Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#76


__ADS_3

"Bangun gak, atau mau saya potong lehermu." ancam Richard agar Ethan bangun.


"Ahhh tuan mah gitu, sayakan juga pengen tidur." balas Ethan membuka matanya dan langsung bangun.


"Saya cari kamu kemana mana dan ternyata kamu lagi enak tidur tiduran di sini, dasar asisten kurang ajar." maki Richard.


"Lagian ada apa sih tuan nyari saya malam malam seperti ini, ini itu udah jamnya saya tidur tuan." heran Ethan.


"Kan saya sudah kasih tahu kamu kalau polisi lagi mencari keberadaan Radit yang hilang." jelas Richard.


"Ooh itu, tuan tenang saja. Para polisi tidak akan mungkin bisa menangkap keberadaan kita."


"Apakah kamu sudah membereskannya?" tanya Richard.


"Apa yang perlu dibereskan, orang saya dan yang lain tidak meninggalkan jejak." balas Ethan.


"Iya tapi kenapa keluarganya bisa mencari keberadaan Radit, seharusnya kamu melakukan sesuatu agar keluarganya tidak mencari Radit. Sekarang malah sudah sulit kalau kamu mau bertindak karena media sudah di hebohkan oleh berita ini." cerocos Richard.


"Haduh tuan kenapa anda cerewet sekali sih, gitu aja pusing. Tinggal buat berita yang lain buat mengalihkan isu mereka bisa kan." balas Ethan santai.


"Apa maksud kamu?" tanya Richard.


"Begini tuan, yang saya tahu dari negara ini itu semua warganya mudah di provokasi jadi kita tinggal buat berita yang lebih heboh dari ini bisa kan?" jelas Ethan.


"Jadi maksud kamu kita bikin berita baru gitu?"


"Iya tuan, astaga kenapa anda sekarang lemot sekali sih." kesal Ethan karena tuannya sekarang cara berpikirnya sangatlah lama.


"Terus apa berita yang akan kita rilis?" tanya Richard lagi.


"Soal itu mah gampang, tinggal tuan mengumumkan hubungan tuan sama nona Diandra kan bisa." jawab Ethan santai.


"Jangan gila kamu, nanti yang ada Diandra akan marah."


"Lalu, apakah tuan akan membiarkan berita ini terus berlanjut?"


"Ya tapi gak harus berita itu juga." kesal Richard dengan ide Ethan.


"Ya terserah tuan, saya mah cuma saranin aja." santai Ethan dan membaringkan tubuhnya kembali.


"Heh, jangan tidur ayo pikirkan gimana caranya." ucap Richard membangunkan Ethan yang sekarang sudah memejamkan matanya lagi.


"Astaga tuan, anda itu bukan sekali dua kali mengalami hal seperti ini, tapi kenapa sekarang anda sangat bodoh sekali." tak habis pikir Ethan dengan Richard.

__ADS_1


"Ya- ya kan...."


"Udah saya mau tidur, terserah tuan mau melakukan apa. Soal nona Diandra tuan kan bisa memberikan pengertian buat dia." potong Ethan.


Richard diam dia duduk di sofa yang kosong. Dia memikirkan apakah harus melakukan itu semua demi keamanannya di sini.


Sementara itu Andrew yang dalam tidurnya mendengarkan keributan pun membuka matanya dan melihat kedua orang yang tengah meributkan sesuatu yang dia tidak tahu.


"Mending kau ikuti saran sekertarismu." ucap Andrew tiba tiba membuat Richard kaget dan langsung menatap Andrew.


Bukan hanya Richard yang kaget, Ethan pun langsung terjungkal bangun dari tidurnya.


"Astaga tuan, kau mengagetkanku tuan." kaget Ethan.


"Benarkah, lalu kalian berisik di sini apakah tidak menggangu tidur saya." balas Andrew dan di balas cengiran oleh Ethan.


"Sebenarnya apa yang tengah terjadi padaku kalian?" tanya Andrew setelahnya.


"Lihat saja media sosial dan yang trending nomor satu sekarang." jawab Richard pusing.


Andrew pun langsung membuka handphone miliknya dan mencari berita apa yang sedang trending sekarang.


"Jangan bilang kalau ini kelakuan kalian?" tebak Andrew.


"Apakah kita perlu menjawabnya?" balas Richard.


"Tahu apa kau, dia udah berani menjadi selingkuhan wanitaku, dan aku tidak akan membiarkan siapapun hidup tenang setelah merebut apa yang menjadi milikku." balas Richard.


"Hahaha... apakah kau yakin dia yang mendekati wanitamu dulu, tidakkah kau berfikir kalau wanitamu yang mendekati dia dulu." tawa mengejek Andrew.


"Apapun itu aku tidak peduli, yang pasti apapun yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku." balas Richard bodo amat.


"Dasar psikopat bodoh." maki Andrew.


"Bodo amat." balas Richard.


Di saat mereka berdua tengah berdebat, si Ethan yang memang sedari tadi sangat ngantuk pun sekarang sudah tertidur kembali. Entah kenapa dia merasa nyaman tidur di sofa seperti itu.


"Sudahlah aku malas berdekat dengan mu." ucap Andrew dan memejamkan matanya kembali.


Richard tak membalasnya lagi, dia sibuk dengan pikirannya. Haruskah dia melakukan apa yang Ethan sarankan? Lalu kalau dia melakukan itu bagiamana cara membicarakannya pada Diandra? Apakah nanti Diandra akan mengizinkannya?


Pertanyaan itulah yang ada di otak Richard sehingga membuat Richard pusing sendiri. Kelamaan berfikir membuat Richard ngantuk dan akhirnya dia tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa kamar rawat Andrew.

__ADS_1


...**...


Pagi hari pun tiba, Andrew sudah di perbolehkan pulang karena memang dia tidak kenapa kenapa. Dia hanya perlu istirahat dan menunggu luka bekas operasinya mengering.


Saat ini dia berada di atas kursi roda di dorong oleh Elina sekertarisnya menuju ruangan Rena. Dia akan berpamitan pada Rena terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemennya.


"Pagi adikku sayang." sapa Andrew saat memasuki kamar rawat Rena.


"Pagi juga kak." balas Rena yang sekarang tengah di suapi makan oleh Diandra.


"Kakak hari ini mau pulang, kamu harus nurut ya sama Diandra biar kamu bisa cepat pulang juga seperti kakak." ucap Andrew pada Rena.


"Iya kak, Rena pasti akan segera menyusul kakak pulang kok." balas Rena.


"Richard mana?" tanya Andrew pada Diandra.


"Gak tahu, tadi sih pamitnya mau pulang ganti baju, tapi gak tahu lagi sekarang." jawab Diandra.


"Ooh, aku titip Rena ya jaga dia dan jangan tinggalkan dia sendiri kalau pun nanti ada Dito kamu juga harus tetap ada di sini." pesan Andrew pada Diandra.


"Tanpa tuan suruh pun saya akan menjaga Rena karena dia adikku." balas Diandra.


"Bagus lah."


"Rena kakak pulang dulu ya, nanti kapan-kapan kakak akan ke sini lagi buat temuin kamu." lanjut Andrew pada Rena.


"Iya kak, kakak cepat sembuh ya. Kak Elina Rena titip kak Andrew ya, tolong jagain dia." balas Rena meminta tolong pada Elina.


"Iya nona pasti akan saya lakukan." balas Elina.


"Kalau gitu kami pergi dulu, cepat sembuh ya biar bisa cepat keluar dari rumah sakit seperti kakak." pamit Andrew.


"Siap kak." balas Rena.


"Mari nona saya pergi dulu." pamit Elina pada Diandra.


"Iya kalian hati hati." balas Diandra.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan Rena dan Diandra di sana.


"Yuk di lanjutkan lagi makannya biar cepat sembuh seperti apa yang taun Andrew bilang." suruh Diandra.


"Iya kakak sayang." balas Rena.

__ADS_1


Diandra pun menyuapi Rena dengan telaten dan Rena pun menerima suapan Diandra.


...*** ...


__ADS_2