Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#98


__ADS_3

"Maksud anda?" tak mengerti Elina.


"Kamu dulu sakit kan, dan harus melakukan operasi?" balas Richard bertanya.


Dengan ragu Elina menggangukkan kepalanya, karena memang benar selepas dia keluar dari pelatihan harus melakukan operasi karena ada gumpalan darah di bagian kepalanya dan itu semua membutuhkan biaya yang cukup besar.


"Apakah kamu tahu siapa yang sudah membayar semua biaya pengobatan kamu dulu?" tanya Richard lagi dan di balas gelengan kepala oleh Elina.


"Dia Ethan, dia ikut aku dan bekerja dengan giat agar dia bisa membiayai pengobatan kamu. Bahkan dulu dia sampai memohon padaku untuk meminjamkan uang padanya karena dia tidak ingin kamu pergi meninggalkannya." jelas Richard.


Deg.


Berarti selama ini Elina sudah salah sangka kepada Ethan, dia kira Ethan meninggalkan dirinya karena dia penyakitan. Tanpa dia pikir ternyata Ethan lah orang baik yang rela membiayai pengobatannya selama ini.


"Sekarang kamu tahu semua kan, saya minta sama kamu untuk memikirkan Ethan lagi, kasian dia selama ini sudah banyak menderita, berilah dia kesempatan lagi." lanjut Richard.


"Wah ternyata kak Ethan orangnya sangat effrot sekali ya, gak nyangka aku." ucap Rena.


"Benar dek, aku kira Ethan itu hanya seperti robot yang selalu di perintah oleh Richard." timpal Andrew.


"Sembarang lo kalau ngomong, gini gini aku udah menganggap Ethan seperti saudara ku sendiri." tak terima Richard.


"Sekarang kamu pergilah menyusul dia ke Amerika, biar di sini saya yang mengurus semuanya." suruh Richard agar Elina menyusul Ethan ke Amerika.


"Terimakasih tuan, saya akan menyelesaikan masalah anda yang di sana." balas Elina dengan gembira.


"Naiklah jet pribadi ku, nanti anak buahku yang akan menggantarmu ke sana."


"Baik tuan terimakasih."


"Cie kak Elina, nanti kalau pulang jangan lupa bawa oleh oleh buat Rena ya." ucap Rena.


"Siap, nanti akan kakak bawakan oleh oleh yang banyak buat kamu." balas Elina.


"Tuan saya izin pergi beberapa hari ke depan." ucap Elina meminta izin pada Andrew sebagai bosnya.


"Ya, pergilah dan temukan kebahagiaanmu di sana." balas Andrew mengizinkan.

__ADS_1


"Terimakasih tuan, kalau begitu aku pamit dulu." pamit Elina pada mereka bertiga.


"Hati hati." balas Richard dan juga Andrew.


"Daaa... kak Elina." dadaa Rena sambil melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan juga oleh Elina.


Richard tersenyum menatap kepergian Elina, dia tidak akan membiarkan Ethan kehilangan orang yang dia sayangi untuk selama lamanya seperti apa yang dia alami.


Mumpung masih ada kesempatan maka Richard akan membantu Ethan untuk hidup bersama dengan kekasih hatinya.


"Dah yuk kita selesaikan ini." ajak Richard.


"Lah, ngapain lo ngajak gw, ini kan perusahaan lo ya lo selesai sendiri lah. Yuk dek kita makan di kantin." balas Andrew sambil menggajak Rena pergi meninggalkan Richard.


"S1alan lo, awas aja nanti gw akan ambil perusahaan gw lagi." ancam Richard.


"Bodo amat, emang gw peduli." balas Andrew dan menyeret tangan Rena pergi dari sana.


"Dadaaah abang Rena pergi dulu." ucap Rena sambil mengikuti langkah panjang Andrew.


"Hufft...." hela nafas Richard.


Richard pun melanjutkan pekerjaan Elina yang tadi hampir selesai, baru nanti setelah selesai dia akan menelfon anak buahnya yang masih ada di Surabaya untuk menanyakan perkembangan pencarian Diandra.


Meskipun sudah ikhlas, tapi dalam hati Richard masih berharap kalau ada keajaiban untuk Diandra, dia sangat berharap kalau Diandra bisa di temukan.


Setidaknya kalau memang Diandra sudah pergi, pertemukanlan Richard dengan jasad Diandra agar Richard bisa tenang dan lebih ikhlas lagi menerima semuanya.


...**...


Pencarian terus di lakukan, dan anak buah Richard juga memberikan kabar kalau mereka belum mendapatkan apapun setelah mereka menemukan dress yang kemaren.


Hari sudah berganti dan Elina juga sudah sampai di Amerika, tapi Elina belum menemui Ethan, dia masih menyiapkan dirinya dulu untuk menerima semuanya kembali.


"Ayo Elina lo pasti bisa, Ethan itu orang yang sudah berkorban demi lo, ayo semangat." ucap Elina menyemagati dirinya sendiri.


Elina sangat ingin menghampiri Ethan, tapi dia masih ragu bagiamana nanti dia bicaranya sama Ethan.

__ADS_1


"Ah udah lah, nanti tinggal bilang kalau gw di suruh tuan Richard kan bisa." ucap Elina lagi yang sudah putus asa memikirkan kalimat apa yang nanti akan dia katakan saat bertemu Ethan.


Elina pun langsung bersiap dalam kamar hotelnya untuk pergi menemui Ethan di perusahaan Richard.


Setelah selesai bersiap Elina langsung pergi mengendarai mobil sport pinjaman dari Richard dan langsung melajukan nya menuju perusahaan Richard.


Sampai di parkiran perusahaan Richard Elina tidak langsung turun dari mobil, dia menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Ayo Elina li pasti bisa," ucap Elina menyemagati dirinya.


Entah kenapa kali ini jantungnya berdetak sangat cepat dari biasanya. Padahal dia juga sudah sering ketemu Ethan dan biasa saja, tapi kali ini setelah mengetahui semuanya kenapa jantungnya berdetak tidak karuan seperti ini. Apakah mungkin kalau cinta itu semakin besar? pikir Elina.


"Hufft...."


Setelah merasa lebih tenang Elina keluar dari mobil dan pergi memasuki perusahaan Richard.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" tanya resepsionis yang bekerja di perusahaan Richard menggunakan bahasa Inggris.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Ethan, apakah dia ada di dalam ruangannya?" tanya Elina menggunakan bahasa Inggris juga.


"Ada nona, tapi apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Ethan?" balas resepsionis itu bertanya.


"Saya di tugaskan tuan Richard untuk datang membantu tuan Ethan, ini buktinya." ucap Elina yang tak ingin memperpanjang masalah.


Elina melihatkan bukti chatingan antara dia dan Richard.


"Baik nona, silahkan anda naik ke lantai 23 nanti di sana ada dua ruangan dan anda bisa masuk ke pintu ruangan yang pertama setelah lift." resepsionis itu mengarahkan Elina.


"Baik, terimakasih." balas Elina dan langsung pergi menuju lift untuk naik ke lantai 23.


Elina sekarang memakai pakaian yang agak sexy dari biasanya.


Biasanya saat dia bekerja bersama Andrew dia selalu memakai celana panjang kain dan blazer. Tapi sekarang dia menggunakan rok span pendek di atas lutut dan atasan tang top crop yang dia lapisi dengan blazer yang warnanya senada dengan rok yang Elina kenakan.


Dulu Elina dan Ethan waktu pacaran mereka memang biasa melakukan itu di saat jam istirahat pelatihan, maka dari itu Elina berniat untuk menggoda Ethan karena dia juga sudah kangen dengan Ethan.


Ting.

__ADS_1


Lift terbuka dan Elina langsung berjalan keluar dari dalam lift. Elina berjalan menuju pintu yang tadi resepsionis maksud, sebelum mengetuk pintu dia menarik nafas dan membenarkan pakaiannya terlebih dahulu.


...***...


__ADS_2