Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#105


__ADS_3

Sudah seminggu Diandra pergi meninggalkan mereka semua, saat ini Richard dan yang lainnya berada dalam pesawat pribadi milik Richard menuju Surabaya untuk penghormatan terakhir mereka pada Diandra.


Pencarian sudah di hentikan, karena mereka sudah mendapatkan bangkai kapal dan yang lainnya, tapi mereka tidak menemukan satupun mayat dari penumpang kapal tersebut.


Maka dari itu, semua penumpang kapal XXX tersebut sudah di anggap tiada. Dan hari ini akan di langsungkan penghormatan kepada para penumpang kapal XXX.


"Tuan yang sabar ya, percaya sama yang di atas kalau nona Diandra sudah tenang di alam sana." ucap Ethan yang duduk di samping Richard.


"Sulit, tapi ya saya harus bisa." balas Richard dengan tersenyum getir.


Ethan menatap iba pada tuannya, dia tidak menyangka kalau kisah cinta tuannya akan berujung seperti ini.


Dari kisah cinta tuannya Ethan juga belajar, dia akan menghargai dan mencintai Elina setulus mungkin sebelum nantinya mereka akan berpisah.


Entah itu berpisah karena ajal atau apapun nanti, yang jelas semua manusia di muka bumi ini pasti akan menemui yang namanya kematian, karena kematian adalah akhir dari hidup makhluk di muka bumi ini.


Baik manusia, tumbuhan dan juga hewan, mereka semua akan kembali pada sang pencipta.


Sementara itu di posisi Rena, dua tengah memeluk Elina, sama dengan Richard, Rena juga merasa kehilangan Diandra.


"Sudah nona, ikhlaskan nona Diandra biar dia tenang di sana, nona berdoa saja semoga nona bisa bertemu dengan nona Diandra di kehidupan yang akan datang." ucap Elina menenangkan Rena.


"Iya kak, Rena akan mencoba mengikhlaskan semuanya meskipun ini sulit." balas Rena.


Elina mengelus punggung Rena agar Rena tenang.


Pesawat yang mereka tumpangi akhirnya mendarat di tanah Surabaya, mereka semua turun dari pesawat dan keluar dari bandara.


Banyak wartawan yang menyambut kedatangan mereka, khususnya Richard mereka semua bertanya pada Richard tapi tak ada satu pun dari mereka yang mendapatkan jawaban dari Richard.


Richard diam membisu dengan kaca mata hitam yang bertengker di hidungnya, dia di kawal para anak buahnya yang berada di Surabaya.


Richard dan yang lainnya pun langsung menaiki mobil dan pergi menuju pelabuhan.


Dalam perjalanan Richard hanya diam saja, dia tak mengucapkan sepatah katapun pada orang yang ada di sampingnya.


"Apakah nona mau minum?" tanya Elina pada Rena.

__ADS_1


"Iya kak, terimakasih." balas Rena menerima air mineral yang Elina berikan.


Rena minum agar dirinya tenang dan setelah itu dia mengembalikan air minum itu pada Elina lagi.


Sampai di pelabuhan Richard dan yang lain pun langsung turun dari mobil dan langsung pergi menaiki kapal pesiar milik Richard.


"Mana bunganya Ethan?" tanya Richard pada Ethan.


"Sedang di ambil tuan." jawab Ethan.


Tak lama setelah itu ada beberapa anak buah Richard yang datang membawa bunga yang akan di taburkan ke laut nanti.


"Ini bunganya tuan." ucap anak buah Richard.


"Letakkan di sana." ucap Ethan dan langsung di laksanakan oleh anak buah Richard.


"Mari tuan, kita akan segera sampai di tempat di mana kapal XXX meledak." ajak Ethan berdiri dari tempat duduknya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Richard berdiri mengikuti Ethan menuju luar kapal Dan di ikuti yang lainnya.


Acara penghormatan terakhir pun berlangsung, banyak kapal pesiar yang berhenti di sana untuk melakukan penghormatan terakhir untuk para korban kapal XXX.


Richard hanya diam saja, tapi tanpa orang ketahui di balik kaca mata hitam miliknya matanya berair, saat air mata itu jatuh membasahi pipinya Richard langsung menghapusnya sebelum ada orang lain yang melihat.


Begitulah Richard, dia tidak akan memperlihatkan kesedihannya di hadapan orang lain, hanya Ethan sana yang tahu bagaimana perasaan Richard sekarang.


"Selamat jalan nona, maaf kalau saya ada salah, saya janji bakal menjaga tuan dan setia di samping tuan." ucap Ethan dalam hati.


Setelah itu mereka semua memanjatkan doa untuk para korban dan setelah itu semua kapal pergi dari sana, tapi tidak dengan kapal pesiar milik Richard.


Richard belum memerintahkan mereka untuk pergi, dia masih ingin di sana, menemani Diandra yang sendirian di dalam sana.


"Tuan mati kita pergi dari sini, tuan harus ingat kalau masalah kita di Jakarta belum selesai." ucap Ethan agar Richard mau beranjak dari sana.


"Kamu benar, saya harus segera menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta." balas Richard.


"Suruh mereka membawa kapal ini kembali." perintah Richard pada Ethan.

__ADS_1


"Baik tuan." balas Ethan.


"Aku pergi dulu sayang, nanti kalau ada waktu aku akan datang ke sini lagi menemui kamu." ucap Richard dan pergi masuk ke dalam kapal pesiar lagi.


Kapal pesiar milik Richard pun mulai bergerak meninggalkan tempat itu, kapal itu bergerak kembali menuju pelabuhan yang ada di Surabaya.


"Kak apakah aku boleh menetap di sini selama beberapa hari, aku ingin jalan jalan di kota pahlawan ini." ucap Rena meminta izin pada Andrew.


"Tidak sekarang Ren, kita harus kembali ke Jakarta dulu, kamu juga kan bentar lagi mau masuk kuliah, jadi kamu harus menyiapkan semuanya." bantah Andrew tak mengizinkan Rena.


"Baiklah." balas Rena lesu, padahal dia sangat ingin jalan jalan di kota ini.


"Pergilah kalau kamu memang masih ingin di sini, tapi kamu nanti harus di temani Elina." ucap Richard yang datang menghampiri mereka.


"Kau jangan gila, ini waktunya masih belum aman, gimana nanti kalau Rena kenapa kenapa." balas Andrew tak suka dengan keputusan Richard.


"Biarkan dia menikmati masa mudanya, jangan kekang dia, dan percayakan semuanya pada sekertarismu." balas Richard.


"Terimakasih bang, Abang memang yang terbaik baik." ucap Rena senang.


"Huh, berarti kakak jahat." ucap Andrew cemburu karena Rena hanya memuji Richard.


"Tidak dong, kakak juga yang terbaik, tapi kakak masih suka ngekang aku jadi aku tidak bisa bebas." balas Rena.


"Ya sudah kamu harus hati-hati di sini, dan ingat kamu harus menuruti semua perkataan Elina jangan membantahnya." ucap Andrew yang akhirnya mengizinkan Rena untuk menetap di Surabaya selama beberapa hari.


"Yeee... terimakasih kak." senang Rena.


"Sama sama sayang." balas Andrew.


"El kamu mau kan jagain Rena di sini?" tanya Andrew pada Elina.


"Iya tuan saya mau." jawab Elina.


"Ya sudah kamu jagain dia ya, kalau sampai dia buat ulah kamu paksa aja dia bawa balik ke Jakarta."


"Baik tuan." balas Elina.

__ADS_1


"Iih kakak mah gitu." cemberut Rena.


...***...


__ADS_2