Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#91


__ADS_3

"Mau kemana hmm?" ucap Dion menahan Diandra.


"Plis tolong maafkan aku, aku akan mengganti uang kamu tapi plis tolong lepaskan aku." mohon Diandra.


Dion tersenyum, "Emang kamu pikir aku mau ngapain?" tanya Dion.


Diandra menatap Dion, dia melihat tidak ada aura aura dendam di sana.


"Kamu mau balas dendam kan sama aku?" tebak Diandra.


"Cih, bales dendam itu bukan kelakuan cowok sejati, lagian uang yang aku kasih ke kamu juga gak seberapa." balas Dion setengah sombong.


"Lalu, untuk apa kamu menahan ku di sini?" tanya Diandra.


"Tidak, aku hanya ingin bertanya saja, kau mau kemana kok ada di sini?" tanya Dion.


"Aku mau pergi ke Bali." jawab Diandra.


"Ooh, ya sudah pergilah, ku harap kau selamat sampai tujuan." balas Dion.


"Apa kau yakin tak ingin meminta uangmu kembali?" tanya Diandra memastikan.


"Ya elah, uang segitu mah bagiku gak ada apa apanya, palingan buat beli cilok aja udah habis." sombong Dion.


"Lagian juga sebenarnya gw yang harusnya bilang terimakasih sama Lo, gara gara lo tipu waktu itu gw jadi semangat kerja dan bisa gapai semua apa yang gw impikan." lanjut Dion.


"Ya udah lah abaikan, tapi ingat ya lain kali jangan nipu orang lagi, gak tentu orang yang lo tipu itu orang berada, bisa jadi orang yang lo tipu itu hidupnya lebih menderita dari pada Lo."


"Terimakasih, dan aku ingin meminta maaf sama kamu, aku dulu juga melakukan itu karena terpaksa. Kalau gitu aku pergi dulu, dan terimakasih karena sudah memaafkanku." balas Diandra.


"Hmm, hati hati Lo." balas Dion.


Diandra pun melanjutkan langkahnya menuju kapal, dia bersyukur karena ternyata Dion tidak ingin berbalas dendam dengan dia.


Dion adalah lelaki yang pernah menjadi korban Diandra (Di prolog part 1 kalau kalian masih ingat sebelum Diandra bertemu Richard), beruntungnya Dion bukanlah orang yang jahat. Coba kalau Dion meminta ganti rugi sama Diandra bisa brebe dia.


Ya kalau hanya meminta ganti rugi uang, Lah kalau mau laporin Diandra ke polisi kan bisa panjang masalahnya, nanti yang ada di juga malah ketangkap oleh anak buah Richard.


"Richard gimana ya keadaannya, apakah dia baik baik saja di sana?" gumam Diandra saat mengingat kenangannya bersama Richard.

__ADS_1


"Emm... huek." entah kenapa Diandra tiba tiba merasakan mual.


Karena sudah tidak tahan lagi, Diandra pun langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


...**...


Sementara itu, di Bandung Richard tengah marah marah pada Ethan yang sudah memberikannya obat tidur.


"Kenapa kamu melakukan itu pada saya Ethan, apa kamu tahu karena perbuatan kamu itu menghambat pencarian saya." marah Richard.


"Maaf tuan, saya melakukan itu karena memang saya khawatir dengan keadaan anda tuan, meskipun anda ingin mencari keberadaan nona Diandra, tapi anda juga harus memikirkan kesehatan anda tuan." balas Ethan.


"Ahh sudahlah, percuma saya marah marah sama kamu nanti yang ada malah membuang buang waktu." balas Richard.


"Nah itu tahu, tapi masih aja marah marah." ucap Ethan dalam hati, tidak mungkin dia seberani itu berbicara langsung kepada Richard.


"Gimana apakah sudah ada kabar lagi?" tanya Richard yang sudah tidak marah marah lagi pada Ethan.


"Belum tuan, mari kita ke bandara, anak buah tuan sedang berada di sana." jawab Ethan.


"Ya sudah ayo tunggu apa lagi." balas Richard.


Mereka semua menunduk saat Richard keluar dari mobil, Richard berjalan menghampiri salah satu orang yang dia tunjuk sebagai pemimpin anak buahnya.


"Gimana?" tanya Richard to the poin.


"Setelah kami memeriksa seluruh cctv yang ada di sekitar stasiun semalaman kita menemukan kalau nona Diandra pergi ke bandara ini tuan." jawab orang itu.


"Lalu, dimana selanjut?" tanya Richard.


"Nona Diandra menggambil penerbangan menuju Surabaya tuan." jawab orang itu lagi.


"**1*, sepertinya kamu mau main main bersama ku sayang, baiklah kalau itu mau mu, awas aja nanti kalau kamu sudah aku temukan, akan aku kasih hukuman buat kamu." batin Richard dengan bibirnya yang menampilkan senyum smirk.


"Tuan." pangil Ethan.


"Ah iya kenapa?" tanya Richard yang tersadar dari lamunannya.


"Anda kenapa melamun, anda harus tetap waras jangan sampai stress, percayakan semua pada anak buah anda kalau mereka bisa menemukan nona Diandra." ucap Ethan menegur Richard yang ketahuan sedang melamun.

__ADS_1


"Siapa juga yang gila, ayo kita terbang ke Surabaya sekarang." ajak Richard masuk ke dalam bandara.


"Tuan, barang barangnya kita gimana?" tanya Ethan mengingat kalau barang barangnya dan Richard masih ada di hotel tempat mereka menginap semalam.


"Jangan jadi orang bodoh Ethan, anak buah segitu banyaknya kamu pakai buat apa." balas Richard mengatai Ethan bodoh.


"Ah iya tuan benar."


"Emang, sayakan gak pernah salah." balas Richard pede.


Sekarang Richard sudah tidak bersedih seperti tadi sebelum dia berangkat ke bandara, dia sekarang mulai mengerti kalau wanitanya sedang bermain-main dengan dia.


"Baiklah baby, mari kita lihat sejauh mana kamu bisa lepas dariku." batin Richard dan tak lupa dengan senyuman yang mengerikan.


Richard dan Ethan masuk ke dalam pesawat, dan setelah itu pesawat pribadi milik Richard pun langsung lepas landas menuju Surabaya.


...**...


Sementara itu di Jakarta, para musuh Richard yang tak lain adalah Doni, Fia dan juga Dito sudah menyiapkan rencana mereka untuk menyerang Richard.


Tapi semua itu sangat di sayangkan setelah mereka mengetahui kalau Richard sedang tidak ada di Jakarta.


"Kemana orang itu pergi?" tanya Doni kepada Dito.


"Dari yang Dito dengar sih dia pergi mencari kekasihnya yang pergi meninggalkannya." jawab Dito.


"Wah sepertinya dia sangat menyayangi kekasihnya."


"Ya, seperti yang kakak tebak, Richard memang sangat menyayangi Diandra. Dia bahkan rela melakukan apapun demi Diandra." balas Dito yang menyebut nama Richard dan Diandra tidak dengan embel-embel Abang dan kakak.


"Kesempatan yang bagus, kalau begitu kita tangkap wanitanya aja, dan kita buat itu untuk mengancam Richard." sahut Fia yang baru datang dari kamarnya.


"Ide yang bagus sayang, Dito kamu perintahkan semua anak buah kita untuk mencari keberadaan Diandra dan tangkap dia." perintah Doni pada Dito.


"Baik kak, akan segera aku lakukan." balas Dito dan langsung pergi dari sana untuk menjalankan perintah kakaknya.


"Gimana sayang, kita tidak perlu bergerak, cukup bocah ingusan itu aja yang bekerja dan kita yang akan menikmati hasilnya nanti." ucap Doni setelah kepergian Dito.


"Kasian tau, tapi boleh juga cara kamu, kita tidak perlu mengotori tangan kita, biarkan adik tiri kamu itu yang menjalankan semuanya." balas Fia.

__ADS_1


...***...


__ADS_2