Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#88


__ADS_3

Diandra keluar dari toilet dengan santai dan langsung pergi dari gedung apartemen itu. Diandra akan memutuskan untuk pergi keluar kota, atau kalau bisa keluar negri sekalian.


Sebelum pergi Diandra mampir dulu ke bank untuk membuat rekening ATM baru dan setelah itu baru Diandra menarik uang dari ATM Richard dalam jumlah besar dan setelah itu dia setorkan uang itu ke ATM miliknya yang baru dia buat.


Setelah selesai Diandra langsung pergi ke stasiun kereta, Diandra mencari kereta jurusan Bandung dan setelah mendapatkannya Diandra pun langsung naik ke dalam kereta karena kereta jurusan Bandung akan segera berangkat.


...**...


Tok tok tok.


Pintu apartemen Andrew di ketuk dari luar Elina yang memang berada di ruang tamu pun langsung membukakan pintu apartemen Andrew.


"Ada apa ya, kalau mau cari nona Diandra dia pergi tadi." ucap Elina pada Ethan.


"Pergi? Pergi ke mana?" tanya Ethan.


"Katanya mau ke kontrakan miliknya karena di sana tuan Richard sudah menunggunya." jawab Elina.


"Ya sudah, kalau gitu aku pergi dulu." balas Ethan dan langsung berlalu pergi dari sana.


Ethan langsung melajukan mobilnya kembali menuju kontrakan Diandra, dan setelah sampai di sana dia melihat keadaan kontrakan Diandra itu sepi tidak ada orang.


"Ini gimana sih, katanya tadi nona Diandra ke sini dan ada tuan Richard, tapi ini kok sepi?" bingung Ethan.


Ethan melihat bagian dalam kontrakan Diandra dari jendela dan keadaan di dalam memang sepi tidak ada orang.


"Mau cari siapa ya mas?" tanya orang yang lewat di depan kontrakan Diandra.


"Eemm itu pak, tadi kata temen saya dia pergi ke sini, tapi kok ini sepi ya pak, apa bapak tadi ada lihat orang datang ke sini?" balas Ethan.


"Tadi sih ada orang pakai masker gitu masuk ke dalam tapi setelah itu saya tidak tahu lagi, soalnya tadi saya langsung pergi beli bakso." jawab bapak itu.


"Ooh gitu ya pak, ya udah makasih ya pak." balas Ethan.


"Ehh tunggu pak, saya mau tanya kalau pemilik kontrakan ini siapa ya pak" Ethan menahan bapak itu saat ingin pergi.


"Kalau pemilik kontrakan ini sih pak RT, rumah dia ada di paling ujung itu mas." jawab bapak itu.


"Ooh iya pak, sekali lagi terimakasih ya." balas Ethan.


"Iya mas sama sama, kalau begitu saya permisi dulu." balas bapak itu dan pergi dari sana.

__ADS_1


"Bisa jadi yang bapak itu bilang tadi tuan Richard, dan setelah bapak itu gak ada tuan Richard pergi lagi sama nona Diandra." gumam Ethan menyimpulkan.


"Kalau gitu ya mending aku pergi aja dari sini, toh percuma tuan Richard gak ada di sini." lanjut Ethan dan beranjak pergi dari sana.


Tapi saat dia akan membuka pintu mobilnya tiba tiba pintu kontrakan Diandra terbuka dan keluarlah Richard dari sana.


"Lah itu tuan." Ethan langsung kembali menghampiri kontrakan Diandra.


"Tuan." pangil Ethan pada Richard yang tengah mengunci pintu kontrakan Diandra.


"Loh, kamu ngapain di sini?" tanya Richard heran.


"Seharusnya saya yang tanya tuan, tuan ngapain di sini, saya cari tuan kemana mana ehh ternyata kata Elina tuan ada di sini." balas Ethan.


"Elina? Dari mana dia bisa tahu kalau saya ada di sini?" tanya Richard heran.


"Katanya sih tadi nona Diandra pergi ke sini karena tuan sudah menunggu dia di sini." jelas Ethan.


"Hah, Diandra? Dia gak ada di sini, malah aku sedari tadi pusing mikirin dia kok di dalam."


"Lalu, nona Diandra kemana tuan?" balas Ethan bertanya tanya.


"Mana handphone kamu." pinta Richard setengah panik.


"Udah mana handphone kamu, kamu bawa mobilnya ayo cepat kita pergi dari sini." balas Richard mengambil handphone dari Ethan dan langsung masuk ke dalam mobil Ethan.


Ethan yang tidak mengerti maksud tuannya pun langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan perintah tuannya untuk melajukan mobilnya.


"Ah si*l." umpat Richard karena dia sedari tadi mencoba menghubungi Diandra tapi tidak bisa.


"Kemana dia pergi, kenapa handphonenya gak aktif." tanya Richard sambil terus mencoba menghubungi Diandra.


"Sabar tuan, mungkin handphone nona Diandra sama seperti punya tuan yang kehabisan baterai." ucap Ethan menenangkan Richard.


"Kamu sudah mencarger handphone saya kan?" tanya Richard pada Ethan.


"Sudah tuan ini." jawab Ethan menunjuk handphone Richard yang tengah dia isi daya baterainya di mobil.


Richard diam sambil menunggu baterai handphonenya terisi, dia memang diam tapi dalam dirinya dia merasa tidak tenang, dia merasa kalau ada sesuatu dengan Diandra.


"Itu udah terisi tuan meskipun cuma sedikit." ucap Ethan yang melihat handphone tuannya sudah bisa hidup kembali.

__ADS_1


Richard langsung membuka handphonenya dan saat baru dia buka ternyata banyak notifikasi dari m-banking miliknya.


Ada banyak uang yang keluar dari ATM miliknya.


"Ini ATM saya yang mana?" tanya Richard pada Ethan karena dia bingung mana ATM yang saldonya keluar itu, biasalah sultan ATM nya banyak jadi bingung.


"Sepertinya itu yang di pegang nona Diandra tuan." jawab Ethan.


"**1*." umpat Richard lagi.


Richard langsung menghubungi seluruh anak buahnya yang dia sebar di kota itu untuk mencari keberadaan Diandra, bahkan dia juga menghubungi bodyguard yang dia tugaskan untuk memantau Diandra dan mereka bilang kalau mereka kehilangan jejak Diandra.


"Sayang kamu dimana, aku mohon jangan tinggalkan aku." sedih Richard yang sudah menebak jika Diandra memang pergi meninggalkannya.


"Tuan, apa tidak sebaliknya kita pergi ke apartemen tuan Andrew dulu, mungkin saja nona Diandra ada di sana." saran Ethan.


"Ayo kita ke sana." balas Richard.


"Baik tuan." balas Andrew dan langsung memutar mobilnya menuju arah apartemen milik Andrew.


...**...


"Nona, kenapa anda bangun, anda harus banyak banyak istirahat biar cepat sembuh." ucap Elina yang melihat Rena keluar dari kamar.


"Kak Dian mana ya, kok di kamar gak ada?" tanya Rena.


"Nona Diandra pergi menemui Abang anda nona." jawab Elina.


"Tadi juga nona Diandra berpesan kepada saya untuk menyampaikan itu." lanjut Elina.


"Ooh gitu, kalau kak Andrew di mana?" tanya Rena lagi yang tidak mendapati Andrew di sana.


"Kalau tuan Andrew saat ini sedang istirahat di kamarnya nona, soalnya dari kemaren dia belum tidur karena mengurus pekerjaannya." jawab Elina.


"Ya udah kalau gitu aku mau kembali ke kamar aja, boleh minta temenin gak kak?" pinta Rena pada Elina.


"Baik nona mari saya temani." balas Elina dan membantu Rena untuk berjalan ke dalam kamarnya.


Sampai di kamar Rena langsung duduk di ranjang yang di sampingnya ada meja, dan pandangan Rena pun jatuh ke sebuah kertas yang ada di sana.


"Ini apa?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2