
"Ya seperti yang anda lihat tuan Richard." balas Andrew.
Richard mengetikkan sesuatu di handphonenya dan mengirimkannya pada Ethan. Ethan yang menerima pesan pun langsung membuka handphonenya.
Bilang sama dia lewat pesan jangan membicarakan masalah ini sekarang karena masih ada Diandra.
Isi pesan yang Richard kirimkan.
Ethan pun langsung melaksanakan perintah tuannya, dia mengirimkan pesan ke Elina dan Elina pun langsung membisikkan sesuatu ke Andrew.
Diandra yang sedari tadi fokus menatap Elina pun tidak menyadari kalau mereka bertiga saling bertukar pesan.
"Maaf tuan, saya masih ada urusan yang lain mungkin bisa kita lanjutkan di lain waktu." ucap Andrew.
"Baik tuan, kami juga masih ada urusan yang lain." balas Ethan.
Mereka bertiga pun langsung pergi dari sana. Diandra yang di seret ke sana seret ke sini pun mengikuti saja. Dia tidak terlalu mengerti dengan masalah yang mereka bicarakan.
-
Keesokan harinya Richard berangkat sangat pagi sekali. Dia berpamitan kepada Diandra pergi ke kantornya.
"Yang aku pergi dulu ya, ini ada kunci mobil kalau kamu mau kemana mana nanti." pamit Richard pada Diandra yang masih tidur di bawah selimut yang tebal.
"Kok pagi banget sih?" tanya Diandra dengan suara seraknya.
"Iya sayang, ada hal penting yang perlu aku urus." jawab Richard.
"Maaf ya aku nanti gak bisa bantu kamu mandi, dah sayang aku pergi dulu." pamit Richard.
Pasalnya semalam Richard menggempur Diandra habis habisan sampai pukul tiga pagi jadi Richard sangat yakin kalau Diandra pasti akan kesusahan dalam berjalan.
"Hufft... keramas lagi deh." dengus Diandra.
Bukannya bangun, Diandra malah menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut lagi karena dia merasa masih mengantuk.
-
"Pagi tuan." sapa Ethan pada Richard yang baru datang menghampirinya di depan gedung apartemen Richard.
"Hmm, ayo berangkat sekarang." balasan Richard masuk ke dalam mobil.
Ethan pun langsung masukin ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di sana.
"Apakah Andrew sudah ada di sana?" tanya Richard.
"Sepertinya masih di jalan tuan." jawab Ethan.
"Semoga saja dugaan ku benar, biar Rena bisa sembuh." gumam Richard dalam mobil.
"Kalau menurut saya emang benar tuan, tapi yang masih saya ragukan apakah tuan Andrew mau apa tidak." balas Ethan melirik Richard sebentar.
"Kalau sampai dia gak mau saya bakal bunuh dia langsung." balas Richard yang tak menerima penolakan dalam dirinya.
"Apakah anda yakin bisa melawan sekertarisnya tuan." balas Ethan tersenyum smirk.
__ADS_1
Richard menatap Ethan tajam, " Apakah kamu mengenal dia?" tanya Richard pada Ethan.
"Apakah tuan lupa dengan dia." balas Ethan.
"Kalau ngomong yang jelas Ethan, jangan bikin kepala saya pusing." kesal Richard.
"Tuan segitu saja udah pusing, apalagi saya yang menghadapi tuan setiap hari." balas Ethan menggungkapkan isi hatinya.
"Saya membayar kamu Ethan." balas Richard.
"Huh, kalau sudah soal uang saya mundur dah kalau lawan tuan, yo gak mampu." nyerah Ethan.
"Bagus kalau kamu sadar." sombong Richard.
Ethan tak lagi membalas ucapan tuannya, dia malas kalau harus berdebat lagi, nanti yang ada malah semakin panjang.
"Ethan." geram Richard.
"Apa tuan Richard sayang." balas Ethan.
"Jijik saya." Richard begidig.
"Cepat katakan apakah kamu menggenal sekertaris Andrew?" lanjut Richard.
"Iya tuan saya mengenalnya, bahkan tuan juga mengenalnya." jawab Ethan.
"Kamu kalau ngomong jangan asal, saya tidak mengenal wanita itu."
"Apakah tuan sudah melupakan masa lalu saya?" tanya Ethan membuat Richard terdiam.
"Tidak usah di perjelas tuan, kalau tuan sudah mengingatnya cukup diam dan tutup mulut saja." Potong Ethan.
"Wow wow wow, saya benar benar tidak menyangka, ternyata dia sekarang sudah berubah." lebay Richard.
"Gak usah lebay gitu tuan." sahut Ethan.
"Ehh tapi itu emang beneran dia?" tanya Richard masih belum percaya.
"Terserah anda kalau tidak percaya." jawab Ethan.
"Tapi kok bisa-bisanya ya dia jadi sekertaris Andrew, bukannya pekerjaan yang Andrew lakukan itu di larang ya?" heran Richard.
"Udah tuan jangan membicarakan dia lagi, nanti yang ada saya malah gamon."
"Gamon apaan?" tanya Richard.
"Makanya tuan jangan kerja terus, sekali kali scroll sosmed buat tidak ketinggalan bahasa bahasa gaul." jawab Ethan.
"Emang gamon itu apa?
"Gagal move on tuan."
"Ooh."
Udah sehabis itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua hingga sampai di tempat yang mereka tuju.
__ADS_1
Richard turun dari mobil dan begitu juga dengan Ethan, mereka langsung masuk ke dalam gedung tua yang tidak terpakai.
"Gak ada tempat lain apa, gedung jelek kayak gini buat ketemuan." gerutu Richard sambil berjalan memasuki gedung tua itu.
"Katanya tuan minta tempat yang sepi, jadi ya di sini tempatnya." balas Ethan.
"Tapikan ya gak gini juga kali."
"Udah tuan banyak bacot, tinggal pakai aja apa susahnya sih."
"Kamu...."
"Bukan waktunya untuk marah marah tuan, pikirkan keadaan adik tuan sekarang." potong Ethan.
"Kali ini kamu selamat dari saya Ethan."
"Di kira saya takut apa." balas Ethan.
Mereka terus mengoceh tidak jelas sampai berada di lantai paling atas gedung. Di sana sudah ada Elina dan Andrew yang duduk di kursi tua yang sudah usang.
"Gimana tidurnya tuan Richard, apakah nyenyak?" tanya Andrew menyambut kedatangan Richard dan Ethan.
"Kepo." jawab Richard membuat Ethan menatap tuannya tak percaya.
"Wah ternyata tuan tahu bahasa gaul juga." puji Ethan.
"Diam Ethan." tegur Richard.
"Sekertaris seperti ini kok masih di pertahankan, apakah anda tidak membutuhkan sekertaris pengganti tuan Richard?" tanya Andrew mengejek Ethan.
"Wah sembarangan anda kalau ngomong tuan, anda belum tahu kekuatan saya." tak terima Ethan karena di rendahkan.
"Cih, palingan juga bisanya cuma ngandelin anak buah doang." balas Andrew.
"Wah anda kalau bicara suka benar tuan." setuju Richard.
Richard berusaha mencairkan suasana agar nanti mereka bisa lebih dekat lagi kalau berbicara.
Elina yang melihat Ethan di kucilkan pun rasanya Ingin tertawa tapi dia menahannya.
"Tuan apakah anda sudah tidak membutuhkan saya lagi?" tanya Ethan pada Richard.
"Eemmm... karena selama ini tidak ada orang yang bodoh seperti kamu, maka saya memutuskan untuk mempertahankan kamu." jawab Richard.
"Dasar tuan edan." maki Ethan.
Beruntungnya mereka bertiga tidak ada yang mengerti bahasa Ethan jadi Ethan aman aman saja sekarang. Coba kalau Richard mengerti arti edan, pasti sekarang Ethan sudah di lempar ke lantai bawah oleh Richard.
"Bagaimana tuan, apa yang membuat anda ingin bertemu dengan saya di tempat yang seperti ini?" tanya Andrew.
Richard diam, dia bingung ingin mulainya dari mana. Apakah dia langsung to the poin seperti biasanya saja? Ya, sepertinya itu lebih baik.
"Saya ingin meminta satu ginjalmu."
...***...
__ADS_1