
"Gimana enak gak?" tanya Richard pada Jenifer yang tengah menikmati sepotong pizza.
"Enak Om." jawab Jenifer dengan mulut yang penuh dengan pizza.
"Ya udah habiskan, nanti kalau masih kurang Om belikan lagi." balas Richard sambil mengelus rambut anaknya sayang.
"Apakah anda tidak ingin memberitahunya sekarang tuan?" tanya Ethan sambil melihat Jenifer yang tengah asik memakan pizza.
"Ingin, sangat ingin, tapi aku akan menunggu biar Diandra saja yang memberitahunya." balas Richard yang sama sama menatap Jenifer.
"Memang lebih baik begitu tuan." balas Ethan setuju.
"Siapkan kamar untuknya di rumah." perintah Richard pada Ethan lagi dan lagi.
"Baik tuan." balas Ethan.
"Om, om ini siapa?" tanya Jenifer pada Richard menunjuk Ethan.
"Om ini namanya Ethan, kamu bisa memanggilnya paman Ethan, dia teman Om." balas Richard memperkenalkan Ethan.
"Halo Om aku Jenifer." ucap Jenifer memperkenalkan dirinya.
"Hai juga nona, saya Ethan." balas Ethan.
Setelah perkenalan itu mereka bertiga pun makan pizza sama seperti Jenifer karena Jenifer yang mengajak mereka."
Setelah itu Richard mengajak Jenifer pergi ke mall untuk main di Timezone, Jenifer sangat bahagia karena bisa main di tempat permainan yang mewah.
Richard pun dia juga bahagia karena bisa menemani anaknya bermain sepuasnya di Timezone.
Menjelang malam barulah Richard mengajak Jenifer untuk pulang, karena mereka sudah terlalu lama berada di sana.
"Jeni kita pulang yuk, hari udah mau malam." ajak Richard.
"Jeni masih mau main Om." balas Jenifer.
"Nanti kapan kapan lagi kita main di sini ya." balas Richard membujuk Jenifer agar mau pulang.
"Kapan Om, Jeni kan besok udah pulang." balas Jenifer.
"Nanti Om yang akan jemput Jeni di rumah Jeni."
"Beneran Om?"
"Iya dong, makanya kita pulang yuk." ajak Richard.
"Iya Om." balasan Jenifer yang akhirnya mau di bawa pulang.
"Kita pulang ke tempat yang kemaren om?" tanya Jenifer lagi.
__ADS_1
"Tidak, Om mau bawa Jenifer pulang ke rumah om." balas Richard.
"Ke rumah Om? Om bukan orang jahat kan?" takut Jenifer.
"Bukan dong, kalau Om orang jahat mungkin sekarang Jenifer udah Om makan." balas Richard.
"Ooh iya ya." polos Jenifer.
"Sini duduk sama Om." pinta Richard.
Jenifer pun duduk di pangkuan Richard, dan pak sopir pun mulai menjalankan mobilnya pergi menuju rumah Richard.
Ethan sudah pergi duluan sehabis makan pizza karena dia harus mengosongkan jadwal buat Richard selama beberapa hari kedepan.
...**...
Sampai di rumah ternyata Jenifer sudah tertidur di pangkuan Richard, karena takut akan mengganggu tidur Jenifer, Richard pun akhirnya membiarkan Jenifer tidur dan dia menggendongnya masuk ke dalam rumah miliknya.
Richard membaringkan Jenifer di ranjang king size miliknya dan mulai melepaskan sepatu yang Jenifer kenakan.
"Bahkan sepatumu saja sudah jelek begini tapi gak ganti." ucap Richard saat memegang sepatu milik Jenifer yang sepertinya sudah pernah jebol tapi di kasih lem kembali.
"Sesuai apa yang ku katakan waktu itu, nanti saat aku menemukanmu aku akan memberikan mu hukuman sayang." gumam Richard memikirkan hukuman apa yang nanti akan dia berikan kepada Diandra.
Richard pergi membersihkan tubuhnya dan setelah itu dia bergabung bersama Jenifer untuk pergi tidur.
Richard memeluk Jenifer dengan erat penuh kasih sayang, dan sebelum memejamkan matanya juga Richard mencium kening Jenifer berulang kali untuk mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang anak.
...**...
kemaren Diandra mendapatkan kabar kalau Jenifer berhasil meraih juara pertama, karena saking senangnya Diandra sampai menjual beras yang kemaren dia dapat dari tetangganya untuk membeli telur.
Diandra hanya menyisakan sedikit beras untuk dia masak nanti.
Diandra berencana akan memasakkan Jenifer nasional goreng kesukaan Jenifer dengan toping telur ceplok dan spesial hari ini Diandra menambahkannya dengan sosis goreng.
"Akhirnya selesai juga, sekarang aku tinggal mandi dan menunggu kedatangan Jenifer." ucap Diandra dan langsung pergi ke belakang rumah untuk menimba air buat mandi.
...**...
Sementara itu du Jakarta, Richard sudah ganteng dengan di gendongannya ada Jenifer dan di sampingnya ada Ethan yang membawa pizza serta Berger sesuai permintaan Jenifer.
"Om beneran mau ikut Jeni pulang?" tanya Jenifer tidak percaya.
"Iya dong, masak Om bohong sih." balas Richard.
"Horeee nanti kita makan sama sama di rumah ya om." senang Jenifer karena Richard dan Ethan akan ikut dengan dirinya pulang ke rumahnya.
"Iya sayang." balas Richard.
__ADS_1
"Jeni ayo kita pulang." ajak ibu Sari menghampiri Jenifer.
"Anda bisa pulang duluan, Jenifer akan ikut bersama saya." balas Richard.
"Apa maksud anda tuan, anda tidak berniat ingin menculik Jenifer kan?" tanya ibu Sari curiga.
"Saya bukan orang jahat, kalau kamu tidak percaya kami biasa ikut dengan pesawat saya." balas Richard.
"Baiklah saya akan ikut dengan anda, karena saya tidak percaya dengan kalian." balas ibu Sari.
"Mati tuan, pesawatnya sudah siap." ucap Ethan mengajak Richard untuk masuk ke dalam jet pribadi milik Richard.
"Hmm." balas Richard dan melangkah masuk ke dalam jet pribadi miliknya dengan Jenifer yang selalu setia berada di gendongannya.
Sedangkan ibu Sari pun mengikuti mereka dari belakang. Ibu Sari merasa sangat aneh dengan sikap Richard kepada Jenifer yang menurutnya terlalu berlebihan, karena Jenifer hanya pemenang olimpiade saja, tapi Richard memperlakukan Jenifer kayaknya anak kandungnya.
"Silahkan anda duduk di sini." ucap Ethan menyuruh agar ibu Sari duduk diam tempat yang dia tunjuk.
"Baik tuan." balas ibu Sari dan duduk di sana.
Sedangkan Richard duduk di dalam ruangan yang memang khusus untuk dirinya saja, dia memangku Jenifer di depannya.
"Pesawat ini milik Om?" tanya Jenifer.
"Iya, kenapa kamu tidak suka naik du sini ya?" balas Richard.
"Tidak Om, Jenifer suka kok, malah ini lebih bagus dari yang Jenifer naikin waktu berangkat kerja Jakarta." balas Jenifer.
"Kamu mau?" tawar Richard.
"Tidak Om, pasti ini harganya mahal, mana mungkin mommy sanggup belikan Jeni ini." balas Jenifer membuat Richard tersenyum.
"Ini memang punya kamu nak, Daddy bisa membelikan ini buat kamu." batin Richard.
"Om tahu gak?" tanya Jeni.
"Tahu apa hmm?" balas Richard tidak mengerti.
"Waktu pulang sekolah pasti ada orang orang yang bilang kalau Jeni gak punya papa, dan mereka juga selalu bilang kalau mommy itu wanita murahan."
Murahan itu apa sih Om?" lanjut Jenifer yang akhirnya bertanya.
"**1*, berani sekali mereka menghina anak dan wanitaku." batin Richard marah.
"Om." pangil Jenifer karena Richard tidak menjawab pertanyaannya.
"Iya sayang kenapa hmm?" tanya Richard.
"Murahan itu apa Om, kenapa mereka selalu bilang kalau mommy itu wanita murahan?" tanya Jenifer lagi mengulangi pertanyaannya.
__ADS_1
...***...