Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#56


__ADS_3

Richard mengemudi mobilnya sendiri, hanya ada dia dan Diandra yang berada dalam mobil.


"Yang kami lapar gak?" tanya Richard.


"Enggak terlalu sih, emang kenapa? Kamu lapar?" balik tanya Diandra.


"Iya aku lapar." jawab Richard.


"Ya udah kita cari makan aja, daripada nanti kamu makin kelaparan waktu di apart." ajak Diandra.


"Tapi aku gak pengen makan makanan." lanjut Richard.


"Terus kamu mau makan apa, mau minum aja?" tebak Diandra di balas gelengan oleh Richard.


"Terus kamu mau apa?" tanya Diandra lagi.


"Aku mau makan kamu." mesum Richard.


"Tuh kan mulai lagi mesumnya. Emang gak bosen apa kamu." heran Diandra.


"Enggak lah, ngapain bosen. Yang ada malah bikin ketagihan." balas Richard.


Tiba tiba tangan Richard yang tidak memegang kemudi sudah berada di paha Diandra.


"Jangan mulai nakal deh tangannya." peringat Diandra.


"Siapa juga yang nakal, orang cuma gini doang kok." balas Richard sambil menarik rok Diandra naik hingga memperlihatkan ****** ******** yang berwarna hitam.


Tangan Richard mulai mengelus-elus paha Diandra mulai dari bawah sampai atas sambil terus fokus memegang kemudi.


Diandra sebisa mungkin menahan desahannya agar tidak keluar. Biasa habis nanti kalau sampai Richard tahu kalau Diandra tengah menikmati godaan Richard.


"Kalau mau des4h, des4h aja kali gak usah di tahan. Gak usah di gigit gigit gitu bibirnya, minta di lum4t apa." ucap Richard membuat Diandra melepaskan gigitan di bibirnya sendiri dan keluarlah ******* yang sudah dia tahan tadi.


"Ahh, uhh." des4h Diandra.


"Enak hmm?" tanya Richard.


"He ahh em." jawab Diandra sambil mendes4h.


"Tolong bukain cel4na dalamnya dong yang, susah aku masuknya." pinta Richard.


Diandra yang sudah terlena oleh rangsangan Richard pun menurut saja. Dia menurunkan cel4na dal4mnya dan membuangnya ke jok belakang.


"Lebarin pah4nya." pinta Richard dan langsung di laksanakan oleh Diandra.


Richard mulai mengobrak-abrik inti Diandra dengan jari tengahnya. Diandra sudah belingsetan gak jelas di tempat duduknya.


"Jari aja sudah enak banget, apalagi adiknya." batin Diandra.


Diandra jadi membayangkan kalau yang masuk kedalam int1nya saat ini adalah adik Richard, bukan jari Richard.

__ADS_1


"Uuh aku. emm ma u sampai." des4h Diandra keenakan.


Sekarang mereka tepat berada di lampu merah. Dengan cepat Richard menarik jarinya keluar.


Diandra yang tadi sempat akan pelepasan pun di buat kecewa oleh Richard. Tapi tak sampai berapa lama Richard langsung me keindahannya duduk di p4ngkuan Richard.


"Aku gak tah4n yang." ucap Richard dengan buru buru membuka resleting cel4nanya dan menurunkan cel4nanya hingga adiknya mengacung di depan int1 Diandra.


Lampu hijau pun tiba, Richard langsung melajukan mobilnya kembali.


"Masukin yang." pinta Richard pada Diandra yang berada di pangku4nnya.


"Nanti kalau ada yang lihat gimana?" takut Diandra.


"Gak bakal ada yang, kaca mobil aku gelap." balas Richard.


Perlahan tapi pasti Diandra mulai menuntun ad1k Richard masuk kedalam surganya.


"Ahh." des4h mereka berdua saat berhasil penyatu4n mereka.


"Gerakin yang." pinta Richard sambil fokus menyetir.


Diandra pun mulai mengerakkan p1nggulnya naik turun. Mereka berdua sama sama ke en4kan. Apalagi saat mobil Richard melewati polisi tidur, rasanya sangat dalam sekali rasanya.


"**1*." umpat Richard saat melihat di depan sana ada operasi polisi.


"Ke na pahh?" tanya Diandra.


"Gak papa lanjutkan aja." balas Richard.


"Uuuh yang en4k banget." racau Richard keenakan.


"Terus yang." pinta Richard.


Hingga giliran mobil Richard sekarang.


Tok tok tok.


Kaca jendela mobil Richard di ketuk, Diandra yang mendengar itupun menghentikan gerakannya dan melihat kearah kaca jendela.


"Ssttt... udah lanjutin aja, biar ini jadi urusan ku." ucap Richard yang mengerti ketakutan Diandra.


Richard pun mulai menurunkan kaca jendelanya sedikit hingga hanya terlihat wajahnya saja. Sedangkan wajah Diandra bersandar di d4danya.


"Bisa lihat suratnya pak?" tanya polisi itu dari luar mobil Richard.


Richard dengan kesusahan mencari surat surat yang di minta polisi karena kondisi mobilnya yang gelap. Kalau mau menghidupkan lampu mobil bisa bisa nanti mereka tahu kalau dia dan Diandra lagi main di dalam mobil.


"Ini pak." ucap Richard memberikan surat surat itu.


Polisi itu pun menerima dan memeriksanya dengan teliti. Entah mengapa Richard merasa ini sangatlah lama. Belum lagi Diandra yang ada di bawahnya semakin mengencangkan jepitannya berserta goyangnya hal itu membuat Richard ingin mendes4h, tapi Richard menahannya.

__ADS_1


"Ini pak, selamat berjalan hati hati dalam mengemudi dan semoga selamat sampai tujuan." ucap polisi itu mengembalikan surat surat milik Richard.


"i-yaahh pak. Ahh...." Richard tak bisa lagi menahan desahannya.


Dengan cepat Richard langsung menginjak pedal gas mobilnya dan melaju dengan kencang meninggalkan tempat itu. Polisi yang tadi memeriksa surat surat Richard pun terheran heran, tapi fokusnya langsung teralihkan oleh mobil yang baru saja berhenti untuk dia periksa surat suratnya selanjutnya.


Richard menghentikan mobilnya di jalanan yang sepi. Dan langsung membantu Diandra mengerakkan pinggulnya karena dia merasa akan segera sampai.


"Ahh...." des4h keduanya saat mencapai pelepasan bersama.


Mereka berdua mengatur nafasnya yang ngos-ngosan dengan bagian bawah yang masih belum terlepas. Diandra akan beranjak melepaskan p3nyatu4n mereka tapi Richard langsung menahannya.


"Udah biarkan begitu, sampai apartemen kamu tidur aja nanti kalau sudah sampai aku bangunin." cegah Richard.


"Tapi ini gak enak loh, rasanya ganjel."


"Udah nanti kamu lama kelamaan juga akan terbiasa. Tidur gih pasti kamu capek kan, perjalanan juga masih jauh." suruh Richard.


"Ya udah." nyerah Diandra.


Akhirnya Diandra pun tertidur dengan posisi masih berada di pangkuan Richard. Richard pun melakukan mobilnya menuju apartemen miliknya. Di tengah perjalanan dia menyempatkan diri untuk menghubungi anak buahnya agar mengosongkan seluruh tempat yang akan dia lewati saat sampai di apartemen nanti agar tidak ada yang melihat apa yang Richard lakukan.


Sampai di apartemen kondisi di sana sangat sepi. Richard langsung menggendong Diandra keluar dari dalam mobil dan tidak melepaskan p3nyatu4n mereka. Richard menggunakan jaket miliknya untuk menutupi tubuh bagian bawahnya dan Diandra.


Dengan tenang Richard berjalan menuju apartemennya dan setelah sampai di kamar dia langsung menidurkan Diandra dan dirinya di atas ranjang king size miliknya.


"Kalau gini terus aku juga betah tinggal di Indonesia." gumam Richard senang.


Richard langsung tidur di samping Diandra dan memeluknya dengan erat agar m1liknya semakin terben4m di m1lik Diandra. Diandra yang mungkin kelelahan pun tidak terusik sama sekali apa yang di lakukan Richard padanya.


...**...


Pagi hari Diandra terbangun dan merasakan ada yang ganjal di are4 bawahnya.


"Astaga Richard memang gila. Berarti ini dari semalam di mobil gak pernah di lepas." tak habis pikir Diandra.


"Tapi en4k juga sih rasanya. Pantesan aja tidurku nyenyak orang ada yang m4suk." lanjut Diandra.


"Sayang bangun yuk, aku mau ke rumah sakit." ucap Diandra membangunkan Richard.


"Bentara yang aku masih ngantuk." balas Richard.


"Ya udah aku lepasin ya puny4 kamu."


"Hmm." balas Richard karena memang dirinya masih ngantuk.


Dengan perlahan Diandra pun melepaskan m1lik Richard dari m1liknya.


"Uuh..." des4h Richard dalam tidurnya.


"Dasar m3sum." ucap Diandra dan segera bangun untuk membersihkan dirinya karena hari ini dia harus pergi keluar rumah sakit untuk bergantian menjaga Rena.

__ADS_1


...***...


...Gak tahu lagi habis ini lolos atau enggak, karena ini sudah di tolak sama NT makanya kalian jangan heran kalau banyak kata"yang aku ganti pakai angka hurufnya 😂😂...


__ADS_2