
"Itu mah maumu." kesal Diandra.
"Tapi kamu juga menikmatinya kan?" goda Richard.
"Jadi pergi gak, kalau enggak aku turun nih." ancam Diandra agar Richard tidak banyak bicara lagi.
"Iya iya ini jalan, jangan marah marah mulu sayang nanti kamu cepat tua loh."
"Biarin tua, kamu juga tetep suka kan?"
"Iya juga sih." Richard menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ini kita mau kemana sih?" tanya Diandra penasaran.
"Kan aku tadi udah bilang sama kamu, kita mau makan siang." jawab Richard.
"Iya tahu, tapi makan siangnya di mana?" tanya Diandra yang mulai kesal lagi.
"Ada deh, nanti kamu juga akan tahu sendiri." jawab Richard sambil melirik Diandra sebentar.
"Iya dan terserah anda tuan." balas Diandra sambil tangannya dia lingkarkan di dadanya.
"Iya lah."
Setelah itu tak ada lagi balasan dari Diandra karena dia malas berbicara sama Richard. Hingga hampir setengah jam mereka berada di dalam mobil akhirnya mobil Richard berhenti juga.
Diandra melihat sekitar dan dia baru sadar kalau sekarang mereka sudah berada di pantai.
"Hah, ini seriusan?" tak percaya Diandra.
"Enggak sayang ini bohong." asal Richard.
Diandra memberi tatapan yang tajam buat Richard, sedangkan Richard malah membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil. Setelah itu dia berjalan menghampiri pintu mobil Diandra dan membukakannya.
"Silahkan tuan putri." ucap Richard mengulurkan tangannya dan di sambut dengan senang hati oleh Diandra.
"Kamu kok gak bilang sih kalau mau ke pantai, seharusnya kan tadi aku gak pakai baju kayak gini." ucap Diandra sambil melihat dirinya yang memakai dress ketat yang berbentuk kemben yang panjangnya hanya beberapa centi dari panggulnya.
"Ya kalau aku bilang mau ajak kamu pergi ke pantai nanti kamu gak terkejut kayak tadi dong. Lagian juga apa salahnya kamu pakai itu, aku juga masih pakai jas." balas Richard.
Diandra pun melihat penampilan Richard, dan memang benar Richard masih mengenakan pakaian formal yang dia pakai untuk pergi ke kantor.
"Tapi kan beda." ucap Diandra setelah melihat penampilan Richard yang cocok cocok saja.
"Beda apanya sayang, kan sama aja." heran Richard.
__ADS_1
"Kan kamu tampan, jadi ya cocok mau pakai apa aja." jelas Diandra.
Richard diam menatap Diandra dengan serius.
"Kenapa lihatin aku seperti itu, apakah ada sesuatu di wajahku?" tanya Diandra.
"Jadi aku tampan ya?" tanya Richard sekaligus menggoda Diandra.
Diandra pun malu karena sudah ketahuan memuji Richard dengan terang terangan.
"Apaan sih, siapa juga yang bilang kamu tampan." salting Diandra dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Cie salting, udah ahh ayo kita ke sana." ajak Richard.
"Ya kamu ngajak ngobrol mulu." sewot Diandra.
Mereka pun berjalan meninggalkan mobil Richard, saat baru beberapa langkah Richard menghentikan langkahnya kembali.
"Tunggu tunggu, adalah yang ketinggalan di mobil." ucap Richard dan melepaskan genggamannya di tangan Diandra dan berbalik menuju mobilnya.
Richard membuka pintu jok belakang dan mengambil sesuatu di sana. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Richard pun kembali berlari menghampiri Diandra.
"Itu apa?" tanya Diandra penasaran menatap tangan Richard.
Mereka berjalan agak jauh dari mobil, bahkan Richard juga membawa Diandra menaiki tebing yang lumayan tinggi. Tapi untungnya di sana sudah tersedia tangga jadi memudahkan mereka untuk naik ke sana.
"Kita mau ke mana sih, kan pantainya di sana?" tanya Diandra heran.
"Ada deh, nanti kamu juga tahu." balas Richard lagi dan lagi dengan kata kata yang sama.
"Gitu aja tros." balas Diandra.
Diandra pun melepaskan tangannya dari tangan Richard dan berjalan lebih dulu meninggalkan Richard di bawah.
Richard yang melihat kekasihnya kesal pun hanya menggelengkan kepalanya saja dan mengikuti Diandra yang sudah berada jauh di atasnya.
Sampai di atas Diandra di buat terkejut lagi dengan pemandangan yang ada di sana. Terlihat indahnya air laut yang berwarna biru dan ada pulau pulau kecil yang ada di tengah tengah air.
"Wow, ini indah banget." kagum Diandra.
Diandra pun berjalan semakin mendekati tepi tebing yang dia injaki saat ini dan berhenti setelah hampir mencapai tepi tebing.
"Kamu suka?" tanya Richard yang baru datang dan melingkarkan tangannya di perut rata Diandra.
"Astaga kamu bikin aku kaget aja, untung aku gak jatuh tadi." kaget Diandra.
__ADS_1
Karena saking fokusnya Diandra pada pemandangan yang ada di bawah sana sampai sampai dia tidak ingat kalau masih ada Richard di belakangnya tadi.
"Gimana, kamu suka gak?" tanya Richard lagi.
"Iya aku suka, makasih ya sudah membawa aku jalan jalan ke sini." balas Diandra memegang tangan Richard yang ada di perutnya.
"Aku juga masih ada kejutan yang lainnya buat kamu." ucap Richard lagi.
"Kekuatan, kejutan apa?" tanya Diandra penasaran.
"Coba kamu lihat ke belakang." suruh Richard dan melepaskan pelukannya di perut Diandra.
Perlahan Diandra pun membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang ada di belakangnya sesuai perintah Richard tadi. Dan dia melihat di sana ada meja makan sekaligus dengan hiasan hiasan bunga yang begitu cantik.
"Ini buat aku?" tanya Diandra tidak percaya, pasalnya ini terlalu mewah untuk Diandra.
"Menurut kamu, yuk kita ke sana." ajak Richard dan menarik tangan Diandra menuju meja makan yang ada di sana.
"Wah ini kan makanan kesukaan aku semua."
"Kamu suka?" tanya Richard dan dengan semangat Diandra menggangukkan kepalanya.
"Sini duduk." suruh Richard mempersilahkan Diandra untuk duduk.
"Kamu yang siapin ini semua?" tanya Diandra.
"Bukan aku sih tapi anak buah aku, tapi ini semua murni ide aku kok. Bahkan Ethan aja gak tahu kalau aku buat suprise buat kamu." jawab Richard.
"Makasih ya, aku seneng banget." ucap Diandra berterimakasih pada Richard.
"Ini belum seberapa sayang, nanti masih ada yang lainnya lagi. Aku akan membuat kamu selalu merasa terkejut dengan apa yang aku siapkan nanti buat kamu." balas Richard.
"Yuk di makan, kamu mau makan apa dulu?" suruh Richard.
"Eemmm... keknya kue nya dulu deh, keknya enak." jawab Diandra yang tertarik dengan kue yang ada di sana.
"Ya udah aku potongin buat kamu dulu ya." Richard pun memotongkan kue untuk Diandra dan memberikannya pada Diandra setelah meletakkannya di atas piring kue.
"Mau aku suapin gak?" tawar Richard.
"Kamu juga makan aja punya kamu, aku bisa makan sendiri kok." tolak Diandra.
"Ya sudah, kamu hati hati ya kalau makan jangan buru buru." balas Richard dan langsung di angguki oleh Diandra.
...***...
__ADS_1