Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTO#82


__ADS_3

Diandra berhasil keluar dari markas Richard. Tadi sebenarnya banyak anak buah Richard yang menanyakan mau kemana dia dan dimana Richard kenapa dia keluar sendiri.


Diandra berbohong, Diandra bilang kalau Richard menyuruhnya untuk pulang duluan karena Richard masih ada pekerjaan di dalam ruangannya.


Diandra juga mengambil kunci mobil Richard untuk dia bisa pulang dari sana, tapi kalian tenang saja karena Diandra sudah menyiapkan ide agar Richard tidak bisa melacaknya.


Diandra sudah menaiki mobil Richard, dia mengendarainya keluar dari area markas dan melaju menuju jalan raya. Di pertengahan jalan Diandra menghentikan mobilnya dan pindah menaiki mobil taksi online yang sudah dia pesan tadi.


"Ayo pak langsung jalan." suruh Diandra agar dia cepat menjauh dari sana.


"Lalu itu mobil nona gimana?" tanya sopir taksi itu.


"Nanti ada orang yang akan menjemputnya." jawab Diandra.


Sopir taksi itu pun mulai melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah tertera di dalam layar handphonenya.


Tujuan Diandra saat ini adalah rumah sakit, entah kenapa perasaannya tidak enak lama lama meninggal Rena sendirian di sana.


Mobil pun melaju membelah jalan ramainya ibu kota yang penuh dengan kendaraan beroda empat dan dua.


...**...


Sementara itu di posisi Andrew, dia saat ini tengah duduk di meja kerjanya sambil memandangi jalanan ibu kota yang padat dari lantai atas apartemennya.


Tok tok tok.


"Masuk." balas Andrew menyuruh orang yang mengetuk pintunya itu untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa?" tanya Andrew tanpa memandang orang yang masuk ke dalam kamarnya.


"Saya sudah mendapatkan informasi yang anda suruh tuan." jawab orang itu yang tak lain adalah Elina.


Salah satu sudut bibir Andrew tertarik ke atas, dia menatap ke arah Elina dan dengan pandangan seperti itu Elina sudah mengetahui kalau Andrew menyuruhnya untuk mengatakan apa yang dia dapat.


"Seperti dugaan anda, tuan Dito memang ada niat jahat mendekati nona Rena tuan." jelas Elina.


"Tuan Dito adalah adik dari tuan Doni dan nyonya Fia. Mereka adalah anak dari tuan Thomas, musuh terbesar keluarga Ghilbert." lanjut Elina.

__ADS_1


"Menarik, sepertinya mereka menargetkan adikku untuk memancing Richard." Andrew memberikan tanggapan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Elina.


"Perketat penjagaan di rumah sakit, dan segera undang Ethan dan Richard kesini." perintah Andrew.


"Baik tuan." balas Elina.


"Kalau tuan mau baca yang lebih lengkapnya, tuan bisa membacanya di sini." lanjut Elina meletakkan berkas yang ada di tangannya ke atas meja kerja Andrew.


"Hmm, kamu bisa pergi." usir Andrew.


Elina pun pergi dari sana, dia akan menjalankan perintah Andrew untuk memperkuat penjagaan di rumah sakit dan juga menghubungi Ethan untuk datang bersama Richard menemui tuannya Andrew.


Sedangkan Andrew, dia menggambil berkas yang tadi di tinggalkan oleh Elina. Di dalam berkas itu terdapat data data dan silsilah keluarga Thomas.


Flashback on:


Dulu tuan Ghilbert atau yang tak lain adalah ayah Richard mempunyai saudara tiri yang tak lain adalah Thomas.


Thomas melakukan perlawanan dan berakhir dengan peperangan antara Thomas dan Ghilbert. Ghilbert yang memang ahli dalam perang karena dia adalah lulusan kemiliteran terbaik di Amerika pun memenangkan pertarungan itu.


Tuan Ghilbert berhasil menguasai harta yang orang tuanya wariskan kepadanya setelah orang tuanya meninggal.


Karena dalam hati masih ada dendam yang sangat dalam, tuan Thomas pergi masuk ke dunia militer lagi dan mengasah ilmunya hingga akhirnya dia melakukan penyerangan lagi.


Tuan Thomas membunuh tuan Ghilbert dan seorang wanita yang merekam kira adalah istri keduanya. Bukan cuma itu, tuan Thomas juga menculik Rena dan membuangnya di depan sebuah panti asuhan yang sangat kecil dan tidak di akui oleh pemerintah.


Richard yang melihat itu semua pun merasa marah, dia berjanji akan membalaskan semuanya suatu saat nanti.


Lambat laun Richard berubah menjadi pria yang gagah dan pemberani dan juga pintar. Dia merintis usahanya kembali dan setelah sukses dia mulai mencari orang orang yang sudah membunuh keluarganya dan juga menculik adiknya.


Richard membunuh tuan Thomas sekeluarga tapi tidak dengan anak anaknya karena mereka berhasil melarikan diri.


Dan dari pembunuhan yang dia lakukan pertama kali itulah yang membuat Richard menjadi orang yang haus akan darah manusia. Dia menjadi kecanduan untuk membunuh orang orang yang sudah berbuat jahat kepadanya.


...**...

__ADS_1


Doni dan Fia yang mengetahui kalau anak yang dulu orang tuanya culik hidup dengan tenang pun tak terima. Mereka datang ke kampung itu dan mencari keberadaan Rena.


Bahkan mereka berdua lah yang menyebabkan kedua orang tua Diandra meninggal. Mereka berdua juga orang yang sudah menyuruh ibu Tika untuk berbuat jahat kepada Rena dan menipu Diandra.


Dan untuk melancarkan aksinya, mereka berdua memerintahkan adiknya yang tak lain adalah Dito untuk datang ke Indonesia untuk mendekati Rena.


Dan berakhirlah seperti ini, penyakit Rena yang semakin parah karena dokter Fia selalu memberikan obat yang sangat berbahaya buat ginjal, di tambah lagi perlakuan ibu Tika yang sangat tidak manusiawi kepada Rena membuat penyakit Rena semakin memburuk.


Gadis baik yang tidak tahu apa apa harus menjadi korban keserakahan orang orang dewasa. Malang sekali hidupmu Rena.


Flashback off.


"Ternyata ada yang lebih menyedihkan lagi dari kisah keluargaku." gumam Andrew setelah membaca semua isi dari berkas itu.


"Tapi kenapa harus adikku yang tidak tahu apa apa yang menjadi korbannya." lanjutnya.


Andrew pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan hati hati karena memang bekas jahitan yang ada di pinggangnya masih belum lepas.


Andrew berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya dan setelah itu dia pergi untuk mengistirahatkan tubuhnya yang mulai sekarang sudah tidak boleh terlalu lelah dalam beraktivitas karena ginjal yang dia gunakan hanya satu tidak seperti dulu lagi.


...**...


Diandra sampai di rumah sakit, dia melihat Rena masih anteng dengan tidurnya. Tapi tak berapa lama tiba tiba tubuh Rena kejang kejang, hal itu membuat Diandra panik.


"Dokter, suster tolongin adik saya." teriak Diandra sambil memencet tombol yang ada di belakang bangkar tidur Rena.


Tak lama ada segerombolan dokter dan suster suster yang masuk ke dalam ruangan Rena.


"Mohon maaf ibu silahkan keluar, biar kami yang menangani ini." ucap seorang suster menyuruh Diandra untuk keluar dari sana.


"Tolongin adik saya sus, tolongin dia." ucap Diandra memohon.


"Iya nona, tapi kami mohon untuk nona agar keluar dari sini dulu supaya dokter bisa bekerja dengan maksimal."


Dengan berat hati Diandra pun meninggalkan Rena yang entah bagaimana keadaan sekarang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2