
Keesokan harinya sama seperti biasa, Jenifer pergi ke sekolah berjalan kaki bersama Salsabila.
"Bila nanti setelah pulang sekolah kita main di kebun yuk, main lumpur lumpuran." ajak Jenifer pada Salsabila yang duduk di bangku sebelahnya.
"Ayo, tapi nanti kita izin sama ibu dulu ya biarin gak du cariin." balas Salsabila setuju.
"Oke." balas Jenifer.
"Selamat pagi anak anak." sapa ibu guru yang baru memasuki kelas Jenifer.
"Pagi juga ibu gulu." balas semua anak anak yang ada di kelas Jenifer.
"Hari ini ibu akan mengajak kalian bernyanyi, apa kalian mau?" tanya ibu guru itu.
"Mau Bu." balas mereka semua kompak.
"Oke dengarkan ibu bernyanyi dulu nanti setelah itu kalian ikutan bernyanyi ya."
"Siap Bu."
Tok tok tok.
Bernyanyi pun di tunda karena ada yang mengetuk pintu kelas mereka.
Ibu guru pun membukakan pintu dan mendapati ada kepala sekolah di depan pintu.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya ibu guru kepada kepala sekolah.
"Bisa tolong panggilkan Jenifer." pinta kepala sekolah.
"Baik pak." balas ibu guru dan masuk kembali kedalam kelas untuk memanggil Jenifer.
"Jeni kamu di panggil sama kepala sekolah." ucap ibu guru menghampiri meja Jenifer.
"Mau ngapain Bu?" tanya Jenifer.
"Ibu juga tidak tahu, sana gih kamu samperin." balas ibu guru.
"Baik bu." balas Jenifer dan berlari menuju pintu keluar.
"Ibu kepala sekolah ada apa panggil Jeni?" tanya Jenifer pada kepala sekolah.
"Nanti akan ibu jelaskan, sekarang Jeni ambil tas Jeni dan ikut ibu ya." jawab kepala sekolah.
"Baik bu."
Jenifer kembali ke dalam kelas dan menggambil tas miliknya.
"Kamu mau kemana Jeni?" tanya Salsabila pada Jenifer.
__ADS_1
"Gak tahu, aku cuma dia suruh ikut sama kepala sekolah." balas Jenifer.
"Apakah nanti kita tidak jadi main?" tanya Salsabila sedih.
"Kamu tenang saja, nanti kalau kita tidak jadi main maka di lain waktu kita akan main bersama." balas Jenifer.
"Jeni pergi dulu ya, sampai jumpa nanti." lanjut Jenifer dan pergi dari kelasnya mengikuti kepala sekolah.
"Kita mau kemana Bu?" tanya Jenifer.
"Kita pulang dulu ya ke rumah Jenifer nanti ibu ngobrol dulu sama mommy Jenifer." jawab kepala sekolah itu.
"Tapi mommy lagi di sawah." balas Jenifer.
"Ya sudah kita samperin ibu kamu ke sawah." balas kepala sekolah.
Setelah itu Jenifer diam tak lagi banyak tanya hingga dia menunjukkan du mana keberadaan ibunya.
"Nah itu mommy." tunjuk Jenifer kepada Diandra yang tengah menanam padi.
Jenifer turun dari motor dan langsung berlari menghampiri mommy nya du ikuti kepala sekolah.
"Mommy." teriak Jenifer memanggil Diandra.
Diandra yang tengah membungkuk pun mendongakkan kepalanya dan melihat ada anak kesayangannya di sana.
"Loh, Jenifer kamu kenapa bisa ada di sini nak?" tanya Diandra berjalan menghampiri Jenifer.
"Loh ada ibu Sari, ada apa ya Bu, apakah Jenifer nakal kenapa dia sampai bisa ada di sini?" tanya Diandra pada kepala sekolah perempuan itu yang ternyata bernama ibu Sari.
"Tidak kok Bu, malah Jenifer adalah salah satu anak yang baik di sekolah, kedatangan saya ke sini ingin meminta izin pada ibu untuk membawa Jenifer mengikuti olimpiade tingkat nasional di Jakarta." jelas kepala sekolah menjelaskan perihal kedatangannya ke sana.
Mendengar kata Jakarta, hati Diandra langsung merasa gelisah.
"Kenapa harus anak saya Bu, dia kan masih kecil kalau harus berpergian jauh tanpa saya." balas Diandra agar Jenifer tidak jadi di ikutkan olimpiade.
"Karena hanya Jenifer yang mampu di sekolah kita Bu, ibu Diandra juga tenag saja karena saya nanti yang akan menjaga Jenifer langsung." balas ibu Sari mencoba merayu Diandra.
"Tapi bu...."
"Bu, ini adalah kesempatan yang emas buat Jenifer, siapa tahu setelah ini dia bisa mendapatkan beasiswa sampai nanti dia besar, kan bagus buat Jenifer Bu." potong ibu Sari.
"Hufft... ya sudahlah, kapan berangkatnya?" tanya Diandra menyerah.
"Nanti sore Bu, ibu bisa mulai menyiapkannya sekarang karena nanti malam Jenifer harus sudah ada di Jakarta untuk melakukan perkenalkan." balas ibu Sari.
"Baiklah saya akan bawa Jeni pulang dulu dan menyiapkan segala keperluan Jeni untuk di Jakarta nanti." balas Diandra.
"Baik bu, nanti jam tiga saya akan datang ke rumah ibu Dian karena jam empat pesawat harus berangkat."
__ADS_1
"Iya Bu." balas Diandra.
Dan setelah itu Diandra pun izin pulang kepada pemilik kebun dan ibu Sari pun juga pulang ke rumahnya.
Diandra membawa Jenifer pulang ke rumah mereka untuk bersiap siap.
"Jeni dengerin mommy ya, nanti kalau di sana jangan nakal, kamu juga jangan jauh jauh dari ibu Sari ya." pesan Diandra kepada anaknya yang paling pintar ini.
"Iya mom." balas Jenifer.
"Terus nanti kalau ada orang gk kenal kamu di tawarin apa apa jangan mau ya." lanjut Diandra.
"Iya mom." balas Jenifer lagi.
"Oke sekarang kamu makan dulu biar mommy siapkan bekal untuk kamu." ucap Diandra hendak membuatkan bekal anaknya.
"Nasi goreng sama telur ya mom." pinta Jenifer.
"Iya sayang, kebetulan tadi mommy dapat nasi sisa kemaren dari ibu Jumik." balas Diandra mulai menghidupkan kompor.
"Horeee makan nasi goreng lagi." senang Jenifer.
Diandra tersenyum miris melihat anaknya yang sangat bahagia karena makan nasi goreng buatannya, padahal itu adalah nasi goreng sisa milik tetangga mereka tapi Jenifer sudah sebahagia itu.
Diandra berdoa dalam hati semoga dia di berikan rezeki lebih biar bisa memasakkan makanan yang enak terus buat Jenifer.
Setelah selesai membuat bekal untuk Jenifer, Diandra pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian buat Jenifer dan setelah semuanya siap Diandra pun memandikan Jenifer.
"Jeni ingat pesan mommy ya, jangan nakal di sana, dan yang nurut sama ibu Sari." pesan Diandra mengingatkan anaknya kembali.
"Iya mommy, mommy cerewet deh."
"Mommy seperti ini karena mommy sayang sama kamu nak."
"Iya Jeni tahu kok kalau mommy sayang sama Jeni." balas Jenifer.
"Sudahlah capek mommy Samarinda kamu."
"Kalau capek ya istirahat mom jangan ke sawah mulu." balas Jenifer yang selalu ada saja kata buat membalas ucapan Diandra.
Tok tok tok.
"Ibu Diandra, Jenifer."
"Tuh ibu Sari sudah datang, ayo cepat kamu pakai tasnya." suruh Diandra saat mengetahui kalau ibu Sari sudah datang menjemput Jenifer.
Jenifer pun langsung memakai tasnya yang terasa sangat berat di punggung Jenifer.
"Ini kenapa berat banget mom." protes Jenifer.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak ngomong, itu ibu Sari sudah menunggu di depan." balas Diandra menggendong anaknya keluar dari rumah.
...***...