Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#89


__ADS_3

"Ini apa?" ucap Rena mengambil kertas yang terselip di bawah vas bunga yang ada di atas meja samping tempat tidur.


"Kenapa nona?" tanya Elina menghampiri Rena.


Rena membuka kertas itu dan mulai membaca isi dari kertas itu.


Rena, kakak minta maaf ya karena kakak udah gak bisa jaga kamu lagi, kakak izin pergi, jangan cari kakak. Kamu juga harus nurut apa kata Richard sama Andrew ya, titip salam buat mereka juga.


Maaf kalau kakak selama ini belum bisa menjadi kakak yang baik buat kamu, kakak harus pergi karena ada sebuah alasan yang mengharuskan kakak pergi dari kalian.


Semoga nanti di waktu ke depan kita bisa bertemu lagi, kakak sayang kamu.


^^^Diandra^^^


Isi surat yang Diandra tuliskan buat Rena.


"Kak Dian hiks hiks hiks." tangis Rena pecah, bahkan Rena juga akan berlari keluar kamar tapi langsung di tahan oleh Elina.


"Tenang nona anda jangan seperti ini, luka bekas operasi anda belum sembuh." ucap Elina menahan Rena.


"Hiks kenapa hiks kak Dian tinggalin Rena, kenapa kak Dian gak ajak Rena saja hiks hiks." tangis Rena.


"Tenang nona, mungkin nanti nona Diandra akan kembali. Nona yang tenang ya biar saya panggilkan tuan Andrew dulu." Elina pun mendudukkan Rena di atas ranjang kembali dan dia langsung pergi menuju kamar Andrew untuk memanggil Andrew.


Tok tok tok.


"Buka pintunya tuan." ucap Elina setelah mengetuk pintu kamar Andrew.


Ceklek.


"Ada apa?" tanya Andrew dengan wajah bantalnya karena baru bangun tidur.


"Itu tuan nona Rena menangis." jelas Elina yang membuat Andrew langsung berlari menuju kamar Rena.


Rena yang melihat itu pun langsung segera menyusul Andrew menuju kamar Rena, tapi saat dia baru akan masuk ke dalam kamar Rena pintu apartemen Andrew ada yang mengetuk.


Tok tok tok.


"Iiisss siapa sih." decak Elina dan berjalan menuju pintu apartemen untuk membukanya.


Ceklek.


Pintu apartemen terbuka dan Richard yang sudah tidak sabaran itu langsung masuk ke dalam apartemen Andrew tanpa menunggu Elina mempersilahkannya masuk.

__ADS_1


"Dasar gak punya sopan santun." ucap Elina yang melihat Richard main nyolong masuk aja.


"Harap bersabar." balas Ethan dan menyusul Richard masuk juga.


"Diandra, Diandra kamu di mana sayang." panggil Richard mencari keberadaan Diandra di sana.


Richard langsung pergi menuju kamar Diandra dan Rena, dan di sana dia melihat Rena yang sedang menangis dalam pelukan Andrew.


"Ada apa ini?" tanya Richard.


Andrew melepaskan pelukannya pada Rena dan Rena langsung berdiri menghampiri Richard.


Plak.


"Rena." kaget Andrew sedangkan Richard hanya menatap adiknya saja.


"Ini semua pasti gara gara kakak, kak Dian pergi ninggalin aku pasti karena kakak." marah Rena dengan air mata yang terus keluar dari matanya.


"Apa maksud kamu, kemana Diandra?" balas Richard bertanya, meskipun dia sudah memiliki firasat klo Diandra memang meninggalkannya, tapi dia mau tahu info yang lebih jelasnya.


"Kak Dian pergi hiks, dia ninggalin surat ini di meja hiks." jelas Rena sambil memberikan surat itu pada Richard.


Tangan Richard terkepal, rahangnya mengeras setelah membaca isi surat itu.


"Gara gara kakak kak Dian jadi ninggalin aku, ini semua gara gara kakak hiks hiks." Rena memukuli dada bidang Richard.


Richard membiarkannya saja karena ini memang kesalahannya.


Andrew yang melihat itu pun menarik Rena ke dalam pelukannya, dia menenangkan Rena.


"Udah ya jangan nangis, nanti kita cari Diandra sama sama." ucap Andrew agar Rena tidak bersedih.


"Tapi kak Dian pergi ninggalin aku hiks hiks." balas Rena sambil menangis.


"Iya, tapi nantikan kita bisa mencarinya." balas Andrew.


Tanpa mengucapkan apapun Richard langsung pergi dari sana, dia keluar dari apartemen Andrew dengan langkah yang cepat.


Ethan yang takut di tinggal seperti tadi pagi pun mengejar Richard agar tidak di tinggal lagi.


...**...


Sekarang sudah malam hari, Diandra sudah berada di Bandung dan lima menit lagi dia akan menaiki pesawat menuju Surabaya.

__ADS_1


"Semoga ini yang terbaik." gumam Diandra yang sudah berada di dalam pesawat.


Lima menit berlalu pesawat yang Diandra naiki lepas landas meninggalkan tanah Bandung dan akan menuju Surabaya.


Kenapa Diandra tidak naik pesawat dari Jakarta saja, itu semua Diandra lakukan untuk mengelabuhi anak buah Richard yang mencarinya.


Bahkan nanti setelah sampai di Surabaya, Diandra akan berpindah menaiki kapal laut untuk menuju Bali, Diandra sudah memikirkannya dengan matang.


Richard itu mafia, jadi sudah pasti banyak koneksi yang Richard sebar di mana mana. Bahkan tadi Diandra saat di Bandung juga sudah menjual handphone miliknya dan membeli handphone baru.


Diandra yang memang kelelahan pun akhirnya tertidur di dalam pesawat. Dia berdoa semoga nanti ada keajaiban setelah dia sampai di tempat tujuannya.


...**...


"AGGRR...." teriak Richard membanting semua barang barang yang ada di atas meja kerjanya.


Ethan yang melihat itu semua hanya membiarkannya saja, biarlah ruangan itu hanya yang penting nanti hati tuannya bisa kembali normal setelah meluapkan emosinya.


"Ini semua gara gara sifat psikopat sialan ini, aku janji akan meninggalkan dunia hitam ini setelah aku membalaskan semua dendam keluargaku. Tapi aku mohon, kembalilah padaku sayang. hiks hiks hiks."


Tuh kan, setelah ngamuk ngamuk gak karuan, ehh sekarang malah nangis, dasar Richard.


Richard duduk di lantai yang sudah banyak barang barang berserakan, dia memandangi foto dirinya dan Diandra yang ada di dalam handphone miliknya.


"Kamu kenapa tega ninggalin aku sayang, padahal aku tadi sudah memikirkan akan meninggalkan dunia hitam, tapi saat aku ingin menemuimu kenapa kamu malah pergi hiks." ucap Richard.


Ethan yang melihat itu semua pun tak tega, dia tidak suka melihat tuannya yang bisanya galak bisa hancur seperti ini, Ethan pergi meninggalkan ruangan Richard, dia akan menghubungi anak buah Richard yang sudah dia sebar untuk mencari Diandra.


"Aku sayang sama kamu, aku minta maaf kalau sudah membuat kamu terluka dan sakit hati, aku minta maaf, hiks."


"Sayang aku mohon kembalilah kepadaku, aku janji akan berubah dan tidak membunuh orang lagi." lanjut Richard.


Richard terus bersedih di dalam ruangannya, dia tidak bisa menerima kalau Diandra harus pergi meninggalkannya.


Sementara itu di tempat lain, Ethan sedang menghampiri anak buah Richard yang baru saja datang ke apartemen Richard untuk memberikan kabar tentang pencarian Diandra.


"Bagiamana, apakah kalian sudah menemukan dimana keberadaan nona Diandra?" tanya Ethan pada anak buah Richard.


"Kami mendapatkan informasi kalau nona Diandra melakukan perjalanan menuju kota Bandung siang tadi menggunakan kereta tuan." jawab anak buah Richard.


"Lalu, kenapa kalian tidak mencarinya ke sana?" tanya Ethan dengan nada tinggi.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2