Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#41


__ADS_3

Richard hanya menanggapinya dengan senyuman saja dan membiarkan enam orang itu pergi dari sana.


"Laksanakan setelah mereka berada satu kilometer dari sini." perintah Richard pada Ethan.


"Baik tuan." balas Ethan.


Richard berdiri dari tempat duduknya dan pergi menuju ruang kerjanya kembali. Begitupula dengan Ethan, dia pergi untuk melaksanakan perintah tuannya.


Drrtt drrtt drrtt.


Baru juga Richard mendudukkan pantatnya di kursi kebesaran miliknya, ehh handphonenya sudah berbunyi.


Melihat nomor yang tak ada namanya membuat kening Richard berkerut.


"Siapa ini, kenapa tahu nomor telepon saya." gumam Richard bingung.


Richard pun membiarkannya saja karena dia anggap itu nomor orang yang iseng kepadanya. Tapi seperti orang itu tidak putus asa untuk menghubungi Richard hingga membuat Richard kesal sendiri.


'Siapa?' tanya Richard to the poin dengan nada suara yang dingin.


'Ya udah kalau gak mau, aku matiin dulu. BYE.' balas orang yang ada di sebrang sana.


Tut.


"Tunggu, suara itu kenapa tidak asing?" gumam Richard berfikir dengan keras untuk mengenali suara yang baru saja dia dengar.


"Oh tidak." lanjutnya panik.


Richard pun langsung menghubungi kembali nomor itu tapi selalu sana dirijek. Akhirnya Richard pun memilih mengirimkan pesan ke nomor itu saja.


Sayang aku minta maaf, aku tidak tahu kalau yang telfon itu kamu. Kamu sih gak ada bilang kalau sudah ganti nomor baru.


Isi pesan yang Richard kirimkan pada nomor itu yang tak lain adalah nomor baru milik Diandra.


Hanya di read doang oleh Diandra, hal itu membuat kepala Richard mendidih.


Richard pun langsung pergi menuju ruangan IT. Dia berencana untuk melacak di mana keberadaan Diandra sekarang dan akan memberikan surprise untuk Diandra sebagai permintaan maafnya.

__ADS_1


...**...


Sedangkan di posisi Diandra, dia sekarang tengah menunggu kedatangan seseorang yang tadi sudah dia hubungi.


Diandra sudah selesai menghubungi orang orang untuk mengabari kalau dia berganti nomor telfon dan menyuruh mereka agar menghapus nomor telfon lamanya.


"Siang sayang, maaf ya sudah buat kamu menunggu lama." ucap Radit yang baru saja datang.


"Enggak kok, aku juga baru sampai." balas Diandra sambil tersenyum.


"Kamu belum pesan makanan?" tanya Radit karena dia tidak melihat adanya makanan di hadapan Diandra.


"Aku tadi udah makan duluan karena aku sudah kelaparan, jadi aku barusan cuman mau pesan minuman saja." balas Diandra.


"Ooh gitu, ya udah aku pesan makanan dulu ya soalnya aku belum makan siang."


Setelah beberapa saat makanan Radit dan minuman milik Diandra pun datang.


"Kamu yakin gak mau makan lagi?" tanya Radit.


"Iya sayang, aku udah kenyang loh barusan aja aku makan di warung sate depan." balas Diandra.


"Siapa bilang aku makan di cafe, kan aku bilang makan di warung. Tuh kamu lihatkan yang rame pengunjungnya itu, nah aku tadi makan di sana." tunjuk Diandra pada warung pinggir jalan yang menjual berbagai macam sate.


"WHAT? Kamu beneran makan di sana, kamu jangan becanda deh itu kan tempatnya pasti kotor banget." tak percaya Radit.


"Apaan sih jangan lebay deh, orang aku juga udah biasa makan di tempat kayaknya gitu. Lagian juga makan di sana itu harganya lebih murah plus bikin kenyang juga."


"Gak, aku gak izinin kamu makan di tempat kayak gitu lagi. Kalau soal bikin kenyang, kamu kan bisa pesan di cafe dua porsi atau kamu bisa pesan dengan porsi jumbo." posesif Radit.


"Apaan sih nih cowok, posesif banget. Coba aja kalau itu Richard, pasti dia fine fine aja mau aku makan di mana yang penting itu gak bikin aku sakit." batin Diandra membandingkan antara Radit dan Richard.


"Ya kan aku gak ada uang sebanyak itu, kalau aku terus terusan beli makanan di cafe atau restoran nanti adik aku di kampung makan apa." balas Diandra.


Diandra pikir mungkin ini dia akan mendapatkan uang lagi. Toh percuma nanti kalau tidak dia manfaatin.


"Kan aku sudah bilang sama kamu, kamu sih gak kirim kirim nomor rekening aku. Aku kan jadi lupa belum transfer uang sama kamu. Sini nomor rekening kamu biar aku transfer." pinta Radit.

__ADS_1


"Gak usah loh, aku gak mau repotin kamu. Bener dah, suer." menggangkat jadi telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


"Kan aku udah bilang kemaren sayang ku, udah sini lama banget." paksa Radit.


Diandra pun akhirnya memberikan nomor rekeningnya. Dan benar saja saat setelah Radit mentransfer uang kepada dia melihat ada notifikasi dari m-banking dengan jumlah angka yang berjejer rapi.


"Kamu gak salah kan ini?" tanya Diandra pura pura kaget.


"Kenapa, aku gak salah kok. Itu aja bagi aku gak cukup buat satu Minggu." balas Radit sombong.


"Nih orang lama lama kok makin ngeselin ya, untung aja cuma selingkuhan coba kalau pacar beneran udah matiin berdiri gw." batin Diandra lagi.


"Nanti kalau kurang bilang aja biar aku tambahin." lanjut Radit.


"Hehehe enggak kok, itu aja udah cukup." balas Diandra.


"Ya udah, aku makan dulu jangan ajak aku ngobrol." ucap Radit dan langsung menyantap makanannya tanpa menunggu balasan dari Diandra.


"Dih siapa jugalah yang mau ngajak lo ngobrol, kalau bukan karena uang gw mah ogah kali ketemu sama orang posesif bin sombong kayak Lo." batin Diandra lagi.


Diandra pun menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel. Karena kali ini dia lagi bersama Radit jadi dia memainkan ponsel yang dia gunakan untuk menipu orang.


"Mumpung ada waktu, cari mangsa ahh." batin Diandra.


Diandra pun membuka grup reseller RH bag dan mencari mangsa baru. Dan sangat kebetulan sekali saat pertama dia buka grup sudah di suguhkan oleh postingan seseorang yang tengah mencari barang. Dan saat Diandra lihat akunnya lebih jauh lagi ternyata itu orang masih baru berada di grup itu. Jadi ini adalah kesempatan emas buat Diandra.


Diandra pun dengan lancar merespon chat dari calon mangsanya. Dan tak berapa lama Diandra sudah mendapatkan uang satu juga dari orang itu.


"Kita pulang yuk aku udah selesai." ajak Radit.


"Yuk, kita mau jalan ke mana?" tanya Diandra karena dia berharap bisa jalan jalan seperti kemaren lagi.


"Jalan jalan mulu yang ada di otakmu, aku mau kerja jadi kalau kamu mau jalan jalan pergi aja sendiri. Toh kamu juga udah dapat uang banyak kan dari aku barusan." balas Radit sewot.


"Kamu kok sekarang gitu sih, bukannya kemaren ka...."


"Halah udah, kamu yang pengangguran tahu apa sih. Aku sibuk kamu bisa pulang sendiri." potong Radit dan pergi dari sana setelah menghina Diandra.

__ADS_1


...***...


__ADS_2