun sayang, nanti juga kalau bangun bakal gede sendiri." jawab Richard sambil memainkan rambut Diandra.


"Kamu pakai sampo apa sih kok wangi banget?" tanya Richard penasaran.


"Pakai sampo biasa aja sama seperti punya orang orang. Emang kenapa?"


"Rambut kamu tuh wangi banget, aku jadi kecanduan buat ciumin bau rambut kamu deh."


"Lebay, orang baunya biasa aja kok."


"Bener sayang baunya tuh beda, punya kamu tuh wangi banget loh." Richard mulai mengendusi aroma wangi rambut Diandra.


"Apaan sih, geli tahu."


"Ini wangi sayang." kekeh Richard.


"Iya dah terserah kamu. Udah jangan ganggu aku mau tidur."


"Ya udah tapi tangan kamu lepasin dulu dari sana." pinta Richard karena tangan Diandra masih bertengger di adiknya.


"Gak mau, aku mau tidur sambil pegang adik kamu." tolak Diandra.


"Ya udah terserah kamu." ngalah Richard.


Richard membiarkan saja apa yang ingin Diandra lakukan, nanti juga kalau udah tidur palingan juga di lepas sendiri. pikir Richard.

__ADS_1


Mereka berdua pun tertidur lagi, mungkin ini akan sampai besok pagi. Karena terlihat dari raut wajah mereka yang sepertinya kelelahan. Mungkin mereka capek habis olahraga tadi sore.


...*** ...


__ADS_2