
Keesokan harinya, Richard berdiri di depan cermin memandang dirinya yang sudah siap dengan pakaian kerjanya.
Dia menatap wajahnya yang ada di dalam cermin, terlihat di sana matanya yang sembab sebab menangis semalaman.
"Aku janji sama kamu setelah semua masalah ini selesai aku akan menuruti kemauan kamu untuk meninggalkan dunia gelap yang selama ini aku jalani, dan sebisa mungkin aku akan mengontrol diriku untuk tidak membunuh orang lagi." ucap Richard pada dirinya yang ada di dalam cermin.
"Kamu yang tenang di sana, karena aku akan berubah seperti apa yang kamu inginkan." lanjut Richard mengganggap kalau dirinya saat ini tengah berbicara dengan Diandra.
"Aku cinta sama kamu sayang, kamu yang tenang ya di sana, aku sudah ikhlas melepaskan kepergian kamu, walaupun terkadang aku akan menangis jika mengingat kamu."
Setelah puas, Richard pun pergi keluar dari kamarnya, di sana sudah ada Andrew dan Rena yang menunggu Richard untuk sarapan.
"Pagi bang." sapa Rena pada Richard.
"Pagi juga dek." balas Rena.
"Yuk makan, habis itu kita langsung ke perusahaan." ajak Andrew.
"Thanks ya, kalian berdua udah mau menemani aku semalam." ucap Richard.
"Kita kan keluarga, jadi harus saling membantu satu sama lain." balas Andrew.
"Gimana Abang udah siap kan?" tanya Rena.
"Sudah dong, kan ada kamu yang selalu ada buat Abang." balas Richard sambil tersenyum.
"Nah gitu dong, itu baru Abangnya Rena." balas Rena.
Mereka pun makan dengan tenang, kecuali Richard, dia masih kurang nafsu untuk makan mengingat kalau sekarang dia sudah tidak bisa bersama dengan Diandra lagi.
Tapi dia tetap makan karena ada Rena yang selalu menguatkan dirinya.
Selesai sarapan mereka langsung pergi ke perusahaan Richard, Rena ikut dengan mereka karena Andrew dan Richard tidak tega untuk meninggalkan Rena sendirian di apartemen.
...**...
Ethan yang sudah sampai di Amerika pun agak kesusahan dalam menangani masalah yang terjadi, dia sering melakukan video call dengan Elina meminta bantuan Elina.
'Ini gw harus gimana?' tanya Ethan saat melakukan panggilan video call dengan Elina.
'Kamu tenang dulu, tenangin pikiran kamu dulu biar kamu bisa berfikir.' balas Elina menyarankan agar Ethan istirahat sebentar.
"Gak bisa El, ini kalau aku tinggal sebentar saja bisa makin parah.'
__ADS_1
'Tapi juga percuma kamu melakukan apapun kalau otak kamu gak bekerja seperti ini, itu malah akan semakin memperburuk keadaan.'
'Hufftt... benar juga apa kata kamu, tapi mau bagaimana lagi.'
'Oh iya, gimana keadaan tuan Richard?' lanjut Ethan bertanya tentang keadaan Richard.
'Tuan Richard keadaannya sudah membaik, nona Rena berhasil menenangkannya. Mungkin juga Sekaten mereka lagi dalam perjalanan kemari.' jawab Elina.
'Syukurlah kalau seperti itu aku bisa tenang ada di sini.' lega Ethan.
'Sebaiknya kamu bobol aja sekalian keamanan perusahaan itu, dan kamu ambil semua data data yang penting dari sana. Kamu pindah data data itu ke akun kamu yang pastinya akun kamu harus sudah kamu pastikan kalau itu aman.' usul Elina.
'Kalau aku menggambil semua datanya nanti gimana kalau gagal, nanti bisa bisa data itu akan tersebar.'
'Percaya sama aku, atau kalau kamu takut biar aku yang melakukannya dari sini.'
'Jangan jangan biar aku saja.' balas Ethan.
Ethan tidak mau di anggap lemah oleh Elina, dia akan membuktikan kalau dia bisa menangani semua masalah yang ada.
'Baguslah, aku tunggu kabar dari kamu.' balas Elina.
'Baiklah kalau gitu aku tutup dulu, aku masih harus membuat sesuatu agar keamanan perusahaan ini semakin ketat.' pamit Elina.
'Hahaha... ok aku tunggu kepulanganmu.' balas Elina.
Sambungan video call itu pun berakhir, dan bertepatan dengan itu di tempat Elina pintu ruangannya terbuka.
" Selamat pagi kak Elina." sapa Rena ceria.
"Pagi juga nona." balas Elina sambil tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya.
"Pagi tuan." sapa Elina pada Richard dan juga Andrew.
"Hmm." balas mereka berdua kompak.
"Iiisss dasar kulkas." decak Rena yang melihat tingkah kedua kakak laki lakinya yang tidak ada bedanya.
"Gimana apakah kamu sudah bisa mengangkanginya?" tanya Richard pada Elina.
"Sudah tuan, ini saya hanya tinggal menyempurnakan kemanan perusahaan anda saja." jawab Elina.
"Cara kerjamu memang sama seperti Ethan." puji Richard pada Elina.
__ADS_1
"Maksudmu?" tidak mengerti Andrew.
"Apakah kau tidak tahu kalau mereka berdua itu dulu adalah sepasang kekasih?" tanya Richard pada Andrew.
"Benarkah itu Elina?" tanya Andrew pada Elina mematikan.
"Aduh, tuan Richard kenapa bisa tahu sih, kan aku jadi malu." batin Elina.
"Kenapa kamu diam, apakah kamu malu?" tanya Richard pada Elina.
"Benarkah itu Elina?" ulang Andrew.
"Be-benar tuan." gagap Elina.
"Wah, pantas aja aku kalau melihat mereka berdua kayak ada yang aneh di antara mereka." Andrew tidak percaya kalau ternyata sekertarisnya yang bar bar ini pernah memiliki mantan juga.
"Dan apa kau tahu penyebab mereka berdua putus apa?" tanya Richard lagi pada Andrew.
"Apa?" tanya Andrew penasaran.
"Maaf tuan, bukannya sebaiknya kita membicarakan masalah perusahaan anda?" ucap Elina agar mereka tidak lagi membicarakan masalah pribadinya.
"Aaa... kak Elina malu ya...." goda Rena.
"Benar dek, dia malu karena sudah ketahuan punya mantan." setuju Andrew.
"Bukankah masalah perusahaan sudah kamu selesaikan, lantas kenapa saya harus bertanya lagi. Lagian juga seharusnya kamu tahu apa penyebab Ethan dulu meninggalkan kamu dan memilih kerja sama saya." Richard menatap Elina.
"Semuanya sudah jelas tuan, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Saya sama Ethan pun juga sudah berbaikan." balas Elina.
"Ya, kamu memang sudah berbaikan dengan Ethan, tapi kamu tidak akan mengizinkan Ethan untuk kembali mengejarmu lagi bukan?" tebak Richard yang memang benar adanya.
"Asal kamu tahu, selama ini Ethan masih sangat mencintaimu. Bahkan dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun setelah putus dari kamu." jelas Richard.
Elina diam mendengarkan penjelasan Richard, apakah bener yang Richard katakan itu, tapi kalaupun benar juga percuma karena dia sudah terlanjur benci pada Ethan yang sudah meninggalkannya dulu, pikir Elina.
"Wah sepertinya ini kisah cinta yang sangat menarik untuk di dengarkan." tanggapan Andrew setelah mendengar penjelasan Richard.
"Benar kak, aku juga jadi penasaran bagiamana dulu mereka waktu pacaran." setuju Rena.
"Asal kamu tahu Elina, Ethan pergi meninggalkan kamu setelah masa pelatihan itu semua dia lakukan demi kamu. Dia ingin memberikan kehidupan yang baik buat kamu. Terlebih lagi dia dulu sangat membutuhkan uang itu untuk menyembuhkan penyakit seseorang." jelas Richard lagi.
...***...
__ADS_1