
"Sayang plis ya kamu maafin aku." mohon Richard karena Diandra tidak menjawab.
"Emang kamu gak kangen sama aku, aki kangen banget loh sama kamu." lanjut Richard.
"Mom, apakah ini nasi goreng buat aku?" tanya Jenifer menghampiri Diandra yang tengah di peluk Richard.
"Om Richard kok peluk peluk mommy?" heran Jenifer.
Diandra yang melihat ada anaknya pun berusaha melepaskan pelukan Richard tapi dia tidak bisa karena Richard memerlukannya dengan erat.
"Richard lepaskan, ada Jenifer di sana." ucap Diandra agar Richard melepaskannya.
"Tidak, Jeni sayang sini peluk mommy juga." Richard malah mengajak Jenifer untuk bergabung.
"Apa kamu tidak ingin memberitahunya kalau aku ini adalah Daddy nya?" bisik Richard du telinga Diandra.
"Gak usah bohong lagi sayang, aku udah tes DNA." lanjut Richard saat tahu kalau Diandra akan membohonginya.
"Jenifer sini deh, Om mau kasih tahu kamu sesuatu." ucap Richard memangil Jenifer agar mendekat padanya.
Jenifer pun meletakkan piring yang berisi nasi goreng tadi di atas meja dan pergi menghampiri Richard.
"Sini duduk." Richard membawa Jenifer duduk di pangkuannya.
"Mau kamu yang kasih tahu atau aku yang kasih tahu?" tanya Richard pada Diandra.
"Aku saja." balas Diandra.
"Jeni dengerin mommy ya, Jeni pengen ketemu Daddy gak?" tanya Diandra pada Jenifer.
"iya ingin, tapi sekarang Jenifer gak kangen lagi sama Daddy karena ada Om Richard yang baik sama Jeni." balas Jenifer.
"Yakin gak mau ketemu Daddy?" tanya Diandra lagi.
"Tapi apakah nanti kalau Jenifer udah ketemu Daddy, Daddy akan tinggalin Jenifer lagi?" balas Jenifer bertanya.
"Tidak dong, mana mungkin Daddy meninggalkan Jenifer." balas Richard.
"Kenapa Om bisa tahu?"
"Karena Om ini Daddy kamu." balas Richard membuat mata Diandra melotot tajam.
"Apa, gak suka? Kamu terlalu banyak basa basi." balas Richard pada Diandra.
"Beneran Om?" tanya Jenifer tidak percaya.
"Tanya saja pada mommy mu." balas Richard.
"Apakah benar Om Richard Daddy nya Jeni mom?" tanya Jenifer.
"Iya dia Daddy kamu." balas Diandra pasrah.
"Yeee ternyata om Richard Daddy nya Jeni." senang Jenifer.
Cup cup.
"Jeni sayang sama Daddy, Jeni minta Daddy tidak meninggalkan Jeni lagi ya." pinta Jenifer setelah mengecup pipi kanan kiri Richard.
"Iya sayang, Daddy tidak akan meninggalkan kalian lagi." balas Richard.
__ADS_1
"Terimakasih Dad." Jenifer langsung memeluk Richard dia merasa senang karena Om baik yang selalu ada untungnya di saat banyak orang yang menjauhi dirinya ternyata adalah daddy-nya.
"Apakah kamu tidak mau memelukku juga?" ucap Richard pada Diandra yang menatap anaknya.
"Huh, baiklah." sok jual mahal Diandra.
Diandra langsung memeluk Richard, mereka bertiga berpelukan erat saling mengungkapkan rasa rindu satu sama lain.
"Terimakasih karena kamu sudah mau bertahan." bisik Richard du telinga Diandra dan hanya mendapatkan anggukan kepala dari Diandra.
"Sudah selesai pelukannya, ayo makan nasi gorengnya, perut Jeni udah lapar." ucap Jenifer melepaskan pelukannya pada Richard.
"Ayo Dad kita makan nasi goreng buatan mommy lagi." ajak Jenifer turun dari pangkuan Richard.
"Apakah ini nasi sisa tetangga lagi?" tanya Richard menatap Diandra.
"Tidak, tapi berasnya aku mendapatkan dari mereka." balas Diandra.
"Ehh, tapi dari mana kamu tahu kalau...."
"Jenifer yang bilang sama aku." potong Richard.
"Dasar anak itu." geram Diandra pada Jenifer karena anaknya itu suka sekali membicarakan tentang kehidupan mereka pada orang yang tidak di kenal.
"Kenapa kamu tidak menghubungi ku hmm?" tanya Richard menatap Diandra dalam.
"Aku takut." balas Diandra.
"Takut sama siapa hmm?"
"Aku takut sama kamu, karena kamu psikopat." Diandra menundukkan kepalanya.
"Iya pernah."
"Kapan?" panik Richard karena seingatnya dia tidak pernah menyiksa Diandra.
"Waktu di ranjang." balas Diandra sambil tersenyum mengejek kepada Richard.
"Ooh kamu mau main, ayo punya ku juga udah meronta ronta sejak lihat kamu tadi." balas Richard santai.
"Ngawur, ada Jenifer di sini." balas Diandra.
"Daddy ayo makan nasi goreng, nanti keburu aku habisin." pangil Jenifer karena daddy-nya tak kunjung menyusul dirinya.
"Iya sayang." balas Richard.
"Itu ada pizza sama Berger, kata Jeni kamu mau." lanjut Richard pada Diandra.
"Kebetulan, dari lama aku gak pernah makan pizza sama Berger lagi." balas Diandra dan langsung membuka kotak pizza yang ada di atas meja.
"Makanya jangan sok sok an kabur, anak gak tahu apa apa malah jadi korbannya." balas Richard dan berlalu pergi mencari keberadaan Jenifer.
Akhirnya mereka bertiga pun makan, Jenifer dan Richard makan nasi goreng, sedangkan Diandra makan pizza dan Berger.
Sore harinya, Richard masih ada di sana, dia dengan setia menemani anaknya main boneka Barbie yang dia belikan waktu du Jakarta.
"Jeni ayo main." panggil anak kecil yang baru membuka pintu rumah Jenifer.
"Wah iya aku lupa, aku kan udah janji sama Bila." gumam Jenifer yang teringat dengan janjinya.
__ADS_1
"Dad Jeni pergi dulu ya mau main, nanti Jeni balik lagi Daddy jangan pergi ya." pamit Jenifer pada Richard.
"Iya sayang, hati hati ya kalau main, jangan jauh jauh." balas Richard mengizinkan.
Jenifer pun pergi main ke kali sama Salsabila, sedangkan Richard masuk ke dalam kamar milik Diandra.
"Sayang." ucap Richard dan berbaring di samping Diandra yang tengah tiduran.
"Jangan tidur di sini Dad, gak muat." usir Diandra.
"Makanya ayo pergi ke hotel." ajak Richard.
"Gila kamu, terus sekarang Jeni mana?" tanya Diandra yang tidak mendapati adanya anaknya di sana.
"Main, di panggil temennya tadi." balas Richard.
"Emang dia main du mana sih?" lanjut Richard penasaran.
"Di kali paling." balas Diandra santai.
"What, kali? Kamu biarin anak kita main di kali?" kaget Richard.
Bagiamana bisa Diandra membiarkan anaknya yang masih umur tujuh tahun main di kali tanpa ada yang mengawasi, bagiamana nanti kalau sampai terjadi sesuatu padanya.
"Gak usah lebay deh, kalinya bukan kali ya gede." balas Diandra.
"Huh, syukurlah." lega Richard.
"Yang jalan jalan yuk." ajak Richard.
"Mau kemana?" tanya Diandra.
"ya jalan jalan aja." balas Richard.
"Bentar aku siap siap dulu."
"Aku tunggu di luar yang." balas Richard dan segera keluar menghubungi Ethan untuk mengantarkan mobil ke rumah Diandra.
Setelah bersiap Richard dan Diandra pun masuk ke dalam mobil, Richard juga sudah berpesan pada Ethan untuk membawa Jenifer nanti.
"Aku malu deh." ucap Diandra dalam mobil.
"Malu kenapa?" tanya Richard.
"Lihat deh, pakaian ku gak selevel sama pakaian kamu, terus wajah aku sekarang juga sudah kucel gak terawat, aku jadi minder jalan sama kamu." jujur Diandra.
"Ya sudah, kita pergi ke mall sama salon aja, biar kamu pede." balas Richard santai.
"Ayo, aku juga kangen pengen nyalon tapi gak punya uang." balas Diandra senang.
"Makanya gak usah gaya gayaan kabur segala." balas Richard.
"Ya biarin, kan lumayan bisa buat kamu nangis nangis." balas Diandra.
"Awas ya kamu nanti."
"Gak takut tuh."
...***...
__ADS_1
Dikit lagi tamat, aku akan mengumumkan giveaway tgl 2 ya 🥰🥰🥰