Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#37


__ADS_3

"Keknya kita berdua sama sama salah deh." balas laki laki itu.


"Hehehe iya deh keknya." cengir Diandra.


"Oh iya kamu mau kemana kok sendirian aja?" tanya laki laki itu sambil menatap sekeliling memastikan kalau Diandra memang sendirian.


"Aku mau cari makan di cafe sana, tadi aku sendirian ke sini." jawab Diandra.


"Wah kebetulan nih, aku juga laper mau cari makan. Mau bareng gak?" tawar laki laki itu.


"Eemmm... boleh deh, dari pada sendirian." balas Diandra.


"Ya udah yuk." ajak lelaki itu dan Diandra pun mengikutinya.


Sampai di cafe mereka mencari tempat duduk yang kosong, dan kebetulan bagian pojok cafe tidak ada yang menempati.


"Kita duduk di sana aja yuk." ajak laki laki itu dan di angguki Diandra.


"Kamu mau pesan apa?" tanya laki laki itu.


"Apa aja deh yang penting bikin kenyang." jawab Diandra.


"Ya udah aku samain sama punya akun ya?"


"Iya terserah kamu aja."


Lelaki itu pun memesankan makanan untuk dirinya dan Diandra juga. Dan setelah selesai dia kembali duduk di depan Diandra.


"Oh iya dari tadi kita belum kenalan loh, aku Radit kalau kamu?" ucap laki laki itu yang ternyata bernama Radit.


"Aku Diandra." balas Diandra.


"Nama yang cantik seperti pemiliknya." gombal Radit.


"Bisa aja kamu, padahal aku gak cantik loh."


"Siapa bilang kamu gak cantik, kamu cantik loh."


"Masak sih?"


"Iya loh, bahkan Lisa blackpink aja kalah." gombal Radit.


"Halah bisa aja kamu, Lisa itu bias aku loh di blackpink." balas Diandra.


"Wah beneran, kebetulan nih bias aku jisoo. Berarti kita satu fandom dong."


"Kamu blink juga?" tak percaya Diandra.

__ADS_1


"Iya lah, bahkan aku hampir setiap konser BP aku selalu hadir."


"Wah asik banget dong, sayang aku belum pernah."


"Kalau kamu mau nanti kapan kapan kalau BP comeback aku ajakin kamu."


"Beneran nih?"


"Iya dong." balas Radit.


"Nih cowok oke juga, mana orangnya asik lagi. Dan kalau di lihat lihat kek orang kaya. Bisa nih nanti akun jadiin selingkuhan, lumayan kan kalau dapat uang dobel." batin Diandra merencanakan hal busuk.


"Permisi nona tuan ini pesanannya." ucap pelayan cafe yang baru datang membawakan pesanan mereka.


"Oh iya mbak terimakasih ya." balas Diandra.


"Di makan yuk." suruh Radit dan di balas anggukkan oleh Diandra.


Mereka pun makan sambil berbincang bincang hingga mereka semakin dekat dengan cara bicara mereka yang sudah tidak kaku lagi. Seperti orang yang sudah lama saling kenal, padahal mah baru kenal belum ada satu jam.


"Eemmm... aku mau tanya, tapi aku takut nanti kamu tersinggung." ucap Radit.


"Mau tanya apa emang, kalau pertanyaannya baik baik aku juga gak bakalan tersinggung ataupun marah." balas Diandra.


"Eemmm... kamu udah punya pacar belum?" tanya Radit ragu.


"Yes, masuk perangkap." batin Diandra tertawa senang.


"Wah kebetulan nih, aku juga jomblo."


"Masak sih cowok ganteng seperti kamu jomblo? keknya bohong deh."


"Iya loh aku jomblo, tepatnya baru putus bulan lalu sih sama mantan aku." jelas Radit.


"Kenapa bisa putus, pasti mantan kamu sekarang nyesel karena sudah menyia-nyiakan lelaki seperti kamu."


"Bisa aja kamu, orang aku juga biasa aja gak ada yang spesial."


"Iih siapa bilang kamu biasa aja, orang kamu tampan kayak gini kok."


"Ehh...." refleks Diandra menutup mulutnya yang main asal ceplos.


"Hahahaha... kenapa, malu? Santai aja kali, dan kamu juga cantik." balas Radit yang malah menggombal.


"Gimana kalau kita jadian aja, mumpung kamu jomblo dan aku juga jomblo." lanjut Radit menembak Diandra.


"Kita baru kenal loh, masakan iya udah pacaran."

__ADS_1


"Ya gak papa, emang ada masalahnya kalau kita baru kenal?"


"Ya gak ada sih, cuma kan kamu belum tahu aku yang sebenarnya. Gimana nanti kalau seandainya aku ini orang jahat dan berniat nipu kamu?"


"Ya itu berarti kamu bukan takdir aku. Kalau soal di tipu mah dalam dunia bisnis juga sudah biasa. Lagian juga kalau kita di tipu palingan juga cuma seberapa, gak bakal bikin bangkrut juga." balas Radit santai.


"Iya juga sih."


"Fix sih ini keknya dia memang orang kaya." batin Diandra.


"Berarti deal ya kamu sekarang jadi pacar aku. Sini aku minta nomor telfon kamu." ucap Radit mengklaim kalau Diandra sudah menjadi miliknya.


Diandra pun memberikan nomornya pada Radit, Diandra memberikan nomor yang biasanya dia buat menipu orang. Bikan nomornya yang asli yang biasa dia buat chatingan sama Richard.


Setelah bertukar nomor telepon mereka pun melanjutkan kegiatan mereka makam hingga makanan milik mereka berdua habis. Dan Radit pergi untuk membayarnya.


"Berapa punya ku tadi?" tanya Diandra setelah mereka keluar dari cafe.


"Udah gak usah, itung itung tadi perayaan jadian kita tadi. Maaf ya aku belum bisa kasih kesan yang romantis tadi. Tapi aku janji nanti kalau ada waktu aku pasti ajak kamu diner atau jalan jalan ke suatu tempat yang sangat indah. Atau kalau bisa nanti aku ajak kamu nonton konser BP." ucap Radit panjang lebar.


"Kamu ngomong apa sih, ini aja tadi makanan makanannya udah mahal mahal. Aku jadi merasa punya hutang sama kamu." balas Diandra.


"Hutang apaan sih, orang sama pacar sendiri juga."


"Yuk kita jalan, kamu mau kemana biar aku antar mumpung aku lagi free gak ada kerjaan." lanjut Radit.


"Emm... bagiamana kalau kita ke taman aja, udah lama aku gak cuci mata." ajak Diandra.


"Jangan ke taman kalau mau cuci mata, ayo aku ajak kamu ke pantai aja. Yuk." tanpa ragu Radit menarik tangan Diandra menuju tempat parkir mobilnya.


Setelah itu Radit pun menjalankan mobilnya menuju jalan ke arah pantai. Tujuan Radit kali ini adalah Ancol. Radit mengajak Diandra pergi menuju Ancol.


...**...


Di tangan Dito sudah terdapat banyak sekali paper bag yang didalamnya terdapat berbagai macam pakaian dan lainnya.


"Mau apa lagi, mumpung kita belum pulang kamu bisa ambil lagi kalau mau?" tanya Dito pada Rena yang berdiri di sampingnya.


"Udah deh kamu jangan ngaco, itu di tangan kamu udah banyak. Mana itu punya aku semua lagi, mending kamu aja yang beli aku udah beli banyak." balas Rena.


"Enggak, hari ini spesial buat kamu, aku mau belanjain kamu sepuas kamu. Kalau aku mah bisa nanti nanti saja."


"Enggak udah itu aja aku, aku gak enak sama kamu, nanti bisa bisa uang kamu habis buat belanjain aku lagi." canda Rena.


"Dih apaan, orang aku gak bakalan habis meskipun kamu belanja terus setiap hari." sombong Dito.


"Iya deh iya si paling kaya."

__ADS_1


"Emang."


...***...


__ADS_2