Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#113


__ADS_3

"Om boleh coba nasi gorengnya gak?" tanya Richard.


"Boleh om, sini Jeni suapin, masakan mommy Jeni enak loh Om." balas Jenifer dan langsung menyendokkan nasi goreng beserta potongan telur ceplok ke Richard.


Dengan ragu Richard mulai membuka mulutnya, Richard takut nanti kalau rasanya tidak enak, tapi saat nasi goreng itu sudah masuk ke dalam mulutnya, Richard di buat terkejut karena rasanya memang sangat enak.


"Gimana Om, enak kan?" tanya Jenifer.


"Iya rasanya enak, Om boleh minta lagi gak?" pinta Richard.


"Iya Om boleh kok, sini kita makan berdua." balas Jenifer dengan senang hati dia mulai menyuapi Richard.


Mereka berdua makan sambil becanda hingga Jenifer bisa membuat Richard tertawa lagi seperti dulu.


Ethan yang melihat dari kejauhan pun ikutan senang karena tuannya bisa tertawa lagi, Ethan jadi semakin penasaran dengan anak kecil yang sedang bersama Richard itu.


"Aku harus segera mencari tahu tentang anak itu secepatnya." gumam Ethan.


Ethan pun memutuskan untuk pergi, dia akan membiarkan tuannya untuk mencari bahagianya di sini.


Selesai makan, Richard pun berniat untuk mengantarkan Jenifer pergi ke dalam kamarnya, karena dia juga ingin tahu di mana kamar Jenifer.


"Yuk Om antar ke kamar kamu." ajak Richard.


"Ayo Om." balas Jenifer sambil membawa kotak bekal yang du bawakan Diandra dari rumah.


"Kamu kok bisa ikut ke sini sih, kan di sini tempatnya anak anak kelas lima sama enam?" tanya Richard.


"Gak tahu, kata ibu Sari hanya Jeni yang bisa ikut ke sini." balas Jenifer.


"Berarti kalau gitu kamu pintar dong?" tebak Richard.


"Iya Jeni pintar, Jeni selalu mendapatkan juara kelas, Jeni juga sering ikutan lomba seperti ini sejak TK." balas Jenifer.


"Wah kamu hebat, Om juga sama seperti kamu, dulu Om waktu kecil juga sering ikutan lomba dan musuhnya anak anak yang sudah besar." balas Richard.


"Benarkah Om?"


"Iya dong, dan Om selalu menang melawan mereka."


"Terus om pernah di ejek gak?" tanya Jenifer.


"Di ejek seperti apa hmm?" balas Richard bertanya.


"Di ejek gak punya papa, padahalkan Jeni punya Daddy. Tapi Jenifer belum pernah ketemu papi."


Richard tersenyum pedih mendengar pertanyaan anak itu, lelaki mana yang tega meninggalkan anak beserta istrinya hidup menderita seperti ini.


Akan Richard pastikan, nanti kalau dia bertemu dengan orang itu akan Richard kasih pelajaran.

__ADS_1


"Om dulu malah di tinggal ibu sama ayah Om waktu Om kecil, kamu masih beruntung karena kamu masih punya mommy yang sayang sama kamu." balas Richard.


"Bener Om?" tanya Jenifer.


"Iya, Om di tinggal untuk selamanya oleh mereka berdua." balas Richard.


"Om yang sabar ya, kan masih ada orang orang yang sayang sama Om." tangan kecil Jenifer mengelus pipi Richard yang banyak di tumbuhi bulu bulu tipis.


"Iya sayang, dah dimana kamar kamu?" tanya Richard agar mereka tidak larut dalam kesedihan lagi.


"Itu Om." tunjuk Jenifer.


"Loh tapi kok tas Jeni ada di luar?" lanjut Jenifer bingung saat melihat semua barang barang miliknya ada di depan pintu.


Mereka berdua pun sampai dan Richard menurunkan Jenifer dari gendongan nya di samping tas milik Jenifer.


"Kok mereka jahat sih sama Jeni." sedih Jenifer.


"Mommy Jeni pengen pulang." lanjut Jenifer sedih.


"Sudah jangan nangis, ayo tidur sama Om di kamar Om aja." ajak Richard agar Jenifer tidak menangis.


"Boleh Om?"


"Iya dong boleh, lagian Om juga tidurnya sendiri." Balas Richard.


Richard menggambil tas Jenifer dan mengendong Jenifer kembali menuju kamarnya.


Beruntungnya keadaan di sana sepi, jadi tidak ada orang orang yang bertanya tengah menggendong siapakah Richard saat ini.


Sampai di kamar Richard mendapati adanya Ethan di dalam kamarnya, Ethan tengah sibuk dengan laptop yang ada di pangkuannya.


"Jeni turun dulu ya, Om mau bicara sama teman Om." pinta Richard menurunkan Jenifer dari gendongan nya.


"Kenapa tuan bawa dia ke sini?" tanya Ethan.


"Dia di usir dari kamarnya oleh teman sekamarnya, aku juga gak tega sama dia gak punya teman di sana." balas Richard.


"Apakah kamu sudah mencari tahu tentangnya?" tanya Richard.


"Masih proses tuan." balas Ethan.


"Pulanglah kalau kau mau pulang, aku bisa sendiri di sini. Kasian anakmu di rumah menunggumu." suruh Richard pengertian.


"Baik tuan, terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu, nanti kalau ada apa apa tuan bisa langsung menelfon saya." pamit Ethan.


"Hmm." balas Richard.


Ethan pun membereskan semua barang barang miliknya dan setelah itu dia pergi ke luar dari kamar Richard.

__ADS_1


"Loh Om itu mau kemana?" heran Jenifer.


"Om itu mau pulang." jawab Richard.


"Ayo Jeni cuci tangan sama gosok gigi dulu, habis itu kita tidur." perintah Richard.


"Baik Om." balas Jenifer.


Jenifer pun membuka isi tasnya dan mencari sikat gigi dan odol dan setelah itu dia langsung mengikuti Richard masuk ke dalam kamar mandi.


Richard dan Jenifer melakukan gosok gigi bersama, mereka saling memandang satu sama lain melalui cermin yang ada di hadapan mereka.


Richard merasa bahagia sekarang, dia seperti tengah hidup bersama anaknya.


Selesai menggosok gigi mereka berdua langsung berganti baju tidur dan langsung menuju ke ranjang.


"Makasih ya Om udah baik sama Jeni, padahal kata mama sebelum pergi Jeni gak boleh deket sama orang yang gak kenal, ehh ini malah Jeni tidur sama Om." ucap Jenifer sambil tidur di samping Richard.


"Iya, Om bukan orang jahat kok, jadi kamu gak perlu takut sama Om ya." balas Richard.


"Iya Om."


"Sini Om peluk." pinta Richard.


Jenifer pun dengan senang hati masuk kedalam pelukan hangat Richard, dia merasa seperti tengah di peluk oleh daddy-nya.


"Seandainya saja Om Daddy Jeni, pasti Jeni akan bahagia." ucap Jenifer dalam pelukan Richard.


"Sudah ya tidur ini udah malam." balas Richard, dia tak mau membuat Jenifer berharap tentang dia.


Richard mengelus kepala Jenifer dan tanpa dia sadari juga dia mencium kening Jenifer.


Richard merasa sangat damai tidurnya malam ini karena ada Jenifer di sampingnya. Dia ingin seperti ini tiap hari agar dia tidak terbangun saat malam hari karena memikirkan Diandra yang sudah pergi.


Mereka berdua tidur saling memeluk dan terlihat sangat bahagia di wajah mereka berdua.


Jenifer yang bahagia karena dapat merasakan pelukan seorang Daddy dan Richard yang bahagia karena dia seperti tengah memeluk anaknya.


...**...


Pagi hari pun tiba, Ethan sudah datang ke sana dan di mendapati mereka berdua yang tidur layaknya ayah dan anak.


Jenifer yang tidur di atas dada Richard, dan Richard yang memeluk tubuh Jenifer dengan erat.


Tak mau meninggalkan momen itu, Ethan mengambil gambar mereka berdua di dalam handphonenya, nanti kalau Richard sudah bangun dia akan menunjukkannya pada Richard.


Ethan pun pergi meninggalkan mereka berdua agar tidak terganggu tidurnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2