Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#100


__ADS_3

"Bentar aku selesaikan ini dulu." ucap Ethan untuk mengalihkan kegugupannya.


"Oke." balas Elina.


Elina kesal karena seharusnya tadi adalah momen yang tepat untuk dia menggoda Ethan, ehh malah jadi seperti tadi yang hanya biasa biasa saja.


Elina menunggu Ethan hampir sepuluh menit dan setelah itu dia melihat kalau Ethan sudah mulai membereskan berkas berkas yang ada di atas meja, dan laptop Ethan juga sudah mati.


"Sini aku bantu." ucap Elina menghampiri Ethan.


"Shi...t." umpat Ethan dalam hati karena dia bisa melihat seberapa besar dada Elina yang ada di hadapannya.


"Nah sudah." ucap Elina selesai merapikan meja Ethan.


Ethan hanya diam saja memandangi Elina, dia tidak fokus bekerja lagi, beruntungnya pekerjaan Ethan sudah selesai tadi.


"Yuk kita berangkat." ajak Elina menari tangan Ethan agar berdiri.


"Bentar bentar, aku ambil kunci mobil dulu." ucap Ethan hendak mengambil kunci mobilnya.


"Udah gak usah, aku udah bawa mobil." balas Elina tetap menarik tangan Ethan keluar dari ruangan Ethan.


Ethan merasa aneh dengan sikap Elina yang beda dari biasanya, dia merasa Elina tengah mencoba untuk mendekatinya.


"El tangan gw lepasin dulu." ucap Ethan karena dia merasa menjadi perhatian para karyawan yang ada di sana.


Dengan kasar Elina menghempaskan tangan Ethan dan dia langsung berjalan cepat meninggalkan Ethan di belakangnya.


"Lah dia kenapa?" tanya Ethan pada dirinya sendiri bingung.


Ethan pun menyusul Elina yang sudah pergi lebih dulu meninggalkannya.


Sementara itu Elina yang sudah berada di luar perusahaan pun masuk ke dalam mobil dan dia ngomel ngomel tidak jelas.


"Dasar cowok gak peka, awas aja nanti kalau ngajak balikan lagi gak bakal aku terima." gerutu Elina dalam mobil.


Saat Ethan masuk ke dalam mobil Elina mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak menatap Ethan.


"Mau makan di mana?" tanya Ethan pada Elina yang ada di sampingnya.


"Terserah." balas Elina jutek.


"Ini bukan Indonesia, jadi plis jawab yang jelas jangan bikin kepalaku pusing lagi." balas Ethan menatap Elina.

__ADS_1


"Ya aku bilang terserah berarti ya terserah kamu mau bawa aku makan du mana." balas Elina menoleh ke arah Ethan sebentar dan kembali mengalihkan pandangannya lagi.


"Astaga, ya sudahlah." pasrah Ethan dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan halaman depan perusahaan Richard.


Dalam perjalanan mereka saling diam tak ada yang berbicara hingga Ethan menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran bintang lima yang tempatnya para koki koki terkenal masak di sana.


Elina langsung turun dari mobil setelah mobil terparkir di sana tanpa menunggu Ethan, dan setelah turun pun Elina berjalan lebih dulu pergi meninggalkan Ethan di sana.


"Hufft... salah apa lagi coba aku." gumam Ethan dan pergi menyusul Elina masuk ke dalam restoran.


"El tungguin aku." panggil Ethan tapi tak Elina hiraukan.


"Misi saya mau ruangan VIP." ucap Elina menggunakan bahasa Inggris kepada pelayan restoran.


"Baik nona siapakah ikuti kami." balas pelayan itu.


Elina pun mengikuti langkah kaki pelayan itu dan di belakangnya ada Ethan yang mengejarnya.


Sampai di ruangan yang Elina minta, Elina langsung menyebutkan pesanannya tanpa menghiraukan Ethan yang sudah duduk di hadapannya.


"Maaf tuan ini...."


"Dia teman saya." potong Elina yang tahu kalau pelayan itu akan mengusir Ethan.


"Samain aja sama kamu." balas Ethan.


"Berarti pesanan nona yang tadinya itu dua ya jumlahnya?" tanya pelayan itu memastikan.


"Iya." balas Elina dan Ethan barengan.


Mereka berdua saling pandang sebentar sebelum Elina memutuskan kontak mata mereka berdua.


Pelayan itu pun pergi untuk menggambilkan pesanan mereka berdua.


Dan setelah kepergian pelayan itu, keheningan di antara mereka berdua pun terjadi kembali.


"El." panggil Ethan karena dia tidak suka diam diaman seperti ini.


"Hmm." balas Elina.


"Kamu kenapa sih, aku ada salah apa sama kamu?" tanya Ethan.


"Pikir aja sendiri." balas Elina jutek.

__ADS_1


"Kalau aku tahu juga gak bakal tanya sama kamu El, tinggal bilang salah aku apa apa susahnya sih." balas Ethan.


Kepala Ethan dari kemaren berfikir terus, jadi dia ingin sekarang saat bertemu Elina itu senang senang bukan malah di suruh berfikir seperti ini.


"Kamu tahu gak sih, aku datang datang dari Indonesia ke sini itu buat nemuin kamu, aku mau balikan sama kamu, ehh tadi malah waktu aku berusaha untuk dekat dengan kamu, kamu malah suruh aku buat lepasin tangan kamu." ucap panjang lebar Elina.


"Ooh jadi gara gara itu kamu kesal sama aku."


"Pikir aja sendiri." kesal Elina.


"Sayang, aku minta maaf ya, jangan marah marah lagi, emang kamu gak kangen sama aku hmm." ucap Ethan membuat Elina menatap Ethan penuh selidik.


"Kenapa, aku tahu semuanya kok, Richard kan yang sudah ngasih tahu kamu tentang kesalahan pahaman kita?" ucap Ethan membalas tatapan Elina.


"Terus kalau kamu tahu kenapa sikap kamu seperti tadi, kamu udah gak mau sama aku?" balas Elina.


"Eits, siapa bilang aku gak mau sama kamu, aku tadi cuma pura pura saja, aku ingin melihat seberapa jauh usaha kamu buat deketin aku." jelas Ethan.


"Tauk ah males." ucap Elina bersidekap dada sambil menatap ke arah lain.


"Sayang jangan marah dong, kamu gak kangen sama aku, udah lama loh kita gak bersama." goda Ethan mendekati Elina.


"Gak, aku udah terlanjur benci sama kamu." balas Elina tidak mau menatap Ethan.


Ethan menarik dagu Elina agar menatapnya.


"Yakin mau benci sama aku hmm, emang kamu bisa?" tanya Ethan menatap Elina dalam.


Elina yang tak kuat lagi dengan tatapan Ethan pun langsung berhambur ke dalam pelukan Ethan.


"Kamu jahat, kenapa kamu gak bilang dari awal kalau kamu melakukan itu semua demi aku." ucap Elina sambil menangis dalam pelukan Ethan.


"Kan aku dari suku juga sudah ingin menjelaskan semuanya sama kamu, tapi kamunya sudah terlanjur marah dan gak mau dengerin penjelasan aku." balas Ethan yang memang benar adanya.


Dulu karena saking marahnya, Elina tidak mau bertemu dengan Ethan hingga berbulan-bulan, dan Ethan yang kecolongan pun kehilangan jejek Elina.


Ethan tahu keberadaan Elina saat Elina sudah menjadi sekertaris Andrew, dan Ethan semakin merasa bersalah karena dia sudah membiarkan Elina bersatu dengan Andrew yang pekerjaannya sebagai penjudi.


"Maaf, aku gak tahu." ucap Elian semakin menenggelamkan kepalanya di dada Ethan.


"Mau maafin gak ya?" goda Ethan.


"Harus mau, kalau gak mau aku marah lagi sama kamu." balas Elina yang masih menyembunyikan kepalanya di dada bidang Ethan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2