
Hai, maaf ya baru update sekarang setelah sekian lama, aku lupa kalau novel ini belum tamat, padahal tinggal tamatin aja😂🤭🙏
Richard membawa Diandra dan Jennifer pergi ke Jakarta. Tadi sempat ada drama antara Jennifer dengan Salsabila saat Jennifer berpamitan ingin ikut Daddy Richard pergi ke Jakarta.
Kedua bocil itu saling berpelukan dan tak ingin berpisah, tapi karena memang sudah seharusnya mereka pun akhirnya berpisah. Entah nanti berapa lama lagi mereka bisa bertemu, yang pasti Jennifer akan mengajak Daddy Richard pergi ke kampung halamannya lagi.
"Daddy apakah nanti Jenni di sana punya teman?" tanya Jennifer pada Richard yang sedang memangku dirinya.
"Ada dong, nanti di sana ada anaknya Om Ethan namanya Ezra dia seumuran juga loh sama Jenni." jawab Richard.
"Ethan sama Elina sudah punya anak Dad?" tanya Diandra yang baru mengetahui dari ucapan Richard barusan.
Diandra sekarang sudah memanggil Richard dengan sebutan Daddy karena untuk membiasakan Jennifer.
"Iya mereka sudah punya anak, bahkan usia mereka hanya jarak beberapa bulan saja sama Jennifer." jawab Richard.
"Wah selamat ya Ethan, pasti anak kamu ganteng deh, secarakan kan ganteng." ucap selamat Diandra.
"Terimakasih nyonya, anda bisa saja." Ethan salting mendapatkan pujian dari Diandra.
"Sayang...." tekan Richard menatap Diandra tajam, dia cemburu karena Diandra memuji cowok lain, apalagi itu asistennya sendiri.
"Iya kamu yang paling tampan kok gak ada duanya." Diandra yang mengerti pun langsung memberikan pujian dan juga kecupan untuk Richard.
"Kok cuma Daddy yang di cium, Jenni juga mau mom." protes Jennifer tak terima karena dirinya tidak mendapatkan ciuman juga dari mommynya sama seperti Daddy Richard.
"Aduh anak mommy cemburu ya, sini mommy cium."
Emmuah.
Richard dan Diandra barengan mencium pipi Jennifer. Richard pipi sebelah kiri, sedangkan Diandra pipi sebelah kanan.
Ethan yang tengah memegang kemudi pun tersenyum, dia ikutan senang karena sang tuan sudah bisa menemukan kebahagiaannya.
Apalagi sekarang di tambah dengan adanya Jennifer, hidup Richard semakin tambah bahagia lagi.
...***...
Malam hari, Richard dan keluarga kecilnya sudah sampai di Jakarta, mereka langsung menuju rumah Richard dan di sana mereka di sambut oleh keluarga besar dan juga teman teman Richard yang lainnya.
"Selamat datang Richard family." teriak semua orang yang menyambut kedatangan mereka keluarga Richard.
Diandra terharu melihat itu semua, sudah lama dia tidak bertemu dengan orang orang yang ada di sana. Ada Rena adik tersayangnya yang sekarang sudah semakin cantik dan ada juga Andrew dan Elina istri Ethan.
Dan ada satu bocil yang berdiri di depan Elina, Diandra yakin pasti itu adalah anak Ethan.
__ADS_1
"Kak Dian, hiks hiks hiks...." Rena langsung memeluk Diandra erat sambil menangis di sana.
"Kak Dian kemana saja, kenapa tinggalin Rena di sini, hiks." ucap Rena sambil menangis.
"Maafin kakak, kakak terpaksa melakukan itu." balas Diandra memeluk Rena sambil menciumi kening Rena untuk menyalurkan rasa kangennya.
"Katanya aku sudah punya keponakan, benarkah itu?" Rena melepaskan pelukannya saat dia mengingat pesan dari Richard katanya dia sudah mempunyai anak dengan Diandra.
"Iya dong, Jenni sini mommy kenalin sama aunty kamu." Diandra memanggil Jennifer yang sedari tadi diam di gendongan Daddy-nya.
Richard menurunkan Jennifer, dan Jennifer pun berjalan menghampiri Diandra.
"Hei keponakan aunty, kamu gemesin banget sih." Rena mencubit kedua pipi gembul Jennifer.
"Auw, mom sakit." rengek Jennifer mengadukan kepada mommynya.
"Aduh sakit ya, maaf ya sayang habisnya kamu gemesin banget sih, kan aunty jadi gemes." Diandra tidak menghiraukan anaknya, dia lebih memilih untuk menyapa orang orang yang ada di sana, sehingga Rena lah yang menanggapi rengekan Jennifer.
"Aunty jahat, Jenni gak mau sama aunty." balas Jennifer ngambek.
"Aduh kok ngambek sih, kata Daddy kamu keponakan aunty ini suka pizza ya, bagaimana kalau sebagai permintaan maaf aunty nanti aunty beliin pizza yang besar." Rena berusaha membujuk Jennifer dengan iming iming pizza sesuai apa yang Richard bilang kalau Jennifer sangat menyukai makanan itu.
"Beneran aunty?" antusias Jennifer.
"Benar dong, tapi ada syaratnya." balas Rena.
"Syaratnya adalah nanti kamu harus tidur bareng sama aunty, gimana mau gak?"
"Mau aunty mau." senang Jennifer.
"Oke, tos dulu dong." Rena menggangkat tangannya dan di sambut oleh tangan kecil Jennifer.
Sementara itu, Diandra dia tengah berpelukan dengan Elina. Sama seperti bertemu Rena tadi, dia juga rindu dengan Elina.
"Bagaimana kabar kamu selama ini El?" tanya Diandra.
"Kabarku baik, kalau kamu gimana? Maaf dulu aku gak sempat nahan kamu agar tidak pergi dari sini." balas Elina merasa bersalah.
"Aku juga lebih baik, itu sudah menjadi kemauan ku jadi tidak usah merasa bersalah." balas Diandra yang tidak menyalakan siapa siapa.
Setelah menyapa Elina, Diandra beralih menyapa Andrew dan tak lupa dia juga berkenalan dengan Ezra anak dari Ethan dan juga Elina.
"Jenni sayang, sini deh kamu gak mau kenalan sama Ezra, dia seumuran loh sama kamu." ucap Diandra memanggil Jennifer yang asik ngobrol dengan aunty nya.
Jennifer pun mendekat dan langsung mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Ezra.
__ADS_1
"Jennifer." ucap Jennifer menyebutkan namanya.
"Ezra." balas Ezra menyambut uluran tangan Jennifer.
"Nah, kalian ini saudara jadi kalian harus saling melindungi satu sama lain di saat salah satu dari kalian mengalami kesulitan, apakah kalian mengerti?" ucap Richard kepada kedua bocil berbeda jenis kelamin itu.
"Mengerti Dad, Om." balas mereka barengan.
Ya sudah, sana kalian main sama aunty Rena." suruh Richard agar anaknya segera menjauh dari Diandra.
"Iya dad, ayo kita main." balas Rena menarik tangan Ezra untuk menghampiri Rena.
"Sayang kita ke kamar yuk, kamu kan harus istirahat habis menempuh perjalanan jauh." ajak Richard pada Diandra.
"Tapi kan ini masih...."
"Udah sana, si Richard lagi pengen kangen kangenan tuh." potong Andrew yang mengerti kalau Richard ingin berduaan dengan Diandra.
"Udah yuk." ajak Richard mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Diandra.
Mereka berdua pun pergi ke kamar meninggalkan orang orang yang sibuk menggoda Jennifer yang sangat menggemaskan.
"Yang." Richard memeluk Diandra dari belakang setelah mereka berada di dalam kamar.
"Hmm." balas Diandra memegang tangan Richard yang melingkar di pinggangnya.
"Aku gak nyangka kalau akan sebahagia ini, dulu aku kira sampai aku meninggal aku gak akan bisa bertemu sama kamu lagi, tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Kita bisa bertemu dan yang lebih membuat aku bahagia sekarang ada malaikat kecil di antara kita berdua." ucap Richard meletakkan kepalanya di pundak sebelah kiri Diandra.
"Sama, aku juga tidak menyangka kalau bisa bertemu kamu lagi, aku sempat takut untuk bertemu kamu karena masa lalu kamu itu." balas Diandra dengan satu tangannya memegang pipi Richard.
"Yang." pangil Richard lagi, kali ini dengan gigitan kecil di telinga Diandra yang membuat darah Diandra meremang.
"Dad, geli tauk." Diandra berusaha menjauhkan kepala Richard dari telinganya tapi susah karena Richard tak akan membiarkan Diandra lepas darinya.
"Main yuk." ajak Richard.
"Jangan aneh aneh deh, di sini masih banyak orang, terus nanti kalau Jenni nyariin kita gimana?"
"Mereka ngerti kok, dan soal Jenni ada Rena yang pengertian jaga dia." balas Richard yang sudah sangat menginginkan Diandra.
"Tap... hmmtth...." Richard langsung menyambar bibir Diandra.
Richard sangat merindukan Diandra, dia sudah lama juga tidak main, jadi malam ini mungkin akan menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
Kebahagiaan yang mereka berdua impikan akhir menjadi nyata, kebahagiaan yang selama ini hanya dalam khayalan mereka berdua dan tak pernah berfikir akan menjadi kenyataan ternyata tuhan mengabulkannya.
__ADS_1
Ini bukan akhir, tapi ini adalah awal dari kehidupan yang akan datang, mungkin akan ada batu kerikil yang menghalangi, tapi mereka yakin mereka bisa melewati semuanya.
...TAMAT...