
Richard sudah sampai di Surabaya, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk memeriksa seluruh cctv yang ada di bandara agar tidak membuang buang waktu seperti di Bandung kemaren.
"Cepat kalian periksa seluruh rekaman cctv yang ada di sini, jangan kembali kalau kalian tidak membawa apa apa." perintah Richard langsung.
"Baik tuan." balas semua anak buah Richard.
Anak buah Richard pun berbondong-bondong pergi menuju ruangan cctv.
Karena kedatangan Richard itulah membuat satu bandara heboh, apalagi Richard datangnya membawa banyak anak buah yang langsung di sebar ke seluruh penjuru.
"Apakah tuan mau makan?" tanya Ethan pada Richard.
"Hmm ayo, perutku juga sudah kelaparan." balas Richard.
Mereka berdua pun berjalan mencari makan di bandara, Richard sekarang sudah tidak terlalu memikirkan Diandra karena Richard pikir Diandra sedang main main sama dia.
Apalagi yang Richard tahu sekarang Diandra sudah pintar, pasti Diandra tidak akan kenapa kenapa dan bisa menjaga dirinya dengan baik.
Selesai makan dia langsung menemui anak buahnya yang sudah menunggu dia, dan ingin mengatakan sesuatu pada Richard.
"Gimana?" tanya Richard pada mereka.
"Pagi ini nona Diandra melakukan perjalanan kembali mengunakan kapal laut menuju pulau Bali tuan." jawab salah satu anak buah Richard mewakili yang lainnya.
"Dasar kelinci kecil." bibir Richard tertarik hingga menampilkan senyuman licik.
"Ayo kita ke pelabuhan, kita lihat apakah dia masih di sana atau sudah berangkat." ajak Richard.
"Mohon maaf tuan, kapal yang nona Diandra naiki sudah berangkat satu jam yang lalu." balas anak buah Richard.
"Ya sudah, kita langsung naik pesawat lagi saja menuju Bali."
"Ethan ayo siapkan penerbangan lagi, kita pergi ke Bali." lanjut Richard memerintah Ethan.
"Baik tuan." balas Ethan.
Di kabarkan kapal laut XXX dengan tujuan Bali saat ini tengah mengalami ledakan dan itu membuat seluruh bagian kapal hancur di tengah perairan selat Bali. Bisa di pastikan kalau seluruh penumpang tidak akan selamat.
Langkah Richard langsung terhenti saat mendengar berita yang di siarkan di televisi yang tepat berada di sampingnya.
"Bukan itu kan?" tanya Richard pada anak buahnya, Richard sangat berharap kalau kapal yang tengah mengalami kecelakaan itu bukan kapal yang Diandra naiki.
Dengan ragu anak buah Richard menggangukkan kepalanya pertanda kalau kapal itu adalah kapal yang di naiki Diandra.
__ADS_1
"Tidak, itu tidak mungkin, ayo cepat kita ke sana." panik Richard dan langsung memutar arahnya keluar dari bandara untuk menuju pelabuhan.
"Ya Allah semoga semua korban di terima di sisinya."
"Innalilahi wa innailaihi rojiun."
"Gak kebayang gimana tadi paniknya mereka yang ada di dalam kapal."
"Iya benar, kok aku jadi ngeri ya mau naik pesawat sekarang."
"Udah ayo, pesawat kita udah mau berangkat."
Itulah tanggapan orang orang yang ada di sana setelah melihat berita yang ada di televisi.
Mereka sangat berharap kalau tidak ada korban dalam sebuah kecelakaan itu, tapi itu sangat mustahil, karena terlihat dari ledakan yang sangat dahsyat dari kapal itu hingga membuat kapal itu hancur di tengah perairan selat Bali.
...**...
"Ayo cepat, kenapa kalian lelet bawa mobilnya." marah Richard karena dia merasa laju mobilnya sangatlah lambat.
"Sabar tuan, kita berdoa saja semoga nona Diandra selamat." ucap Ethan menenangkan Richard.
"Diam kamu, kamu tidak tahu seberapa berharganya Diandra buat saya." bentak Richard yang langsung membuat Ethan diam.
Mobil yang di naiki Richard akhirnya sampai di pelabuhan, Richard langsung turun dan berlari memasuki pelabuhan.
Ethan yang melihat itu pun menyusul tuannya karena takut Richard akan berbuat sesuatu di dalam yang dapat membuat seluruh orang heboh.
Terlihat di sana sudah banyak orang yang menangis, mungkin itu adalah para saudara saudara penumpang kapal yang menuju Bali itu.
"Tenang tuan anda jangan seperti ini, biar saya saja yang bertanya." ucap Ethan menahan Richard agar dia saja yang menanyakan perihal kapal yang mengalami kecelakaan itu.
"Permisi boleh minta data penumpang kapal XXX?" ucap Ethan.
"Tuan bisa lihat di pengumuman, di sana sudah tertera nama nama korban." jawab mereka.
Ethan pun langsung pergi sambil menyeret tangan Richard yang keadaannya sudah tidak karuan.
Ethan dan Richard sudah sampai di tempat data data penumpang kapal, mereka berdua membaca satu persatu nama nama penumpang kapal itu.
Deg.
Rasanya jantung Richard berhenti berdetak saat menemukan ada nama Diandra di sana.
__ADS_1
Diandra Safaluna 25 tahun.
"Enggak, ini gak mungkin, mereka pasti bohong." ucap Richard menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
"Tenang tuan, kita akan mencari nona Diandra ke sana." ucap Ethan menenangkan Richard.
"Tidak, Diandra tidak boleh pergi, dia pernah janji tidak akan meninggalkanku."
"Sayang hiks, kamu kenapa naik kapal itu sih hiks hiks." lanjut Richard menangis.
"Sudah tuan anda jangan menangis di sini, lihat banyak orang yang memotret anda." ucap Ethan karena dia melihat banyak orang yang merekam sekaligus memotret Richard yang keadaannya sudah kacau.
"Bukankah itu Richard Halmiton Ghilbert, untuk apa dia ada di sini."
"Apakah di kapal itu ada orang penting Richard, kenapa dia sampai menangis seperti itu."
Dan banyak lagi komentar orang orang yang ada di sana mengenai Richard.
Langsung saja tak sampai lima menit berita Richard yang ada di sana pun menjadi trending topik yang sejajar dengan berita meledaknya kapal XXX.
"Apakah anda ingin saya menghentikannya tuan?"tanya Ethan saat mereka sudah berada dalam mobil.
"Biarlah, biar mereka tahu kesedihanku." balas Richard yang sudah tidak menangis tapi pandangannya selalu kosong menatap ke depan.
"Siapkan semuanya ayo kita cari Diandra ke sana." perintah Richard tanpa menoleh ke arah Ethan.
"Baik tuan." balas Ethan.
...**...
Doni dan Fia yang mendengar kabar dari Dito pun tertawa senang, Dito memberikan kabar kalau Diandra wanitanya Richard termaksud dalam korban kecelakaan kapal XXX.
"Hahahaha ayo kita pesta, kita gak perlu capek-capek kerja ehh dia sudah menghilang dengan sendirinya, hahahaha...." tawa Doni.
"Benar sayang, sekarang Richard sedang terpuruk dan ayo kita manfaatkan momen ini untuk menggulingkan perusahaan Richard." balas Fia.
"Benar, ayo kita lakukan sekarang, kita harus menyerang perusahaan Richard dengan cara cantik agar kita tidak ketahuan." setuju Doni.
"Kalau bisa perusahaan itu harus menjadi milik kita." balas Fia.
Jika kalian bertanya dimana Dito, dia belum kembali setelah di perintah oleh Doni untuk mencari keberadaan Diandra.
Doni dan Fia pun melakukan pesta berdua di dalam apartemen mereka, mereka minum hingga mereka merasakan puas.
__ADS_1
...***...