
"Kalau kau masih mau melanjutkan penyiksaan mu, bawa dia pergi dari sini, siksa dia di tempatmu saja." lanjut Andrew.
"Terserah kau mau bilang aku lemah, pengecut atau apa, yang pasti aku bukan seperti mu."
"Kau bilang kau mau meninggalkan dunia gelap yang kau jalani selama ini setelah masalah ini selesai, lihatlah kau seperti tengah mengulur ulur waktu. Apa kata Diandra dari sana jika dia tahu kau semakin keji di sini." ucap Andrew panjang lebar yang mampu membuat Richard terdiam mencerna semua apa yang Andrew katakan.
"Kau benar, aku sudah kelewatan." ucap Richard.
Richard pergi dari ruangan Andrew, dia mengambil pistol dari tangan anak buah Andrew dan langsung berjalan menuju ibu Tika yang tengah berada di kamar mandi.
Dor dor
Dua tembakan sekaligus Richard layangkan ke dada ibu Tika dan seketika itu membuat ibu Tika meninggal.
Ethan yang kebetulan tadi tidak ada di sana pun langsung berlari menuju ke sana karena mendengar suara tembakan.
"Tuan." kaget Ethan ternyata Richard lah yang menembak ibu Tika.
"Biarlah dia meninggal, kalian semua urus mayat dia, dan Ethan ayo pergi kita tangkap kedua orang itu." ucap Richard dan langsung pergi dari sana untuk mencari Doni dan Fia.
Ethan yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada tuannya pun hanya mengikuti Richard saja.
"Hufft... maafkan kakak sudah membuat orang yang menyakiti kamu mati dengan mudah, tapi ini memang bukan dunia kakak kalau harus menyiksa orang." gumam Andrew.
Andrew tahu kalau Richard sudah membunuh ibu Tika, dia membiarkannya saja karena dia sudah tidak tega melihat ibu Tika di siksa terus terusan.
Dia memang bandar judi, tapi dia bukan psikopat. Dia masih memiliki hati dan belas kasian, tapi tidak dengan psikopat yang tidak memiliki belas kasian.
...**...
Richard dan Ethan pergi ke tempat Doni dan Fia, mereka langsung masuk ke dalam apartemen Doni.
Mereka masuk ke dalam apartemen Doni dan mendapati mereka berdua yang sudah tepar karena mabuk berat.
"Bawa mereka ke markas." suruh Richard pada Ethan.
"Baik tuan." balas Ethan.
Ethan pun langsung memanggil beberapa anak buah Richard untuk membawa Doni dan Fia pergi dari sana.
Setelah itu Richard pun menyusul mereka pergi ke markas.
"Ambilkan pistol untukku." perintah Richard pada Ethan lagi setelah mereka sampai di markas.
__ADS_1
"Baik tuan." balas Ethan dan langsung menggambilkan pistol khusus buat Richard.
Pistol yang langsung di rancang khusus oleh Richard untuk dirinya sendiri.
"Ini tuan." ucap Ethan memberikan pistol pada Richard.
Richard menerimanya dan langsung menghampiri anak buahnya yang sedang memapah Fia dan Doni yang sudah tidak sadarkan diri.
"Letakkan mereka di sana." perintah Richard pada anak buahnya.
Mereka pun langsung menuruti Richard meletakkan Doni dan Fia di pinggir kandang buaya.
"Aku akan mengakhiri ini semua." ucap Richard dan....
DOR DOR DOR....
Beberapa kali Richard layangkan tembakan tepat mengenai tubuh Doni dan Fia, mereka berdua sudah meninggal dalam keadaan tidak sadar.
Ethan yang melihat itu pun memejamkan matanya, dia tidak terlalu tega untuk melihat itu semua.
Sama seperti Andrew, Ethan juga masih memiliki perasaan.
Richard yang melihat mereka sudah tidak bernyawa pun berjalan menghampiri mereka berdua dan melemparnya ke dalam kandang buaya dan langsung di tangkap langsung oleh beberapa pasukan buaya Richard yang sudah beberapa hari tidak makan.
Selesai melakukan itu tanpa mengucapkan apapun Richard langsung pergi menuju ruangannya untuk membersihkan dirinya dan menenangkan dirinya.
Semua sudah selesai, musuh Richard sudah tidak ada lagi, lantas apa lagian yang harus Richard lakukan di sini, apa dia akan memilih untuk menyusul Diandra saja, atau dia akan tetap melanjutkan hidupnya tapi tanpa Diandra di sisinya.
...**...
Setelah kejadian itu semuanya sudah kembali normal, perusahaan Richard yang sudah stabil dan Rena yang sudah mulai masuk dunia perkuliahan.
Rena sudah mengetahui kalau Dito sudah tobat, Rena juga menyerahkan apa yang Dito berikan kepadanya kepada Andrew agar Andrew yang mengurus semuanya.
"Kak, aku berangkat ngampus dulu ya." pamit Rena pada Andrew.
"Iya hari hati, berangkat harus sama Elina." balas Andrew dari dalam kamarnya.
"Oke siap." balas Rena.
"Oh iya nanti aku tidur di tempat bang Richard, kakak jangan nungguin aku pulang." lanjut Rena.
"Iya, bilang sama dia jangan terlalu lelah bekerja, uangnya sudah terlalu banyak." balas Andrew.
__ADS_1
"Siap kak." balas Rena.
Ya, selama ini Rena selalu bergantian setiap Minggu harus tidur di mana.
Seminggu tidur di tempat Richard, dan seminggunya lagi dia tidur di tempat Andrew, Rena sangat bersyukur karena memiliki kakak seperti mereka berdua yang sangat menyayangi Rena.
Dan tentang Richard, dia selama ini selalu menyiksa dirinya dengan pekerjaan pekerjaan yang dia lakukan, Richard semakin menjadi orang kaya setelah kepergian Diandra karena dia menyibukkan dirinya dengan bekerja agar tidak memikirkan Diandra.
Tapi saat sampai di rumah dan dalam keadaan malam hari, pasti Richard akan menangis karena dia teringat akan Diandra.
Sedangkan untuk Ethan dan Elina mereka berdua juga sudah menikah dan sekarang Elina juga sedang mengandung calon buah hati mereka.
...**...
"Ethan apakah kau sudah menyuruh semua yang ada di markas untuk keluar dari sana?" tanya Richard pada Ethan.
"Sudah tuan, untuk hewan peliharaan Tian juga sudah kami pindahkan ke habitatnya." jawab Ethan.
"Kerja bagus, nanti selesai dari sini kita langsung pergi ke sana."
"Baik tuan." balas Ethan patuh.
Hari ini Richard berencana akan menghancurkan markas miliknya agar tidak ada lagi yang tersisa, tas tas hasil dari orang manusia juga termasuk kedalam kategori yang akan Richard musnahkan.
Richard beneran meninggalkan dunia gelapnya, dia sekarang sudah tobat dan tidak lagi membunuh manusia.
Bahkan selama satu bulan ini Ethan di buat kagum karena Richard sudah beberapa kali menolong orang yang dalam kesusahan.
Richard sampai membuat rumah sakit gratis khusus orang orang yang tidak mampu, Richard juga mendirikan panti asuhan dan juga panti jompo untuk para lansia.
Tak hanya itu, Richard bahkan pernah menolong orang yang hendak lahiran di pertengahan jalan tol.
Sungguh Ethan sampai terpesona dengan kebaikan tuannya saat ini, Ethan berdoa semoga Richard akan tetap seperti ini sampai nanti.
Tapi ada yang Ethan tidak suka dari sikap Richard, yaitu Richard yang sekarang lebih gila kerja, hampir 24 jam nonstop Richard selalu bekerja.
Kadang kalau tidak Ethan ingatkan juga Richard tidak akan makan. Maka dari itulah Ethan jadi tidak tega kalau harus meninggalkan Richard sendiri.
...Tamat...
...***...
Eh tidak, becanda aku mah 😂😂😂
__ADS_1
ini masih lanjut ya cuma tinggal beberapa aja kok, palingan 17 bab😂